Fitrah Based Education: Seni Kasih Sayang dalam Mendidik Anak
FBE atau Fitrah Based Education yang memiliki arti pendidikan berbasis fitrah merupakan sebuah metode atau cara yang konkret untuk mendidik anak dengan penuh kasih sayang. Prinsip pendidikan FBE telah Allah jelaskan di dalam FirmanNya. Q.S al-Rum [30] : 30
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.
Dalam ayat tersebut Allah telah menyebutkan bahwa manusia diciptakan menurut fitrah, dan fitrah tersebut tidak dapat diubah akan tetapi kebanyakan manusia (pendidik) tidak mengetahui. Begitu juga di dalam hadis Nabi Saw.
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi”
Begitu jelas pemaparan dari hadis tersebut, bahwa orang tua sangat berpengaruh terhadap pendidikan seorang anak. Kedua dalil tersebut dapat dinyatakan bahwa sebuah pendidikan seorang anak berdasarkan fitrah yang telah ditentukan oleh Allah Swt. Fitrah juga bermakna benih atau juga ciptaan yang unik, yang mengaitkan fitrah dengan sikap bawaan, personalitas, potensi, atau karakter unik dari seseorang.
Konsep Penerapan FBE
Agar orang tua atau pendidik lainnya dapat mendidik anak sesuai dengan fitrahnya, terdapat 8 aspek fitrah yang telah dimiliki oleh manusia :
1. Fitrah Keimanan
Fitrah keimanan cenderung terhadap manusia dalam beriman dan bertuhan, serta dapat ditumbuhkan kepada anak dari lahir hingga berusia 7 tahun. Karena pada usia 7 tahun anak mulai memasuki masa imajinasi, maka membutuhkan pendidikan yang lembut penuh dengan kasih sayang dengan cara menumbuhkan semangat gairah cinta kepada Islam, Allah, dan Rasul-Nya melalui ciptaan-ciptaan Allah yang ada di sekililingnya.
2. Fitrah Jasmani
Setiap anak dilahirkan dengan fisik yang aktif bergerak dan panca indra yang interaktif. Hal tersebut merupakan cara Allah menciptakan manusia agar mampu menjalankan hidup di bumi. Fitrah ini dapat diterapkan dengan cara mengenalkan sesuatu yang kotor atau bersih, sehingga seorang anak dapat membedakan mana yang sehat bagi dirinya dan mana yang dapat menyebabkan sakit pada dirinya.
3. Fitrah Perkembangan
Fitrah perkembangan merupakan fitrah yang berkaitan dengan perkembangan seorang anak. Adapun fitrah ini memiliki beberapa tahapan berdasarkan usia anak di antaranya adalah usia 0-6 tahun, usia 7-10 tahun, usia 11-14 tahun, dan usia 15 tahun ke atas. Dalam usia-usia tersebut orang tua memiliki peran dalam mendidik seorang anak dengan mengikuti sunnatullah dalam setiap tahap.
4. Fitrah Belajar dan Bernalar
Seorang anak memiliki potensi belajar sejak bayi. Bayi tersebut akan memiliki perkembangan secara bertahap dalam menjalani hidup. Ia akan perlahan belajar merangkak, berdiri, dan berjalan. Begitu juga peran orang tua yang akan mendorong dalam proses tahapan tersebut. Seperti halnya ketika seorang anak belajar untuk berjalan, maka tangan orang tua pun akan menjadi sebuah perantara agar anak tersebut bisa berjalan.
5. Fitrah Individualitas dan Sosial
Dalam fitrah individualitas dan sosial setiap anak juga memiliki tahap perkembangan. Pada usia 0-6 tahun seorang anak memasuki tahap fitrah individualitas dan ketika usia 7 tahun ke atas setiap anak memasuki tahap fitrah sosial. Dalam tahap individualitas seorang anak belum memiliki tanggung jawab sosial dan moral, sedangkan di usia 7 tahun ke atas anak sudah memiliki tanggung jawab tersebut. Sehingga mereka harus memiliki rasa peka terhadap lingkungan sekitar. Begitu juga dengan dorongan orang tua untuk mengarahkan ke yang lebih baik.
6. Fitrah Bakat
Fitrah bakat atau potensi merupakan sebuah skill yang telah Allah tanamkan kepada seorang anak. Oleh karena itu orang tua perlu mendorong sisi kelebihan seorang anak. Karena kelebihan seorang anak merupakan sebuah totalitas yang telah Allah tanamkan, hanya saja perlu didikan atau sebuah dorongan dari orang tua demi mewujudkan perkembangan bakat seorang anak.
7. Fitrah Bahasa dan Estetika
Dalam fitrah bahasa seorang anak juga memiliki kemampuan berbahasa sejak lahir, seperti halnya bahasa bayi. Perlahan seorang anak juga akan mendapatkan pendidikan dari orang tuanya untuk berbicara dan perlahan anak tersebut akan memiliki ragam bahasa yang berbeda. Sedangkan fitrah estetika, seorang anak juga memiliki rasa ketertarikan pada sesuatu yang indah berdasarkan perspektif masing-masing seorang anak (sense aesthetics). Dan seorang anak juga mampu membedakan antara yang indah dan tidak berdasarkan perspektif masing-masing anak. Dalam kemampuan tersebut tentunya sangat memerlukan peran orang tua untuk mempertajam dan mengarahkan ke lebih baik lagi.
8. Fitrah Seksualitas dan Cinta
Dalam fitrah seksualitas dan cinta, seorang anak lahir berdasarkan gendernya, anak tersebut juga akan mengerjakan suatu hal berdasarkan gendernya. Begitu juga dengan fitrah cinta, bahwa Allah telah menanamkan fitrah seorang manusia dalam memiliki rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mendidik fitrah seksualitas dan cinta seorang anak agar tidak terjadi penyimpangan fitrah.
Dari pemaparan penulis di atas, dapat dikatakan bahwa peran orang tua, dukungan, hingga kasih sayang yang penuh dalam mendidik seorang anak sangat berpengaruh pada pertumbuhan seorang anak. Terkhusus dengan pendidikan berbasis fitrah, basis pendidikan ini sangat logis untuk dikatakan pendidikan yang penuh dengan kasih sayang. Karena perlunya waktu yang berkualitas, hati nurani, dan motivasi dalam mendidik seorang anak.
Editor: M Taufiq Ulinuha
Instagram : @a.khrnnisaaa FB : Nisa Twitter : @Nisaooo2.

Abdi
Ditunggu karya selanjutnya bu