f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pendidikan unggul

Pandemi dan Metode Unggul Belajar Siswa

Pembukaan sekolah berisiko memunculkan terjadinya outbreak seperti yang terjadi di beberapa negara. Bahkan potensi second wave mengiringi peningkatan jumlah kasus drastis saat sekolah dibuka kembali (Prabata, 2020). Kemendikbud melalui rilis nomor 219/ Sipres/ A6/ VIII/ 2020; memberikan penguatan informasi sekaligus klarifikasi terkait kekhawatiran Cluster Covid-19 pada satuan pendidikan.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah (Dirjen Paudasmen) Kemendikbud, Jumeri, menyadari bahwa pembukaan layanan tatap muka dapat menyebabkan potensi cluster – cluster baru. Namun dengan kontrol dan verifikasi dari satgas Percepatan Penanganan Covid 19 dan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kab Kota; pembukaan sekolah di zona kuning tidak perlu dikhawatirkan. Apalagi jumlah hari dan jam belajar akan dikurangi dengan sistem pergiliran rombongan belajar (shift) yang ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan kebutuhan.

Dengan pernyataan rilis tersebut memberikan persyaratan bahwa setiap sekolah harus memperhatikan tata cara protokol kesehatan; berikut sumber daya dan dana keuangan sekolah guna menyediakan fasilitas sekolah berikut instrument untuk pemenuhan standar sekolah di masa pandemi. Apabila sekolah tersebut belum mempunyai kualifikasi sesuai dengan yang diharapkan; maka sebaiknya dimungkinkan untuk menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau jenis bantuan yang lazim diterima; terutama untuk memastikan sekolah aman dan sehat.

Metode Unggul Belajar Siswa

Indonesia masih tertinggal dalam peringkat evaluasi Program for International Student Assesment (PISA) yang selama ini masih dibawah rata-rata skor dunia. Pada 2018, skor literasi 371, dibawah skor dunia yang mencapai 487. Demikian pula matematika 379 dan sains 396, juga dibawah skor dunia yang masing-masing 489 dan 498. Dengan demikian pandemi jangan sampai menimbulkan lost of learning terhadap daya minat siswa yang makin menurun serta menjadi terhenti akibat persoalan teknis. Kondisi hari ini menjadi momentum pembenahan menuju pembelajaran bermakna, yakni mampu menumbuhkan ketrampilan berpikir dan bersikap inklusif-toleran siswa serta tenaga pendidik dibekali keahlian dalam mengakses gawai untuk efisiensi pelaksanaan belajar.

Baca Juga  Rumah Bebas Tanpa Bully

Dengan arahan kemendikbud yang telah menyusun kurikulum khusus pembelajaran untuk masa darurat, sekolah pada prinsipnya mampu menyesuaikan dengan kebutuhan di lingkungannya masing-masing. Termasuk menyusun kurikulum yang disederhanakan pada tahun ajaran 2020/2021. Sekolah dapat menyusun pengajaran yang memperhatikan keragaman kemampuan belajar antar murid. Hal ini juga memastikan anak yang berkemampuan rendah tidak ketinggalan progres dari teman-temannya.

Belajar Dapat Dilakukan di Mana Saja

Orang tua dan tenaga pendidik juga hendaknya ikut mendampingi anak-anak dengan optimal dengan arahan kurikulum yang juga berwujud modul. Substansi yang termuat lebih kepada praktik lapangan seperti memasak ataupun berkebun. Dari sini kita dapat belajar komposisi gizi bagi tubuh dalam lauk pauk sehari-hari ataupun bagaimana tumbuhan dapat berkembang biak serta menghasilkan pangan lokal yang lebih bernutrisi. Hal ini sebagai pembelajaran day to day yang mendekatkan kepada aktifitas sehari-hari.  

Perbedaan kondisi lintas daerah seperti kesulitan signal, orang tua yang sibuk mencari nafkah dalam masa pandemi, perbedaan status sosial, dsb, mestinya hal ini tidak menghambat anak menjadi tertinggal secara akademik. Karena pihak kemendikbud juga sudah menyediakan instrumen asesmen yang digunakan untuk melakukan kontrol terhadap metode pembelajaran ini. Kekuatan pembelajaran melalui metode daring itu adalah belajar dapat dilakukan di mana saja tanpa terikat aktivitas prosedural sekolah di masa normal.

Siswa dapat mengerjakan tugas sekolah bahkan dengan waktu yang relatif longgar karena menyesuaikan dengan kondisi lingkungannya masing-masing. Tentu ini menjadi momentum yang baik untuk mempelajari keunggulan metode ini sebagai salah satu alternatif belajar siswa. Salah satunya juga menggalakkan kembali literasi baca buku baik secara daring atau luring. Dalam buku ini siswa akan mampu mengasah imajinasi dan daya kreativitas agar mempunyai aspek kognitif yang jauh lebih dalam.

Baca Juga  Nyunggi Kitab Suci
Disiplin Mengasah Waktu

Pendidikan berperan penting sebagai wahana pemupukan kapabilitas dasar dan kecerdasan kewargaan (Latif, 2020). Persoalan pembelajaran yang berkesinambungan itu menuntut keefektifan waktu dalam mengisi ruang di dalamnya. Metode daring meski terkesan menjenuhkan namun siswa mempunyai waktu yang fleksibel dalam mengerjakan target pembelajaran.

Metode tatap muka dalam masa pandemi ini juga menghendaki kedisiplinan dalam hal protokol kesehatan dan keefektifan waktu belajar yang relatif singkat sekitar 1-3 jam, tidak seperti waktu umumnya yang berdurasi 5-7 jam. Sehingga siswa harus dipandu untuk bertransformasi dalam belajar, upaya membangkitkan minat belajar agar mengusir rasa bosan dan adaptif dalam pembelajaran daring adalah salah satu bentuk tantangan.

Di sisi lain opsi tatap muka pun juga menghendaki kesabaran siswa dalam menahan diri untuk bergerombol, berkumpul dan berkerumun bersama. Sejarah bangsa menunjukkan bahwa pemimpin Indonesia mencapai puncak produktivitasnya pada usia 40-50 tahun (Salim, 2020). Dengan demikian siswa pembelajar baik di pendidikan dasar, menengah dan tinggi hari ini adalah aset sumber daya manusia Indonesia ke depan.

Mereka di tahun 2045 akan tumbuh berkembang menjadi seorang pemimpin, inisiator kebaikan, influencer produktif dan cendekiawan handal yang akan membawa Indonesia ke plataran Internasional dengan wibawa demokratis dan berkhidmat pada sendi kemanusiaan yang hakiki.

Bagikan
Post a Comment