f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
emotional numbness

Mengenal Emotional Numbness, Pernahkah Mengalaminya?

Setiap orang pasti pernah mengalami stres dalam setiap perjalanan hidupnya. Terkadang banyak kejutan tak terduga yang menghampiri sehingga membuat kita tak siap menghadapi hingga berakhir stres. Memang, tidak selamanya hidup berjalan menggembirakan pasti ada yang namanya tantangan, ujian, dan hal-hal yang memilukan. Pahit, manis, dan asamnya perjalanan hidup yang kita jalani, belum lagi pertanyaan dan ucapan orang-orang yang menghakimi membuat rasa semakin sesak di dada.

Pemicu Emotional Numbness

Mengelola aktivitas di lingkungan seperti halnya mengerjakan tugas yang mendekati deadline, menghibur teman yang lagi sedih, menjadi support system, mengurus pekerjaan belum lagi masalah diri sendiri yang kadang tersakiti, ditolak bahkan merasa dilupakan itu membuat kita lalai ruang untuk diri sendiri. Ruang yang asyik nan menenangkan akan mengimbangi berbagai aktivitas yang ada.

Terkadang kita terlalu banyak merasakan, memikirkan, dan melakukan hal-hal yang seharusnya nggak perlu kita lakuin. Dengan menanggapi semua kegiatan yang ada di depan mata, kita merasa terbebani dan akhirnya memilih pergi daripada menghadapi itu semua. Bukannya nggak mau tapi kita tidak sanggup menghadapi semua itu. Lalu kita membentengi diri agar tidak merasakan sakit dan kesedihan dengan memilih mati rasa, itulah yang disebut dengan Emotional Numbness.

Emotional Numbness atau mati rasa adalah keadaan di mana seseorang tidak dapat merasakan ataupun mengekspresikan emosi. Setiap manusia pasti pernah mengalami mati rasa dalam hidupnya. Seorang psikoterapis dengan nama Mayra Mendes mengatakan bahwa Emotional Numbness adalah proses menutupi perasaan yang sedang dialami dan berakibat penurunan produktivitas.

Penyakit mental seperti mati rasa emosional kerap menyerang generasi muda karena mengalami stres yang bertubi-tubi. Meski terbilang penyakit mati rasa emosional ini sifatnya sementara, beberapa orang menganggap bahwa ini adalah strategi untuk menghindari rasa sakit baik secara emosional maupun fisik. Walaupun akhirnya memberikan rasa kelegaan yang sifatnya sebentar, hal ini tentunya bisa berdampak jangka panjang.

Baca Juga  Mencari Jati Diri Sebagai Seorang Muslim
Ciri-ciri Mati Rasa Emosional

Orang yang mengalami Emotional Numbness merasa hidupnya hampa, tidak tertarik dengan masa depan tidak ada hingga harapan untuk melanjutkan hidupnya. Lalu mereka akan menarik diri dari lingkungan, membatasi diri untuk meluapkan perasaan dan emosi. Hal ini dapat bermula dari trauma suatu peristiwa, berbagai masalah yang menumpuk dan sangat menekan. Sehingga mereka tidak mampu melampaui dan mengatasinya yang berakhir tidak tertangani dengan baik.

Beberapa gejala saat diri kita maupun orang di sekeliling mengalami Emotional Numbness

  1. Merasa datar dalam menjalani hidup
  2. Hilangnya minat pada aktivitas yang biasa disukai
  3. Merasa asing dan jauh dari orang lain, suka menyendiri
  4. Gagal mengakses perasaan, hati dan pikiran tidak dapat menyatu dengan tubuh
  5. Mengalami ketidakmampuan untuk berpartisipasi penuh dalam kehidupan

Sebagian gejala di atas yang bisa kita ketahui ketika Emotional Numbness menghampiri. Mungkin ada beberapa penyebab perasaan mati rasa secara emosional muncul, di antaranya depresi dan kecemasan.

Dua faktor ini sangat umum memicu akan adanya perasaan yang hampa. Orang yang mengalami gangguan kecemasan dan depresi kemungkinan akan mengalami mati rasa emosional, ini sebagai bentuk respon akibat stres yang tinggi, kekhawatiran dan ketakutan yang berlebihan. Banyak orang yang menarik diri dari lingkungannya, memutuskan hubungan dengan dunia luar akibat mengalami peristiwa buruk. Hal ini dianggap sebagai bentuk melindungi diri dari rasa sakit atau disakiti.

Benar, di awal akan merasa tenang dan lega untuk melanjutkan hidup, namun di balik itu kalian menutup akses komunikasi dan perasaan terhadap orang lain yang malah akan membuat merasa hampa. Lalu penggunaan obat anti-depresan juga menyebabkan mati rasa. Karena obat tersebut berpengaruh terhadap kerja otak dalam memproses suasana hati dan emosi manusia.

Baca Juga  Atas Nama Perjuangan Sad Boy, Mari Menolak Pola Kaderisasi Sugar Daddy
Merawat Emotional Numbness

Dengan adanya penyebab dan gejala mati rasa emosional, langkah terbaik yang bisa dilakukan untuk menghilangkan rasa hampa nan hidup yang datar adalah keluar dari zona nyaman dan mulai terkoneksi dengan orang luar. Beberapa penanganan yang dapat kita lakukan untuk mengatasi mati rasa emosional antara lain,

  1. Support system, menghubungi orang terdekat dan berbagi perasaan akan sedikit mengurangi beban. Dukungan dari keluarga, sahabat, teman akan sangat bermanfaat, dengan itu penderita akan merasa lebih aman. Selain itu mengenali emosi diri dan mengatur pola hidup juga akan membantu dari stres yang berlebihan.
  2. Olahraga, secara umum mungkin sudah jelas jika olahraga dapat mengurangi stress. Salah satu penyebab Emotional Numbness adalah cemas dan stres, maka olahraga bisa menjadi aternatif solusinya. Selain itu aktivitas olahraga yang tepat juga mampu memproduksi hormon endorfin.
  3. Beristirahat yang cukup, untuk menjaga kesehatan fisik dan mental istirahat yang cukup dan berkualitas juga menjadi poin yang penting. Meski sibuk akan pekerjaan maupun aktivitas yang lain, beri waktu istirahat yang sehat untuk dirimu ya.
  4. Atur pola makan, makan yang sehat, teratur dan penuh nutrisi akan memberikan ketenangan jangka panjang.
  5. Konsultasi dengan psikiater, seorang psikiater yang professional akan membantu kalian megetahui akar masalah dan menemukan solusi masalah yang terbaik

Emotional Numbness yang membuat hidup hampa tidak bersemangat penyebabnya adalah stres yang berlebihan dan perasaan takut disakiti. Untuk menangani itu beberapa penanganan di atas dapat dilakukan, jangan merasa sendiri ketika berada dalam masa sulit di hidup Rahmania. Bertemulah dengan orang terdekat untuk berbagi cerita, jika belum ada solusi yang baik setidaknya beban yang kamu rasa berat akan sedikit berkurang.

Baca Juga  Faqihuddin Abdul Kodir dan Teori Qira’ah Mubaadalah untuk Relasi Kesalingan

Bagikan
Post a Comment