Tetap Menjadi Ibu Bahagia di Era Layar
Mengetik kata kunci “tip menjadi ibu bahagia”, di search engine terbesar di dunia. Dan dalam waktu 31 detik langsung muncul 99 hasil. Siapa kira-kira yang lebih banyak mengetik kata kunci itu? Kemungkinan adalah mereka yang sudah menjadi istri dari seorang suami. Mereka yang sudah berada dalam sebuah ikatan perkawinan yang sah menurut agama. Kenapa bisa begitu? Karena mereka membutuhkan bacaan sebagai referensi dasar ketika berada dalam sebuah ibadah terpanjang dalam hidupnya.
Bisa juga mereka yang dalam posisi hamil anak pertama atau mereka yang selesai melahirkan anak pertama, kedua, dan seterusnya dan mendapati hal-hal tak terduga dalam perjalanannya ketika sudah berperan sebagai ibu. Era layar memudahkan ibu untuk mencari referensi ringan yang bisa jadi rujukan. Setelah membaca beberapa artikel ringan, ibu bisa memilih artikel mana yang bisa diterapkan dan kompatibel dengan situasi dan kondisi ibu, dan mana yang tidak.
Banyak tips menjadi ibu bahagia, salah satunya adalah mengakui ketika suasana hati ibu sedang tidak baik-baik saja. Itu pun harus dikomunikasikan secara verbal dengan baik kepada pasangan. Komunikasi non verbal tidak cukup mewakili apa makna dari yang tersajikan di depan mata. Mengistirahatkan anggota badan juga penting untuk menjaga kualitas jiwa ibu selepas salat isya agar bisa bangun dan memperpanjang sujud di sepertiga malam.
Mengisi ulang energi agar full charge kembali juga bisa dilakukan dengan memberikan hadiah bagi diri sendiri. Misalnya dengan pergi ke salon untuk perawatan, atau berkumpul dengan komunitas sosial yang ibu biasa ikuti untuk berbagi. Mengajukan cuti dengan alasan jeda rutinitas bagi ibu yang bekerja juga menjadi cara untuk membuat bahagia. Dan menggunakan waktu cuti untuk makan makanan yang menurut ibu bisa menjadi penyokong energi fisik dan psikis selesai nonton film bersama anak-anak. Membeli minuman boba yang dinikmati dalam keadaan dingin sambil main online game sesekali dengan anak-anak yang memang digital generation juga bisa dilakukan.
Keterlibatan Ayah untuk Ibu Bahagia
Keterlibatan ayah, sebagai salah satu komponen penyusun kata orang tua, dalam proses pengasuhan memegang peran penting. Di mana pengasuhan dengan waktu yang intens itu jauh lebih baik (Imroatun et al., 2020). Perkembangan fisik, kognitif, dan sosial emosional anak akan lebih berkualitas ketika ayah turun tangan sejak proses kehamilan, ikut merawat bayi, sampai dengan berinteraksi secara berkualitas juga secara kuantitas dengan anak sesuai tahapan usianya (Ngewa, 2019).
Siapa yang mengusahakan ayah yang terlibat pengasuhan ini? Orang tua si calon ayah, sekolah si calon ayah, lingkungan si calon ayah harus bahu membahu mengusahakannya secara terus menerus. Penanaman pola pengasuhan yang memiliki kesetaraan dan keadilan gender. Bahwa laki-laki tidak hanya menjadi pencari nafkah dan berada di sektor publik tetapi juga harus mengisi tangki cinta dan kasih sayang anak-anaknya tentunya juga kepada istri dan ibu anak-anaknya. Apa manfaatnya? Anak akan menjadi responsif gender. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri kalau orangtuanya bermitra dan saling bekerja sama dalam mewujudkan keluarga yang hangat, memiliki nilai-nilai moral, dan berkarakter (Werdiningsih, 2020).
Goodbye fatherless country. Selamat tinggal ketimpangan pengasuhan. Selamat datang pengasuhan utuh dari ayah dan ibu. Dan selamat berbahagia selalu ibu. Senyummu melihat anakmu tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahapannya akan semakin merekah. Karena ayah akan mendampingimu selalu dalam memberi contoh yang baik sehingga menginspirasi anak-anak untuk menerapkannya di masa yang akan datang.

Bekerja di UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda dan Anggota Dewan Manajerial Bidang Pendidikan DPP Perkumpulan Rumah Produktif Indonesia 2022-2025
