Belajar dari Peristiwa Maulid Nabi dan Sumpah Pemuda
Oktober 2021 menjadi bulan penuh makna di tahun ini, karena akan ada 2 momen besar yang akan kita peringati. Kedua peristiwa tersebut ialah peringatan Maulid Nabi dan Hari Sumpah Pemuda. Kedua peristiwa tersebut dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali melakukan refleksi atas apa yang telah kita lalui selama ini.
Perlu kita pahami, kedua peristiwa tersebut menorehkan pelajarannya masing-masing. Kesyukuran kita atas kelahiran Rasulullah Saw. dan kesyukuran atas munculnya sumpah persatuan dari para pemuda; yang seharusnya menjadi tonggak semangat bagi kita semua untuk terus menjalani sunah beliau; dan juga sebagai perekat persatuan dalam situasi yang carut marut seperti saat ini.
Maulid Nabi (terlepas kontroversi antara pro dan kontra merayakannya) dan Sumpah Pemuda secara kesejarahan memiliki kemiripan. Maulid Nabi bagi umat Islam bertujuan untuk merayakan kelahiran Rasulullah Saw. Sedangkan sumpah pemuda diperingati untuk mengenang persatuan para pemuda dari berbagai suku bangsa untuk bersatu dalam bingkai Negara Republik Indonesia; dengan bertumpah darah satu, berbangsa yang satu dan berbahasa yang satu.
Konteks maulid dan sumpah pemuda secara substansi adalah bentuk kegembiraan dan penghormatan. Maulid sebagai Kegembiraan karena kelahiran manusia agung dan sumpah pemuda sebagai kegembiraan atas munculnya sumpah persatuan dari para pemuda.
Demikian juga maulid sebagai penghormatan terhadap kisah perjalanan Rasulullah Saw. dalam berdakwah; sedangkan sumpah pemuda sebagai penghormatan kepada para pemuda atas kelegowoannya untuk melepas atribut kesukuannya demi satu tanah air, bangsa dan bahasa.
Peringatan kedua peristiwa tersebut memiliki makna yang sama yaitu menengok peristiwa masa lalu yang mengubah sejarah dunia. Apa jadinya jika zaman sekarang pemuda-pemuda Islam tidak mengetahui sejarah Nabinya, tidak mengetahui siapa keluarga Nabi, siapa sahabat-sahabat nabi, dan sebagainya?
*
Begitupun juga jika anak-anak muda sekarang membanggakan sukunya masing-masing padahal sejak tahun 1928 para pemuda telah meninggalkan ego kesukuan mereka untuk bersatu dalam tumpah darah; bangsa; dan bahasa yang satu, Indonesia. Jangan sampai generasi muda sekarang tidak lagi paham butir-butir Sumpah Pemuda; siapa yang terlibat dalam peristiwa Sumpah Pemuda dan lain sebagainya.
Itulah mengapa peringatan maulid dan sumpah pemuda harus terus diperingati. Hal tersebut sebagai pengingat kepada generasi muda bahwa ada kisah yang perlu kita ketahui jauh sebelum kita lahir. Ada kisah pengorbanan, semangat dan pantang menyerah yang terus ingin disampaikan dari peringatan tersebut oleh pendahulu kita sehingga dapat terus diwarisi oleh anak cucu kita.
Yang mungkin berbeda saat ini adalah situasi dan kondisinya. Pemuda saat ini dikelilingi oleh teknologi dan internet sehingga seyogyanya peringatan tersebut bisa menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Gambaran kedua peristiwa tersebut tidak lagi hanya dikisahkan di masjid dan di lapangan tapi bisa juga dengan menggunakan sosial media seperti Instagram dan lainnya tanpa perlu lagi menunggu peringatan setahun sekali.
Misalkan untuk memberikan pencerahan kepada generasi muda Islam dapat dengan membuat aplikasi tentang kisah perjalanan Nabi (Risalah Nabawiyah) yang dapat berbentuk komik; sehingga bisa ditonton setiap saat oleh semua kalangan, demikian juga dengan perjalanan sumpah pemuda..
Keterkaitan dari peringatan maulid dan sumpah pemuda ini adalah soal keteladanan. Dalam maulid, kita diperkenalkan dengan kisah keteladanan Rasulullah Saw. dalam kehidupan sehari-harinya. Sedangkan dalam sumpah pemuda, kita diwarisi keteladanan para pemuda dari berbagai suku untuk mengikrarkan diri untuk mencapai tujuan yang lebih besar yaitu Indonesia Merdeka. Indonesia merdeka yang tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan bangsa lain tapi juga merdeka dari penindasan, kemiskinan, kebodohan dan lain sebagainya.
*
Di masa kini, keteladanan inilah yang perlu lebih ditingkatkan. Perayaan maulid seyogyanya bukan lagi sekadar perayaan yang menghadirkan penceramah, makan-makan terus pulang tapi bagaimana perayaan maulid mampu menghadirkan kisah perjalanan Nabi sampai akhir hayatnya yang dapat menjadi inspirasi generasi muda dalam menjalani kehidupan saat ini. Bagaimana ketabahan dan kesabaran Rasulullah Saw. dalam berdakwah diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi muda Islam dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang.
Namun yang terjadi saat ini, keteladanan itu tidak nampak pada diri umat islam. Antara jamaah satu kajian dengan jamaah dari kajian lain saling menyesatkan hanya karena berbeda pandangan yang berujung pada pembubaran kajian; padahal mereka sama-sama satu aqidah seperti yang terjadi pada kajian Ustaz Firanda Andirja, Ustaz Hanan Attaki dan kajian lainnya.
Sama halnya dengan peringatan sumpah pemuda, di mana peranan sumpah pemuda saat ini bukan lagi dalam melawan penjajah; tapi lebih kepada mengajak generasi muda untuk merawat dan melestarikan tujuan dari sumpah pemuda tersebut. Peringatan sumpah pemuda diperingati setiap tahun untuk mengingatkan kepada para pemuda; bahwa apa yang dicapai saat ini bukan merupakan hasil yang mudah di dapatkan.
Kemudahan-kemudahan yang kita rasakan saat ini hendaknya disadari bahwa hal tersebut bukan berasal dari pemberian penjajah tapi diawali dari proses panjang para pemuda pejuang dahulu yang memiliki kesadaran untuk bersatu dan bercita-cita untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka.
Pengorbanan egoisme dari Rasululllah Saw. dan para pemuda pada masanya hendaknya mampu menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia. Dengan kedua peristiwa tersebut diharapkan para pemuda lebih meneladani pengorbanan dari Rasulullah Saw. dan dari para pemuda terdahulu; untuk menangkal bahaya yang dapat merusak persatuan bangsa seperti narkoba, korupsi dan radikalisme.
Seorang abdi negara yang sedang belajar menulis
