f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
umrah perempuan

Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Umrah bagi Perempuan

Awal Maret lalu, saya beserta ibu (alhamdulillah) mendapatkan kesempatan memenuhi “panggilan Allah” melaksanakan umrah. Rute yang kami pilih adalah Jeddah – Madinah, hal ini berarti setibanya kami Jeddah, akan langsung melakukan Umroh. Mengingat ini kali pertama, tentu saya pun mencari tahu apa saja yang perlu dipersiapkan? Singkat cerita, melalui sosial media dan safari di dunia maya, tidak sedikit tips yang diperoleh meliputi pemilihan travel, apa saja yang perlu dibawa, informasi mengenai pengecekan cuaca wilayah setempat, dst. Harapannya tulisan ini dapat menjadi pelengkap dari informasi yang telah ada, berdasarkan pengalaman yang saya peroleh.

Berikut hal apa saja yang perlu teman-teman persiapkan sebelum melakukan umrah, meliputi:

1. Menjaga kondisi fisik dan perbanyak olahraga

Sama seperti halnya ibadah haji, umrah  merupakan ibadah yang sangat mengandalkan fisik.

Rangkaian ibadah umrah meliputi tawaf (mengelilingi Kakbah) sebanyak 7 kali, jika dilakukan di dekat Kakbah 7 putaran tersebut setara dengan berjalan sekitar 3,5 KM atau akan lebih jauh lagi jika dikerjakan di bagian atap Masjid. Begitu pula dengan Sa’i (berlari kecil bagi laki-laki atau jalan cepat untuk perempuan dari Safa ke Marwah) masing-masing dilakukan sebanyak 7 kali, dengan jarak tempuh berkisar 7-10 KM. Jangan lupa, pada saat mengerjakannya Anda juga akan berdesak-desakan dengan jama’ah lainnya, yang kemungkinan besar  berpostur tubuh jauh lebih tinggi maupun besar.

Estimasi pengerjaan ibadah Umroh dari awal hingga akhir berkisar 2-4 jam. Dengan rincian rombongan kami tiba di hotel pukul 20:00, memulai ibadah umrah pukul 23:00, dan selesai pukul 02:00 dini hari waktu setempat. Oleh karena itu, menjadi penting untuk mempersiapkan fisik jauh-jauh hari. Misalnya melakukan jogging, jalan kaki secara rutin dengan jarak tertentu setiap harinya, 2 minggu atau 1 minggu sebelum keberangkatan. Selain itu, pastikan juga Anda mengonsumsi makanan yang sehat.

2. Meluruskan niat

Ibadah umrah merupakan panggilan langsung sang Ilahi kepada umatnya. Tetapi jika tidak merencanakan dengan baik, tentu tidak dapat memenuhinya. Sehingga penting bagi kita untuk bersiap, yang dimulai dari “niat”. Kita perlu meneguhkan dan memantapkan hati dengan niatan kita melalui perbanyak ibadah dan doa. Meminta kepada Sang Khalik untuk memudahkan urusan dan membersihkan hati kita, agar jiwa raga kita tetap fokus pada niat awal. Sehingga pada saat tiba di Tanah Haram dapat melaksanakan ibadah dengan maksimal dan diberikan perlindungan dari kelalaian maupun kesombongan.

Baca Juga  Lima Hal Penting Ketika Mengizinkan Anak-Anak “Mondok” Pada Masa Pandemi
3. Memastikan perlengkapan ibadah

Dari pengalaman saya, khususnya untuk jemaah perempuan peralatan yang diperlukan meliputi:

1. Alat salat satu pasang dan sajadah tipis. Agar tidak mengganggu kenyamanan aktivitas salat atau tafakkur Anda, terutama jika tidak kebagian area yang bersajadah.

2. Baju gamis dan kimar 7-9 pasang. Dari pengalaman saya (umrah 9 hari) ini sudah cukup. Kemudian jangan khawatir, Anda juga dapat membeli baju di dekat area Masjid Mekkah-Madinah jika diperlukan.

3. Sarung penutup punggung tangan sebanyak 2-3 pasang. Sarung tangan digunakan untuk menutupi aurat kita di bagian tangan, khususnya pada saat mengangkat tangan di hadapan Kakbah.

4. Membawa kaos kaki dan alas kaki cadangan.

Jumlah kaos kaki minimal 3 pasang mengingat kegiatan ibadah banyak berjalan, just in case Anda khawatir sudah kotor atau terkena najis. Pastikan kaos kaki Anda menggunakan bahan yang tebal dan tidak licin agar menjaga kenyamanan selama beribadah. Lantai masjid cukup dingin. Selain itu pada saat melakukan Sai, untuk mencapai Marwah terdapat jalur yang sedikit menanjak dan sedikit berbatu.

Selain sepatu jika Anda termasuk orang yang praktis maka di sarankan untuk membawa sandal atau sepatu sandal yang dapat digunakan untuk mobilitas dari hotel menuju masjid. Sehingga tidak terlalu repot dibandingkan jika menggunakan sepatu.

5. Membawa tasbih, baik konvensional maupun digital. Meskipun ini bukan hal yang wajib akan tetapi akan memudahkan kamu pada saat melakukan umrah secara mandiri, maupun berzikir.

