f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
depresi

Kecemasan, Depresi dan Hilangnya Pengharapan Masa Kini

Kecemasan dan depresi seringkali melanda banyak orang, baik wanita maupun pria. Merujuk laman Alodokter, depresi bisa terjadi pada siapa saja. Namun, wanita disebut memiliki risiko lebih tinggi dalam menderita depresi daripada pria.

Menurut Kholil Lur Rochman,  kecemasan merupakan suatu perasaan subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dari ketidakmampuan mengatasi suatu masalah atau tidak adanya rasa aman. Umumnya kecemasan terjadi karena adanya aktivitas berlebihan di area otak yang terlibat dalam mengatur emosi dan perilaku.

Ketidakseimbangan bahan kimia otak yang terlibat dalam kontrol dan regulasi suasana hati, yaitu serotonin dan norepinefrin. Menurut Blackrun dan Davidson (1994) dalam jurnal yang saya dapatkan, secara teoritis terjadinya kecemasan berawal dari pertemuan individu dengan stimulus berupa situasi yang berpengaruh dalam membentuk kecemasan (situasi mengancam) yang secara langsung hasil pengamatan pengalaman tersebut ia olah melalui proses kognitif dengan menggunakan skemata pengetahuan yang telah ia miliki terhadap situasi tersebut yang sebenarnya. Mengancam dari pengetahuan tentang kemampuannya untuk mengendalikan diri dan situasi tersebut.

Menurut berbagai sumber terpercaya bahwa terdapat beberapa metode pengobatan yang bisa menjadi treatment untuk mengurangi gejala kecemasan yaitu dengan cara terapi psikologis. Seperti cognitive behavioral therapy (CBT) yaitu bentuk psikoterapi yang sudah terbukti efektif untuk berbagai masalah seperti depresi dan gangguan kecemasan serta obat-obatan yang dapat memberikan efek melalui kandungan senyawa kimia alami dalam obat salah satunya seperti obat antidepresan.

Selain itu, terdapat juga perubahan gaya hidup yang dapat seorang individu lakukan yaitu dengan cara tetap aktif secara fisik, jadikan tidur atau istirahat menjadi prioritas, konsumsi makanan yang sehat, gunakan teknik relaksasi dan hindari alkohol serta obat obatan.

Baca Juga  Kenali Terjadinya Gangguan Berpikir sebagai Pemicu Stres

Sedangkan menurut Beck dan Alford, depresi merupakan sebuah gangguan psikologis yang ditandai dengan penyimpangan perasaan, kognitif, dan perilaku individu. Individu yang mengalami gangguan depresi dapat merasakan kesedihan, kesendirian, menurunnya konsep diri, serta menunjukkan perilaku menarik diri dari lingkungannya.

Masih dari laman Halodoc, terdapat beberapa penyebab yang mempengaruhi terjadinya depresi, di antaranya masalah biologis, gangguan kimia pada otak, gangguan hormon, penyakit keturunan, peristiwa kehidupan, kondisi medis, obat dan kepribadian. Namun hal yang sering pasien depresi alami adalah karena adanya peristiwa kehidupan atau masa lalu yang membekas dan pernah dialami individu.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, menunjukkan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi (Rokom, 2021) dan berdasarkan data Kemenkes sepanjang tahun 2020, sebanyak 18.373 jiwa mengalami gangguan kecemasan. Kemudian menurut National Alliance on Mental Illness (NAMI), 1 dari 8 perempuan mengalami depresi dalam hidupnya, sehingga dua kali lipat daripada laki-laki sedangkan prevalensi kecemasan sekitar 26 persen untuk pria dan 40 persen untuk wanita. Maka dari itu wanitalah yang lebih rentan mengalami kecemasan dan depresi.

Terdapat beberapa cara yang dapat seseorang lakukan dalam mengatasi depresi yaitu dengan cara melakukan pola hidup teratur, menjaga pola makan yang seimbang, olahraga dan rekreasi, memiliki planning yang rasional dalam hidup dan menerima kondisi yang tak dapat ia ubah dalam hidup serta melakukan me time atau waktu untu diri sendiri. Namun jika cara ini tidak memberikan hasil dan depresi tak kunjung baik, maka seseorang dapat melakukan konsultasi dengan psikiater.

Biasanya seseorang merasakan kecemasan karena adanya rasa takut, khawatir dan gelisah akan suatu hal di masa depan yang sebenarnya belum tentu terjadi. Banyaknya ketakutan demi ketakutan yang individu alami, misalnya kenapa ya mereka lihat saya begitu? Jangan-jangan karena baju saya atau penampilan saya atau kalau nanti saya begini nanti dia marah tidak ya, begitulah kira-kira contohnya. Kejadian seperti ini sebenarnya sangatlah melelahkan dan akan merasa mual jika individu itu menghadapi ancaman yang besar.

Baca Juga  Muhammadiyah dan Kesehatan Jiwa: Tantangan dan Peluang

Selain itu, hal lain terkait dalam depresi adalah peristiwa masa lalu atau belakang yang belum selesai sehingga masih meninggalkan adanya rasa sedih, kosong, marah, dendam bahkan trauma tersendiri bagi mereka yang mengalaminya. Gejala lain yang dapat muncul adalah adanya perasan bersalah, mudah tersinggung dan lain sebagainya.

Selain itu akibat depresi ini juga membuat mereka yang mengalaminya menjadi cenderung kehilangan minat untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang sebelumnya positif, kehilangan nafsu makan, atau sebaliknya yaitu makan dengan porsi yang berlebih. Dalam dua hal ini yaitu antara kecemasan dan depresi terdapat suatu hal yang sama, yaitu kehilangan harapan masa kini atau masa sekarang.

Mengapa hal tersebut akhirnya dapat terjadi? Yaitu karena tidak adanya koneksi atau relasi yang seorang individu hadapi bahkan dengan orang sekitar. Hal itulah yang membuat individu depresi dan mengalami kecemasan menjadi merasa terasing dan tidak bisa menikmati masa kini. Lalu apakah yang dapat seorang individu lakukan untuk dapat menikmati dan fokus pada masa kini? Yaitu dengan cara menikmati hidup yang mudah, sederhana dan bermakna.

Dalam menikmati cara hidup seperti ini tentunya tidak mudah untuk seseorang lakukan dan pasti terdapat beberapa cara yaitu dengan bersyukur akan hal sekecil apapun itu, tidak membandingkan diri dengan orang lain, berada pada lingkungan yang positif, berbuat baik dengan orang lain, mengembangkan hobi yang positif dan yang paling penting adalah mencoba memaafkan kesalahan orang lain di masa lalu.

Melihat banyaknya orang yang mengalami kecemasan dan depresi, maka menurut saya kesadaran diri merupakan hal terpenting untuk dapat menyayangi diri sendiri. Seperti pendapat Regis Machdy yaitu kita paham bahwa menyayangi diri sendiri bukanlah pekerjaan egois. Menjaga apa yang kita makan dan menjaga suasana hati adalah wujud kasih nyata kita terhadap diri sendiri sekaligus jutaan mikroba di dalam tubuh.–Loving the Wounded Soul, Regis Machdy.

Bagikan
Comments
  • Bagus Re, setelah saya baca berulang saya pun mulai mengalami depresi

    Oktober 22, 2022
    • Paskalia Reda Nitisalaras

      terimakasih bang, semoga membantu 🙏

      Oktober 23, 2022
Post a Comment