f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
perempuan

Beauty Privilege: Perempuan dan Standar Cantiknya

Apa yang terlintas dalam benakmu ketika mendengar kata “Perempuan”? Perempuan sering di anggap dengan sebutan ribet, suka dandan, lemah lembut, cerewet dan lain sebagainya. Yupp! Hal-hal tersebut kebanyakan memang ada pada perempuan. Tetapi, yang paling melekat ketika kita memikirkan perempuan adalah kecantikannya.  

Perempuan dan Cantiknya

Perempuan memang identik dengan kecantikan. Menjadi cantik, adalah satu hal yang selalu di dambakan. Bagaimanapun juga pasti selalu ingin terlihat cantik dan menyita perhatian orang-orang di sekitarnya. Membeli pakaian yang menarik, bahkan mengaplikasikan skincare pada wajah agar terlihat glowing dengan harapan dapat mengikuti trend dan memenuhi standar kecantikan yang berlaku di masyarakat.

Bicara mengenai standar kecantikan, kita akan melihat pada paradigma yang berbeda-beda.  Cantik versi timur, barat, campuran, dan beragam versi cantik lainnya tersedia untuk dijadikan sumber rujukan. Bahkan antara individu yang satu dengan individu lainnya tentu punya tolak ukur yang berbeda dalam hal memandang kecantikan. Standar kecantikan itu juga bersifat dinamis, cenderung mengalami perubahan dari masa ke masa. Apalagi dewasa ini, kita sudah lebih banyak di suguhkan dengan kecantikan universal yang dengan mudahnya kita amati hanya dengan berselancar di media sosial. Bahkan, kecantikan seringkali menjadi alasan seseorang agar bisa memperoleh hak istimewa dalam masyarakat atau yang biasa di kenal dengan beauty privilege.

Beauty Privilege

Beauty privilege memang terlihat menarik di mata orang yang memiliki paras rupawan. Tetapi, adanya beauty privilege berpotensi menenggelamkan pemaknaan dari cantik itu sendiri. Orang yang berparas cantik di respon secepat kilat ketika bertanya, namun orang yang berparas biasa justru diabaikan. Orang yang berparas cantik mendapat kursi, orang berparas biasa harus tahan berdiri. Terlihat tidak adil dan berpotensi memberi dampak yang tidak baik jika terus hadir dalam masyarakat. Terutama bagi orang-orang yang memiliki paras biasa, mereka akan merasa di kucilkan karena tidak memiliki pengaruh dalam masyarakat.

Baca Juga  Fenomena Sungkan Menyapa Orang Lain

Bagaimanapun juga, semua pihak memiliki peran untuk menghadapi beauty privilege tersebut. Sebagai si rupawan, penting untuk menyadarkan diri bahwa memiliki wajah cantik itu memang menarik, tetapi perlu memikirkan mereka yang mungkin merasa tidak beruntung. Kepada si pemberi privilege, kita boleh memberi perhatian lebih kepada seseorang yang di anggap berwajah rupawan, tetapi sebaiknya juga harus memerhatikan perasaan mereka yang di anggap berwajah biasa. Dengan tidak membedakan atau memetakan perbedaan tersebut secara mentah-mentah. Jika kamu seorang muslimah, yang mungkin sedang berada dalam kebimbangan, ingin terlihat cantik dengan mengikuti setiap trend cantik kekinian namun semakin lupa akan makna memperjuangkan kecantikan yang sebenarnya.

Inner Beauty

“Sesungguhnya, orang yang paling aku cintai dan paling dekat denganku pada hari Kiamat di antara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya. Sesungguhnya, orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada hari Kiamat, adalah ‘tsartsarun’ (orang yang banyak omong), ‘mutasyaddiqun’ (orang yang suka menyakiti orang dengan ucapannya), dan ‘mutafaihiqun’.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui makna ‘tsartsarun’ dan ‘mutasyaddiqun’. Lalu, siapakah orang yang disebut dengan ‘mutafaihiqun’?” Rasulullah SAW. menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang sombong.” (h.r. Tirmidzi).

Muslimah yang baik, juga selalu berdoa:

“Ya Allah, sebagaimana Engkau telah membaguskan penciptaanku, maka perbaguslah akhlakku.” (H.R Ahmad)

Bahwa perempuan muslimah yang baik akan selalu berkata jujur dan bermanfaat. Otak selalu mendahulukan Allah dan berpikiran positif. Wajah tidak memakai make up yang berlebihan. Mata menjaga pandangan. Tangan selalu menolong dalam kebaikan. Kaki selalu berjalan menuju kebaikan.

Dengan demikian, sudah sepatutnya kita semua bersikap acuh terhadap beauty privilege. Kita harus berani menyuarakan bahwa perempuan yang cantik tidak selamanya dapat didefinisikan sebagai mereka yang berwajah glowing dan berhasil mengikuti trend kecantikan dalam masyarakat. Karena pada dasarnya, kecantikan diperoleh dengan  tetap menjaga kecantikan alami yang ada dalam diri, cukup dengan berpenampilan rapi yang di iringi akhlak yang terpuji.

Baca Juga  Menangkap Pesan Hukum Islam sebagai Manhaj Kehidupan (Mengkritisi Fenomena Sosial dalam Optik Ichsanuddin Noorsy)

Bahwa tidak selayaknya terdapat hak istimewa bagi beberapa perempuan saja. Karena pada hakikatnya, semua perempuan memiliki hak untuk dihargai terhadap apa-apa yang mereka miliki.

Editor; Iefone Shiflana Habiba

Bagikan
Post a Comment