f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
corona

Manusia, Corona, dan Takdir

Berbicara mengenai takdir,takdir merupakan hukum sebab akibat yang berlaku secara pasti sesuai dengan ketentuan Allah SWT, yang baik maupun yang buruk. Dalam bahasa Arab, takdir disebut qadara atau yuqaddiru atau taqdir arti harfiahnya adalah ukuran, ketentuan, kemampuan, dan kepastian.

Dalam Qs al furqan ayat 2 yang berbunyi

اۨلَّذِىۡ لَهٗ مُلۡكُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَلَمۡ يَتَّخِذۡ وَلَدًا وَّلَمۡ يَكُنۡ لَّهٗ شَرِيۡكٌ فِى الۡمُلۡكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَىۡءٍ فَقَدَّرَهٗ تَقۡدِيۡرًا

Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(-Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.

Artinya bahwa Allah swt telah menetapkan segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini. Berdasarkan salah satu sifat wajib allah yakni Qidam dan ‘ilmun yaitu terdahulu dan mengetahui.

Apakah Corona Takdir?

Sesungguhnya orang yang beriman percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini telah diatur oleh Allah SWT; dan tidak ada satu pun umatnya yang mengetahui apa yang akan terjadi. Mereka orang yang beriman akan tetap tawakal, sabar, dan akan meningkatkan ibadah-nya dimasa wabah menghadang.

Corona merupakan suatu virus yang menyerang imun tubuh manusia, dan virus ini telah menyebar di berbagai pejuru dunia dan Indonesia salah satunya , efek yang ditimbulkan bisa berupa kematian. Para ilmuwan dan dokter di seluruh dunia masih sedang mencari obat untuk melawan virus ini.

Berbagai upaya dilakukan untuk menanggulangi virus ini dari isolasi diri dan karantina di beberapa negara. Para dokter dan ilmuwan menyarankan agar di masa pandemi ini manusia harus terus menjaga kebersihan, menggunakan masker, dan isolasi diri untuk menekan resiko infeksi virus corona. Terdapat hadist mengenai isolasi diri pada zaman nabi                   

Baca Juga  Andrei dan Ujian Kehidupan


إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا 

Artinya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari) 

Sesungguhnya kita manusia hanya bisa berdoa,yakin dan percaya bahwa segala sesuatu yang telah terjadi  adalah ketetapan Allah SWT . Takdir yang tidak kita ketahui tapi harus kita yakini adanya.

Hubungan Manusia dengan takdir

Di antara perkara yang paling penting dalam masalah ketaqwaan adalah beriman kepada takdir Allah Swt. Beriman kepada takdir merupakan hal yang sangat utama dalam menghadapi pernak pernik ujian cobaan kesusahpayahan dalam duniawi.

Ketika seorang manusia berusia 4 bulan 10 hari di dalam rahim seorang ibu, Allah Swt telah meniupkan ruhnya, lalu menentukan takdir di lauhil mahfuz yang menyangkut umur ,rezeki, amal, bahagia dan celakanya sebelum terlahir di dunia.

Setiap manusia harfiahnya telah ditetapkan takdirnya masing masing sebelum akhirnya terlahir ke dunia. Dan sesungguhnya manusia  tidak bisa mengubah ketetapan yang telah ditentukan oleh Allah Swt, manusia hanya bisa berdoa dan berharap dan Allah yang menentukan.

Mereka yang sadar akan keberadaan takdir Allah akan menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi di kehidupannya di dunia telah diatur dan sebagaimana  dikatakan bahwa Allah Swt adalah seorang pencipta senario terbaik untuk umatnya. Ketika manusia diuji akan kesusahan, kegagalan dalam kehidupannya, maka orang yang beriman percaya bahwa di balik kesulitan yang dihadapinnya  Allah Swt selalu berada di sampingnya. Dan di balik itu semua selalu ada hikmah baik untuk kehidupannya.

QS. AL-Hadid ayat 22                                                                                                            

Baca Juga  Enam Cara Manjur untuk Menerima Takdir

مَاأَصَابَ مِنْ مُصِيْبَةٍ فِى اْلأَرْضِ وَلاَ فِى اَنْفُسِكُمْ اِلاَّ فِى كِتَبٍ مِنْ قَبْلِ اَنْ نَبْرَأَهَ                                                

Artinya: “Tiadalah sesuatu bencana yang menimpa bumi dan pada dirimu sekalian, melainkan sudah tersurat dalam kitab (Lauh Mahfudh) dahulu sebelum kejadiannya.” (Q.S. Al-Hadid: 22)

Takdir mubram

Takdir mubram adalah takdir yang sudah ditulis dalam lauhul mahfuz yakni takdir yang tidak bisa dielak oleh seseorang. Merupakan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah Swt dan takdir yang tidak dapat ditawar ,dikurangin, atau pun ditambahkan. Contohnya kematian dan kehidupan seseorang.

Allah swt berfirman

يَمْحُوا۟ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِندَهُۥٓ أُمُّ ٱلْكِتَٰبِ

“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh)”[QS. Ar ra’d: 39]

Takdir muallaq

Takdir muallaq adalah takdir yang masih bisa dirubah atau takdir yang dapat berubah tergantung akan usaha yang dilakukan oleh  manusia tetapi tetap dengan atas izin Allah Swt.

Allah swt berfirman

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ

وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” [QS.Ar ra’d ayat 11]

Apakah Takdir Bisa Diubah?

Di dalam riwayat al-Hakim yang lainnya dari Abdullah bin Abiy al-Ja’di dari Tsawban ra, ia berkata Rasulullah saw bersabda:

Baca Juga  Ketika Cinta Berujung Ditinggalkan, Balaslah!

لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ

“Tidak ada yang bisa menolak al-qadar(takdir)  kecuali doa”.                         

Allah swt yang mengubah takdir menjadi doa dan allah pula yang bisa menghapus apa yang telah ditetapkan.jika kita yakin dan percaya akan janji allah atas segala sesuatu yang menimpa manusia baik itu kekalahan, kerugian, kematian, niscaya allah akan menggantinya dengan yang lebih baik,

Allah swt berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. [QS Ghafir 60]

Rahmania, segala sesuatu di dunia ini akan pergi terkecuali doa. Allah SWT pencipta langit dan bumi dan Mahamengetahui segala isinya, hanya kepadanyalah kita bisa berharap dan memohon untuk segala petunjuk yang ada di muka bumi ini. Semoga pandemi ini dapat segera teratasi dan kita semua dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Bagikan
Comments
  • Hambaallah

    Bermanfaat bagi yang baca

    November 4, 2020
Post a Comment