6. Membawa buku doa. Biasanya agen travel akan mempersiapkan buku panduan umrah beserta doa yang di bacakan. Akan tetapi tidak ada kamu mempersiapkan buku kecil untuk mengingatkan doa atau hajat apa saja yang perlu dipanjatkan selama berumrah. Saya sendiri menulis list doa di ponsel dan sangat membantu mengingat saya sempat ada di titik “ngeblank” tidak tahu ingin meminta apalagi?  Pada saat itu saya hanya bisa menangis tersedu-sedu melihat Kakbah. Merasa sangat-sangat kecil. Allahuakbar.

Baca Juga  Ibadah Haji dalam Perspektif Fikih Perempuan

7. Membawa atau menginstal Al-Qur’an

Ibadah lain yang dikerjakan para jamaah setelah umrah, salat wajib maupun sunnah adalah mengaji. Sebenarnya kamu tidak perlu khawatir jika tidak membawa Al-Qur’an karena di Masjid Mekkah-Madinah tersedia sangat banyak. Menariknya, kebanyakan Al-Qur’an merupakan wakaf dari para jemaah. Semoga Allah senantiasa merahmati para wakif dan memudahkan kita semua untuk menjadi salah satunya. Amiin ya Rabbal Alamiin.

8. Membawa botol minum, kotak makan dan tote bag

Pengalaman saya, membawa botol minum sangat membantu untuk tetap terhidrasi dan meminimalisir sampah. Hampir di setiap sudut mesjid Mekkah-Madinah tersedia air zam-zam dan gelas plastik sekali pakai. Kebayang dong berapa banyak gelas plastik sekali pakai digunakan dan terbuang setiap detik/menitnya/perorang/hari/tahun? Hihi.. serem.

Jangan sampai selama ibadah kamu ternyata menjadi salah penyumbang sampah plastik? hihihi..

Dengan membawa botol sendiri kamu tidak akan khawatir menjadi kontributor sampah plastik. Selain itu, kamu juga tidak perlu berdesakkan-antre untuk mengambil air Zam-zam serta dapat membawa stok air Zam-zam yang dapat diminum di mana saja. #Setiap detik  minum air Zam-zam, nikmat mana yang kau dustakan?

Selanjutnya, ada baiknya jika kamu membawa tote bag. Tote bag ini sangat membantu kamu untuk menyimpan sepatu, sandal, botol minum, buku manasik, Al-Qur’an, gawai, maupun barang lainnya, selama beraktivitas di dalam atau luar Masjid. Meskipun di meskipun disediakan rak sepatu, dengan membawa tote bag pribadi akan jauh lebih praktis. Pada saat ibadah Anda cukup meletakkannya di samping atau di atas sajadah, sehingga tidak khawatir untuk berdesakan mengambil sepatu atau pun kehilangannya. Tetapi ingat ya, jika membawa Al-Qur’an sepatunya tidak di campur dalam satu wadah.

Baca Juga  Tips Mengatasi Suasana Hati di Tengah Pandemi Covid-19

Saya pribadi membawa 2 botol minum origami yang dapat dilipat, sehingga memakan banyak space (cek di ) dan 3 tote bag, masing-masing untuk saya, ibu dan cadangan.

9. Cek periode haid dan membawa obat pribadi

Bagi jamaah perempuan, mengecek periode haid sebelum umrah sangat diperlukan terlebih jika periode haid berdekatan. Ada baiknya jika Anda melakukan konsultasi ke dokter. Saya pribadi melakukan konsultasi ke dokter, karena jadwal haid saya diprediksikan bertepatan dengan jadwal keberangkatan. Sehingga dokter memberikan yang diperlukan agar periode saya “tertunda”.

Meskipun agen travel menyediakan dokter, akan tetapi penting juga bagi Anda untuk membawa obat-obatan rutin yang digunakan. Just in case, stok dokternya habis atau tidak tersedia. Sedia obat sebelum kumat 🙂

10. Pakaian dalam dan peralatan pendukung

Jumlah pakaian dalam dapat di sesuai dengan kebutuhan sehari-hari, misalnya 3 setel dalam sehari. Selain itu Anda juga dapat menyediakan pantiliner, untuk berjaga-jaga apabila kondisi kewanitaan Anda ‘basah’.

Anda juga dapat membawa sabun cuci cair yang dapat digunakan untuk mencuci pakaian dalam selama di hotel. Sementara untuk baju maupun jilbab dapat di laundry baik di hotel maupun menggunakan jasa laundry terdekat. Biasanya pihak travel agen juga akan menawarkan. Selain itu Anda juga dapat membawa gantungan baju terutama bagi Anda yang dalam satu kamarnya beranggotakan lebih dari 2 orang.

Rahmania, itulah tips yang dapat saya bagikan. Semoga bermanfaat serta diberikan kemudahan untuk menunaikan ibadah umrah. Amiin.

Bagikan
Comments
  • Fatmawaty Jamal

    Semoga kita semua bisa berkunjung ke Baitullah bersama keluarga tercinta. Aamiin🤲

    Agustus 29, 2023
  • Irfan Abidin

    Tulisan yang sangat menarik, semoga nanti bisa berkesempatan buat umroh jugaa. Aamiin🤲

    Agustus 29, 2023
Post a Comment