f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

Amarah Orang Tua Membawa Anak pada Kenakalan Remaja

Baru-baru ini sering ditemukan tindakan kenakalan remaja yang meresahkan masyarakat. Bukan hanya sekali atau dua kali, mereka melakukanya berulang kali. Seakan-akan tidak ada rasa jera dalam diri mereka. Tindakan konyol ini tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga masyarakat sekitar. Banyak masyarakat yang mengeluh atas tindakan menyeleweng ini. Kenakalan remaja disinyalir ada keterkaitan dengan amarah orang tua pada anak.

Pada bulan Mei lalu, kedapatan siswa SMA di Bantul yang melakukan tawuran. Dari artikel yang saya baca, ditemukan senjata tajam yang berhasil diamankan. Sangat sedih mengetahui kabar bahwa ternyata masih banyak siswa SMA yang melakukan tindakan menyimpang ini. Karena yang mereka tahu hanyalah reputasi dan rasa gengsi yang besar di antara mereka.

Bagi mereka dengan melakukan tawuran, akan menunjukkan ketangguhan dan kehebatan mereka. Padahal itu salah. Tidak ada suatu hal buruk yang hebat. Memang di usia tersebut, ego dan obsesi seorang remaja sedang pada masa puncaknya. Akan tetapi, jika pengawasan dari orang tua benar-benar kuat, maka sangat kecil kemungkinan bagi mereka untuk melakukan hal menyimpang tersebut.

Nah, ternyata perlakuan orang tua itu sangat mempengaruhi perkembangan karakter seorang remaja. Bagaimana tidak, setiap hari siapa yang sering berinteraksi dengan anak kalau bukan orang tuanya. Posisi orang tua sebagai contoh dan panutan seorang anak sangat menentukan. Sikap orang tua akan selalu terekam dalam memori anak.

Orang tua yang Kasar

Akan tetapi, pada kenyataannya masih banyak orang tua yang tidak perhatian dan bersikap kasar terhadap anaknya. Tidak hanya pada saat anak berusia remaja, bahkan di usia yang masih sangat kecil, mereka para orang tua sudah tega memperlakukan anaknya tanpa perasaan. Banyak ditemukan orang tua baru yang bukannya mengasihi dan menyayangi balitanya, malah cacian dan omelan yang sering terlontar dari mulutnya. Sungguh memprihatinkan kondisi ini.

Baca Juga  Pentingnya Menanamkan Pendidikan Karakter pada Anak

Akhir-akhir ini banyak sekali ditemukan orang tua yang sering membentak, kasar, dan berlaku tidak adil pada anaknya. Di daerah tempat tinggal saya contohnya, ada orang tua yang selalu menyalahkan hal apapun yang telah diperbuat anaknya. Sering kali melihat, ketika anaknya menangis bukannya dihibur dan ditenangkan, eh, malah dimarahi dan disalahkan terus. Kasihan kan anaknya.

“Kalau memang belum bisa menjaga dan merawat anak, ngapain buru-buru nikah”, batin saya saat melihat hal itu terjadi. Prihatin juga saat melihat anak yang belum tahu apa-apa justru mendapatkan amarah dan bentakan dari orang tuanya setiap hari. Mungkin ada kalanya orang tua itu jengkel dengan anaknya, tetapi tidak harus dengan perlakuan kasar seperti itu kan. Anak punya caranya sendiri kok untuk menunjukkan ekspresinya. Ada yang mudah menerima arahan, namun ada pula yang butuh waktu lama saat memahami arahan dari orang tuanya.

Mental Anak yang Terganggu

Ketahuilah para orang tua bahwa perlakuan keras, kasar, dan suka bentak-bentak itu akan mempengaruhi mental dan moral anak. Perlakuan kasar orang tua akan terekam langsung dalam memori anak sejak masih balita. Jika anak sering mendapatkan bentakan dan cacian, maka akan membentuk anak menjadi orang yang tempramen dan mudah marah. Tentu ini bukanlah harapan dari setiap orang tua, kan?

