f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
cinta perempuan

Masalah Cinta yang Membuat Perempuan Mati Rasa

Cinta adalah anugerah yang diberikan oleh Allah berikan kepada manusia. Cinta tak memandang siapa dan mengapa. Rasa cinta tumbuh karena adanya interaksi sosial yang berkepanjangan. Entah itu karena memiliki kesamaan atau keakraban tertentu yang membuat seseorang merasakan cinta.

Di rentang usia remaja hingga dewasa, sering kali kita memperhatikan hal-hal baru yang muncul dalam diri kita. Ada fase aqil baligh. Memang secara biologis saat usia remaja, manusia mengalami perubahan yang cukup signifikan. Istilahnya masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa.

Termasuk mulai timbul rasa tertarik dengan lawan jenis. Di mana seorang perempuan dan laki-laki memiliki ketertarikan satu sama lain. Ketertarikan ini akan mendorong rasa penasaran seseorang untuk mengenal lebih jauh siapa orang yang sedang ia cintai.

Dengan begitu, akan banyak hal pribadi yang akan dikulik dan dicari fakta serta kebiasaannya. Namun, namanya manusia tidak ada yang sempurna 100%. Pasti ada aja buruknya yang tentu saja menjadi sebuah pertimbangan seseorang untuk memutuskan, apakah harus mengungkap atau memendem rasa cintanya?

Menariknya, menurut hasil riset yang dilakukan Cadbury dan Rumah Konsultasi Psikologi Tiga Generasi, mengungkap bahwa sebanyak 78 persen responden menyadari bahwa memastikan rasa cinta kepada pasangan sangatlah diperlukan. Namun sayangnya, hasil riset juga menyatakan, sebanyak 63 persen responden merasa sulit untuk mengungkapkan perasaannya.

Fenomena Bias Gender

Fenomena ini terjadi secara turun temurun, di mana pandangan dan sikap yang lebih mengutamakan salah satu jenis kelamin daripada jenis kelamin lainnya sebagai akibat pengaturan dan kepercayaan budaya yang lebih berpihak kepada jenis kelamin tertentu.

Ini juga terjadi dalam hal percintaan, seorang perempuan menjadi objek sedangkan laki-laki menjadi subjek. Secara norma sosial, laki-laki lah yang seharusnya menyatakan rasa cintanya terlebih dahulu kepada si perempuan. Faktanya, tak semua laki-laki memiliki keberanian untuk mengungkapkan rasa cintanya.

Baca Juga  Pentingnya Perlindungan Hukum untuk Guru: Menghadapi Dilema Pendisiplinan Siswa

Sebaliknya, perempuan yang mengungkapkan rasa cintanya terlebih dahulu dinilai kurang terhormat di mata masyarakat. Seakan-akan perempuan itu mengemis akan rasa cinta. Hal ini bukan rekayasa.

Keresahan kami para perempuan yang selalu dibatasi dengan norma-norma yang ada di masyarakat, membuat kami harus senantiasa merasa takut dalam mengambil langkah dan membuat keputusan. Tak semua perempuan bisa terlibat langsung baik dalam hal kepemimpinan maupun mengambil keputusan. Kebanyakan langsung kepada pandangan laki-laki.

Dari hal-hal inilah, membuat seorang perempuan seakan-akan harus menunggu laki-laki datang untuk mengungkapkan rasa cinta yang selama ini dirindukannya. Rasa cinta yang rela ia pendam hanya karena ingin menjaga harga diri dari norma-norma masyarakat yang ada.

Fenomena bias gender ini sangat mempengaruhi mental perempuan untuk berfikir dua kali sebelum kembali membuka hati dan melabuhkan cintanya kepada laki-laki baru.

Perilaku Ghosting

Pasti sudah tidak asing dengan kata Ghosting. Ghosting adalah perilaku seseorang yang memutuskan semua komunikasi secara tiba-tiba tanpa penjelasan, seolah ia “menghilang” seperti hantu (ghost).

Ghosting ini biasa dilakukan apabila seseorang telah bosan atau luntur rasa penasarannya. Tak jarang pula, perilaku ini dapat berakibat buruk baik secara fisik maupun mental. Banyak perempuan yang telah melabuhkan cinta, namun hanya berakhir dengan lost contact, saling benci bahkan sampai bunuh diri.

Tak heran, banyak perempuan yang trauma dengan perilaku ini. Perilaku ini, semakin memperkuat sifat kehati-hatian dalam memilih pasangan yang terkadang bisa menjadi penghambat perempuan dalam memilih calon imam.

Perilaku ini juga menjadi salah satu faktor ketakutan perempuan untuk kembali membuka hati, hingga ia mati rasa. Karena sangat sulit mengembalikan mental perempuan yang telah mengalami trauma yang sangat mendalam.

Baca Juga  Rem Kendali Diri
Kurangnya Komunikasi

Komunikasi merupakan elemen sangat penting dalam membangun suatu relationship. Suatu hubungan yang memiliki komunikasi yang buruk akan mudah terombang-ambing dengan keadaan serta akan timbul masalah-masalah yang akan muncul kedepannya.

Salah faham, juga merupakan salah satu dampak dari buruknya komunikasi. Itulah mengapa, banyak perempuan yang mengeluhkan tentang kepekaan pasangan. Karena, ego yang dimiliki oleh manusia terkadang lebih didahulukan daripada kepentingan bersama.

Melalui komunikasi, tujuan dari suatu hubungan akan jelas dan pasti, ke mana hubungan ini akan dibawa. Kalau kita menyebutnya adalah kepastian. Perempuan sangat identik dengan kepastian. Kepastian yang membuatnya tidak ragu lagi apakah perasaannya berbalas atau tidak.

Mungkin banyak hal yang membuat suatu kepastian itu tertunda. Ada pertimbangan dan keraguan pada diri masing-masing untuk berani memastikan serta menyatakan perasaannya. Rasanya, memang komunikasi adalah elemen yang penting dari suatu hubungan.

Buruknya komunikasi juga menjadi salah satu faktor timbulnya ketakutan dalam diri seorang perempuan untuk kembali membuka diri kepada dunia. Ketakutan yang juga menimbulkan keraguan dalam hati ketika ingin kembali melabuhkan cinta.

Ya kurang lebih itulah hal-hal yang penulis rasakan tentang cinta dan relationship. Masih banyak faktor lainnya yang membuat seorang perempuan sulit membuka hatinya kepada laki-laki baru. Tapi, jarang sekali yang pada akhirnya memutuskan untuk fokus kepada karir atau pendidikannya. Minimal bisa menyeimbangkan keduanya. 

Perempuan yang mati rasa di sini gambarannya perempuan yang sulit sekali merasakan jatuh cinta atau takut untuk memulai suatu hubungan. Sebenarnya ia ingin mengungkapkan perasaan cinta yang ia punya, hanya saja ia tak memiliki ruang untuk itu. Sekian tentang mati rasa, terimakasih yang sudah membaca sampai akhir.

Bagikan
Post a Comment