f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
situasi

Penting Mana, Menghafal atau Memahami?

Kemarin, ada orang tua siswa les yang mengeluhkan ribetnya pembelajaran matematika sekarang. Kebetulan anaknya baru duduk di kelas dua. Materi masih berada di sekitar operasi hitung bilangan. Yang membuatnya kerepotan saat ini adalah ketika harus menerangkan operasi hitung campuran. “Walah bu, pake kurung-kurung gitu, repot banget aturan pengerjaannya. Kenapa gak langsung aja sih, lebih cepet, “ si ibu panjang lebar protes ke saya.

Masih tentang matematika, ada juga yang memprotes pembelajaran materi perkenalan perkalian. Kenapa tidak langsung aja disuruh menghafalkan perkalian. Tinggal dikasih daftar perkalian, anak suruh liat sebentar, terus dihafalkan. Ini muter-muter caranya, harus melalui proses penambahan berulang dulu, lama banget. Lagi-lagi, saya sok kalem aja mendengarkan semua protes dari para ibu yang maunya serba cepat ini ( Bukannya enak  jalan pelan-pelan aja bu? Sambil menikmati pemandangan dan pegangan tangan, kan mesra gitu. Eh ).

Sebenarnya wajar aja sih, kalau para ibu maunya pake cara cepat agar anak-anak segera menyelesaikan tugas mereka, karena emang ribet banget kalau harus menerangkan. Perlu waktu dan tenaga super ekstra untuk menyelesaikan misi ini.  Udahlah harus mikir urusan dapur, ditunggu tumpukan cucian dan setrikaan, belum lagi harus beresin rumah yang berantakan. Hadeuhhh. Mana ada waktu duduk manis menerangkan materi ke anaknya. Yang ada malah tanduk muncul di kepala, muka jadi merah, dan bisa dipastikan si ibu alih profesi menjadi sopranos dadakan.

****

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan cara belajar hafalan. Cara ini sangat lazim digunakan, bahkan cukup efektif untuk diterapkan ketika menghadapi tes atau ulangan. Menghafal adalah proses menempatkan informasi ke dalam ingatan. Ada proses mengubah informasi menjadi kode dalam proses penyimpanannya. Dan bila diperlukan, informasi itu bisa ditarik kembali, diubah kodenya sehingga menjadi format asal. Tetapi, sistem hafalan tidak membangun hubungan antar informasi yang disimpan. Informasi disimpan dalam format tunggal, tanpa hubungan. Artinya, informasi yang diberikan tidak membangun suatu pengetahuan.

Baca Juga  Revolusi Teknologi dalam Kehidupan

Cara yang digunakan ketika menghafal adalah mengulang. Persis seperti ketika kita melakukan latihan fisik. Ketika rajin melakukan senam, maka otot kita akan lentur dan kuat. Itu adalah ‘memori’ yang menandai latihan fisik tadi. Tetapi jika latihan fisik tersebut tak lagi kita lakukan, maka tanda tersebut perlahan menghilang.

Begitu pula proses yang terjadi ketika menghafal. Kita memberi ‘tanda’ pada sesuatu untuk dimemorize. Tetapi konsekuensinya, jika proses itu berhenti, maka secara perlahan tanda itu akan menghilang. Pada beberapa orang memang ada yang memiliki kemampuan menyimpan ingatan dengan sangat bagus, tapi hal itu termasuk special case, tidak terjadi pada semua orang. Yang umum terjadi adalah, ingatan akan hilang jika tidak sering digunakan.

Sedangkan pada proses belajar, sangat penting adanya pemahaman. Informasi yang didapat dicerna terlebih dahulu, sebelum akhirnya dipahami sebagai suatu hal yang baru, atau menjadi suatu pemahaman dalam level lebih terhadap sesuatu yang sudah diketahui sebelumnya.

***

Seperti dalam kasus pembelajaran perkalian. Jika anak-anak sekedar menghafalkan perkalian, ketika suatu saat ada soal yang menggunakan perkalian di dalamnya, dan ada angka perkalian yang dia lupa, maka kemungkinan buruknya adalah salah hitung, dan akibat paling parah adalah terhentinya proses penghitungan. Tetapi ketika si anak memahami konsep bahwa perkalian adalah penambahan berulang, maka proses menghitungnya tetap berlanjut meskipun memerlukan waktu sedikit lebih lama.

Contoh sederhana, anak sekedar hafal bahwa 3 X 5 = 15. Ketika suatu saat mereka lupa, maka berhentilah proses matematika tersebut. Tapi ketika anak paham bahwa 3X5 didapat dari 5+5+5, maka proses matematika tetap berlanjut dengan menghitung 5+5+5.

Apakah kasus seperti ini hanya pada pelajaran matematika saja? Of course not. Contoh dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Kita ambil saja materi simple present tense. Biasanya anak akan diberikan pola kalimat, diminta menghafal polanya, kemudian mengerjakan latihan-latihan soalnya. Jika, anak tidak dipahamkan terlebih dahulu mengenai fungsi dari simple present tense, jenis-jenis kata kerja, maka materi yang diterima akan hanya sekedar pengetahuan saja, tanpa pemahaman penuh. Padahal materi simple present ini akan berlanjut ke materi pola-pola kalimat berikutnya.

Baca Juga  Ketika Perempuan Berpikir Masih Dianggap Ancaman

Sering saya mendengar celetukan ini di kelas, “ Kayaknya kita udah pernah dapet materi ini deh bu, tapi lupa”. Nah lho. Jadi ada ingatan yang menempel, tapi tidak melekat. Mungkin perlu lem kayu biar rekatnya lebih lama, he he. Menghafal bisa lebih cepat menarik informasi dari memori. Sedangkan saat membangun pemahaman, kecepatan ini sangat membantu mempercepat proses pemahaman. Namun tetap saja, proses utama dalam pembelajaran adalah pemahaman. Jadi menghafal hanya sekedar alat untuk lebih cepat memahami materi.

***

Bukankah anak-anak memiliki kesegaran otak yang lebih baik, jadi dengan mudah mengingat banyak hal? Karena alasan itulah, mumpung ingatan mereka masih segar, kita manfaatkan masa itu untuk menciptakan ruang-ruang yang kuat untuk pondasi pemahaman sebanyak mungkin. Agar nantinya mereka lebih mudah menyerap informasi untuk proses pemahaman berikutnya.

Memang, memberikan pemahaman memerlukan waktu yang lebih lama daripada sekedar menghafal. Akan tetapi, sekali anak paham maka akan lebih mudah bagi kita para orang tua atau guru untuk memberikan materi selanjutnya, karena sejatinya setiap materi dari semua tingkatan kelas telah tersusun secara bertahap sesuai level kelasnya.

Ya, semua kembali kepada anda, para orang tua dan guru, proses mana yang anda pilih untuk proses pembelajaran anak-anak kita.

Bagikan
Comments
  • Dian supraptiningsih

    Ada pesan terpendam nih ya bun 😃 belajar menjalani proses

    Februari 27, 2021
Post a Comment