Ada pula orang tua yang suka membanding-bandingkan anaknya dengan anak tetangganya. Kasus ini bahkan sering sekali terjadi di lingkungan tempat tinggal saya. Tetangga saya misalnya. Ibunya selalu tidak terima dengan nilai rapot yang didapat dari anaknya. Dia selalu memuji anak tetangga yang nilainya lebih bagus.

Bahkan suatu saat, ibunya itu memarahi anaknya tidak karuan. Dengan menunjukkan sikap garangnya, ibunya membentak-bentak hanya karena anaknya tidak naik kelas. Ditambah lagi sang ibu justru memberi beban pada anaknya dengan membandingkannya dengan anak tetangga yang mendapat ranking di kelasnya. Apakah tidak kesal sebagai seorang anak jika diperlakukan seperti itu?

Baca Juga  Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Mungkin saja anak tetangga lebih pintar atau lebih penurut, tetapi jangan sampai anaknya sendiri merasa tersisihkan dan merasa bersalah akan kondisi yang dimilikinya. Tidak ada anak yang pengen dirinya terlihat buruk. Kondisi buruk yang dimiliki oleh seorang anak, bukan atas dasar keinginannya. Jika semua anak bisa diberi tawaran, maka mereka tidak akan memilih kondisi buruk seperti yang menimpanya.

Idola Orang Tua

Para anak pasti ingin dirinya menjadi idola dan dambaan setiap orang tua. Tetapi mereka bisa apa? Semuanya tergantung orang tua dalam mendidik dan mengajar anak-anaknya. Anak tetangga mungkin memiliki karakter yang lebih baik karena memang orang tuanya mendidik dengan baik pula. Mungkin saja mereka mengetahui kelemahan anak-anaknya, namun masih bisa menerimanya.

Seorang anak akan menghargai dan menghormati orang tuanya jika sang orang tua juga menunjukkan rasa cinta dan kasih sayangnya. Tidak ada anak yang istilahnya caper, jika orang tua  memberikan perhatian penuh kepadanya. Karakter anak adalah hasil dari perlakuan orang tua terhadapnya. Sikap yang melekat dari seorang anak tergantung dari bagaimana orang tuanya mau membentuk.

Bahkan sikap orang tua yang kurang baik ini akan membawa anak pada kenakalan remaja. Orang tua yang setiap harinya menunjukkan amarahnya tanpa alasan yang jelas akan menjadi beban dan kesedihan yang terus-menerus tertumpuk di dalam hati sang anak. Sehingga mungkin saja hal ini bisa menjadi ajang pelampiasan anak ketika sudah besar nanti. Cukup ngeri sih jika hal itu terjadi. Sehingga anak yang tidak tahu apa-apa menjadi korbannya.

Kenakalan Remaja

Terlebih jika anak berada di pergaulan yang salah. Mereka akan semakin termotivasi dan merasa mempunyai peluang yang besar untuk melampiaskan kekesalannya. Jika hal ini dibiarkan orang tua begitu saja, maka akan menjurus pada kenakalan remaja. Cukup sepele sih penyebab awalnya, namun lama kelamaan jika dibiarkan terus-menerus akan tumbuh menjadi masalah besar.

Baca Juga  Pengobatan Alami Rumahan untuk Meredakan Batuk pada Anak

Nah, maka dari itu sebagai orang tua hendaknya selalu menunjukkan rasa kasih dan sayangnya kepada anak-anaknya. Tidak peduli apapun kondisi sang anak. Kelebihan dan kekurangan sang anak harus diterima dengan baik dan ikhlas.

Seorang anak ingin menjadi yang nomor satu dimata orang tuanya. Mereka sangat senang jika orang tuanya bangga terhadapnya. Seberapa kecil pun kebaikan yang dilakukan oleh sang anak, orang tua harus mau mengapresiasinya. Karena siapa lagi yang akan memujinya kalau bukan orang tuanya sendiri.

Orang tua yang bijaksana adalah mereka yang mau bersabar dan bersyukur atas apa yang telah dikaruniakan kepadanya. Maka, amarah orang tua harus dikendalikan. Anak adalah titipan dari Sang Pencipta. Oleh sebab itu, sebagai orang tua hendaknya mau dan bersedia untuk menjaga dan merawat anak-anaknya dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Bagikan
Post a Comment