f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
budaya hedon

Bagaimana Islam Memandang Budaya Hedon?

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman. Teknologi dan budaya saat ini juga semakin canggih modern. Tentunya, adanya globalisasi dan modernisasi juga berpengaruh terhadap negara-negara di dunia termasuk negara Indonesia.

Jika kita menolak masuknya budaya baru, sama artinya dengan kita mengucilkan diri sendiri dari kancah internasional. Jika kita tidak siap mengantisipasi dan menyaring arus globaliasasi dan modernisasi, maka akan berdampak  negatif bagi kita. Salah satunya yaitu gaya hidup hedon yang terus berubah setiap saat.

Budaya hedon saat ini marak terjadi di Indonesia dan menjangkit semua kalangan. Tidak sekedar anak muda saja, orang tua pun tak kalah ketinggalan dalam mengikuti tren. Sebagai contoh, saat ini banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan barang bermerk, nongkrong di kafe atau mall, berpakaian minim meniru artis luar negeri, dan lain sebagainya. Lantas, bagaimana agama harus hadir dalam hal ini?

Budaya Hedon dalam Islam

Hedonisme berasal dari paham sebuah aliran filsafat dari Yunani. Tujuan paham aliran ini, yaitu untuk menghindari kesengsaraan dan menikmati kebahagiaan sebanyak mungkin dalam kehidupan di dunia. Padahal kita semua, umat Islam sudah diperingatkan oleh Allah Swt; bahwa kenikmatan dunia itu hanya bersifat sementara, maka sebaiknya kita hidup dengan sewajarnya saja.

Kedangkalan dalam makna hedonisme ini mulai terasa. Pemahaman negatif mulai dilekatkan, dan pemahaman positif terus menghilang. Ini karena hedonisme yang bermakna kebahagiaan bergeser dengan mengutamakan kenikmatan. Pengertian dari kenikmatan berbeda dari kebahagiaan.

Kenikmatan cenderung lebih bersifat duniawi, kenikmatan hanya mengejar hal-hal yang bersifat sementara. Masa depan tidak terlalu dipikirkan. Yang paling utama dan berarti adalah saat ini. Hidup adalah suatu kesempatan yang datangnya hanya sekali, karena hal inilah muncul pemikiran yang sempit.

Baca Juga  Pemikiran Modernisasi Islam Nyai Siti Walidah

Inilah pemikiran hedonis negatif yang berkembang saat ini. Pemikiran ini, sepertinya cocok dengan gaya masyarakat modern. Individualis dan nafsu untuk meraih kenikmatan sangat kental mewarnai kehidupan kita.

Seseorang yang hedon hanya memikirkan kenikmatan dan cenderung bermewah-mewahan, atau berperilaku boros. Padahal dalam Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 27 disebutkan. “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. Perilaku boros merupakan perilaku yang dibenci oleh Allah Swt.

Selain boros, dampak negatif akibat budaya hedon lainnya adalah dapat memicu hutang. Orang yang hedon cenderung memiliki gengsi yang tinggi. Mereka selalu ingin terlihat lebih dari yang lain. Gaya hidup hedon tentunya menguras banyak uang. Bukan untuk memenuhi kebutuhan, namun untuk memenuhi nafsu yang mereka inginkan.

Jika sudah seperti itu, mereka akan melakukan apa saja termasuk berhutang. Rasulullah bersabda. “Berhati-hatilah kamu dalam berhutang, sesungguhnya hutang itu mendatangkan kerisauan di malam hari dan mendatangkan kehinaan di siang hari.” (HR.Baihaqi). Berhutang sangat tidak dianjurkan dalam Islam, apalagi hutang hanya utnuk memenuhi nafsu untuk hidup bermewah-mewahan.

Menghindari Perilaku Hedon

Orang yang hedon akan merasa mampu, dan itu bisa termasuk ke dalam sifat sombong. Mereka selalu ingin dipuji dan selalu membanggakan diri di depan orang lain. Dalam Islam, sifat sombong sangat dibenci. Hal itu sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis.

Tidak hanya itu, orang yang hidup hedon cenderung tidak memikirkan masa depan.  Sikap hedon bisa berujung kepada upaya mengejar kenikmatan sesaat saja. Orang yang benar-benar terobsesi untuk bersenang-senang akan melupakan masa depan.

Pada zaman modern sekarang ini, perilaku konsumtif seperti hedonisme, sudah menjadi hal yang lumrah bagi kebanyakan orang. Sedangkan dalam Al-Qur’an telah diatur tiga prinsip dasar konsumsi. Yaitu halal, bersih dan menyehatkan, serta kesederhanaan.

Baca Juga  Mereka Mempertontonkan “Kaya Itu Bahagia”

Kita sebagai seorang muslim harus menjauhi perilaku konsumtif/hedon. Karena hedon memiliki banyak bahaya; seperti boros, sombong, dan melakukan apapun demi mencapai hal yang diinginkan.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghindar perilaku hedon, di antaranya; hidup dengan cara yang sederhana, bekerja lebih keras, hindari gaya hidup konsumtif, memilih pergaulan dengan tepat, dan selalu bersyukur. Jangan terlalu sering melihat ke atas, perbanyak lihat ke bawah agar selalu bersyukur. Banyak orang lain yang belum seberuntung kita,

Dalam Islam, hedon atau berfoya-foya merupakan hal yang sama sekali tidak dianjurkan dalam Islam, juga termasuk ke dalam akhlak yang tidak terpuji. Secara langsung juga, pengaruh paham hedonisme akan berpengaruh pada individu dalam memanfaatkan uang yang diperoleh.

Oleh karena itu, selalu tingkatkan kadar keimanan kita setiap waktu dengan cara bersyukur dan selalu mengingat akan kuasa Allah. Karena sesungguhnya rezeki, maut, dan jodoh telah digariskan oleh sang pencipta. Dan semoga kita senantiasa dilindungi serta dihindarkan dari sifat-sifat yang dibenci Allah.

Bagikan
Post a Comment