f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
sosial

Media Sosial dan Pendidikan Islam

Dewasa ini media sosial kian hari kian terlihat perkembangannya. Saking perkembangannya cukup pesat semua orang menggunakan media sosial sebagai ajang untuk membentuk wahana pendidikan, baik itu pendidikan umum maupun pendidikan Islam. Nyatanya para pendidik sering kali menggunakan media sosial dalam proses belajar mengajar secara daring. Namun media sosial juga membawa dampak baik itu dampak baik maupun dampak buruk terlebih kepada anak sekolahan.

Media sosial memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, salah satunya menjadikan pendidikan berkembang sangat pesat. Banyak inovasi-inovasi yang diciptakan melalui media sosial hingga membawa dampak positif dan negatif kepada anak sekolahan. Salah satu bentuk dampak yang sangat besar bagi dunia pendidikan yaitu kemudahan anak sekolah dalam mengakses apapun yang ada di media sosial, baik itu tentang materi pembelajaran ataupun latihan soal. Akan tetapi juga bisa membawa dampak yang negatif, anak sekolahan bisa mengakses film-film yang tidak senonoh ataupun yang belum pantas untuk dilihat yang itu bisa menghancurkan pikirannya.

Media Sosial

Media Sosial merupakan platform media digital yang menampung seseorang untuk bersosial antara satu dengan yang lain. Sebab media sosial berbasis web terjadilah perbuahan yang semulanya komunikasi dua arah menjadi dialog interaktif atau komunikasi dengan melibatkan banyak orang. Bentuk platform media digital yang popular hingga saat ini antara lain Whatsapp, Facebook, Youtube, Twitter, Instagram dan lain-lain.

Menurut perspektif Boyd (2009) mengartikan media sosial itu sebuah fasilitas yang disediakan oleh perangkat lunak untuk seseorang maupun kelompok untuk berkumpul membentuk sebuah komunitas atau perkumpulan. Tujuannya untuk saling berkomunikasi dan membahas suatu kasus tertentu bahkan mereka bisa berkolaborasi dan bermain. Salah satu kekuatan yang media sosial ini miliki, terletak pada user generated content. Fungsinya untuk menghasilkan konten yang diciptakan oleh pengguna dan bukan oleh editor yang sudah ditentukan oleh intitusi media sosial.

Baca Juga  Dilema Media Sosial, Intoleransi dan Politik Identitas

Sedangkan menurut perspektif Van Dijk tahun 2013 ia mengartikan media sosial itu platform media digital yang berfokus untuk memfasilitasi pengguna dalam bersosial. Bahkan berkolaborasi dari platform media digital dengan tujuan saling menguatkan antar pengguna dalam sebuah komunitas sebagai bentuk nilai sosial.

Dari perspektif kedua ahli tersebut, penulis menyimpulkan bahwa media sosial memiliki fungsi sebagai platform untuk memperluas komunikasi dan bersosial antara satu dengan yang lain. Baik secara dekat maupun secara jauh dan menjadikan komunikasi yang semula satu arah menjadi beberapa arah.

Pendidikan Islam

Pendidikan Islam memiliki arti sebagai usaha untuk membuat para generasi kita mampu untuk melanjutkan ilmu pengetahuan yang berwawasan keislaman. Maka untuk mencapai sebuah tujuan harus memiliki usaha dan pedoman untuk berpijak pada kebaikan dan memiliki kekuatan.

Menurut perspektif dari Drs. Ahmad D. Marimba ia mengartikan pendidikan Islam sebagai lading untuk mendidik jasmani dan rohani seseorang yang bersumber kepada ketentuan-ketentuan agama Islam yang bertujuan untuk membentuk pribadi yang sesuai dengan ketentuan Islam. Beliau juga menyebut kepribadian utama dengan sebutan kepribasian muslim karena berlandaskan kepada nilai-nilai agama Islam serta memilih dan memutuskan bahkan berbuat bahkan bertenggungjawabpun harus berlandaskan kepada nilai-nilai ajaran Islam.

Adanya pendidikan Islam ini bertujuan untuk melahirkan orang-orang yang bisa berlaku amar ma’ruf nahi munkar (Toha, 1996:102). Hal tersebut termaktub dalam firman Allah surat Al-Baqarah ayat 30, yaitu: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi” (QS. al- Baqarah: 30).

Dengan begitu media sosial sebagai platform atau tempat seseorang untuk saling berkomunikasi, bersosial dan berkomunitas untuk membahas kasus tertentu. Secara otomatis akan menciptakan seorang pemimpin yang bisa berlaku amar ma’ruf dan nahi munkar. Karena jangkauan dan pengaruh media sosial ini sangat besar ketimbang dengan bertemu langsung.

Baca Juga  Pengaruh Media Sosial Terhadap Akhlak Remaja

Seiring berkembang pesatnya media digital ternyata banyak memberikan dampak positif dan dampak negatif. Salah satunya pada ranah pendidikan pada lingkungan anak sekolah.

Apa Saja Dampak Positif dan Dampak Negatifnya?
Dampak Positif

Selain membuat proses belajar mengajar menjadi praktis, juga mempermudah peserta didik untuk mengakses link-link pembelajaran yang ada di website. Sisi lainya dapat menambah relasi dan membuat peserta didik tidak merasa jenuh dengan pembelajaran yang telah disampaikan oleh guru di dalam kelasnya. Bahkan mempermudah peserta didik untuk menambah referensi materi yang ada di website.

Dampak Negatif

Di samping memiliki dampak postif dalam menggunakan platform media digital. Ada dampak negatif yang bisa merusak moral dari peserta didik itu sendiri. Mulai dari mengurangi waktu belajar karena lebih asyik bermedia sosial daripada berkomunikasi dengan orang lain. Lebih parah lagi bisa merusak moral dan mengganggu kesehatan peserta didik yang salah satu faktornya dengan mengakses film porno. Apabila terlalu lama berada depan handphone atau computer, dampaknya akan membuat mata cepat lelah dan rusak.

Kesimpulannya bahwa media sosial merupakan platform media digital yang digunakan oleh seseorang ataupun kelompok untuk bersosial dan membentuk suatu perkumpulan dengan tujuan membahas kasus tertentu. Adapun keterkaitannya dengan pendidikan, media sosial pula banyak memberikan dampak pada inovasi-inovasi pendidikan. Akan tetapi, dari begitu banyaknya dampak positif juga terdapat dampak negatif yang perlu kita bentengi pada anak sekolahan.

Dengan adanya model pendidikan Islam, harapannya dapat meminimalisir dampak negatif. Seperti kecanduan, merusak kesehatan dan kecacatan moral calon generasi yang akan datang sebagai bentuk menegakkan amar maruf nahi mungkar. Salah satu cara untuk menanggulangi dampak negatif tersebut yaitu dengan cara menempatkan porsi media sosial sesuai dengan waktunya. Selain itu, harus adanya pendampingan dari orang tua dalam mengakses situs-situs online.

Baca Juga  Membedah Wajah Pendidikan Indonesia

Editor : Fadhil Azhar Permana

Bagikan
Post a Comment