f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
istikharah dengan al-qur'an

Istikharah dengan Wasilah Al-Qur’an

Istikharah berarti memohon petunjuk kepada Allah mengenai pilihan yang terbaik. Istikharah dilakukan saat seseorang menghadapi beberapa pilihan sulit dalam hidup yang mana ia tidak dapat memilih mana yang lebih baik bagi dirinya. Tidak hanya dilakukan dalam memilih jodoh saja; biasanya istikharah juga diterapkan saat akan merantau jauh untuk menuntut ilmu, memilih jurusan kuliah dan lain sebagainya.

Istikharah adalah salah satu bentuk ibadah yang menunjukkan bahwa manusia hanya berperan sebagai hamba. Di mana dengan istikharah kita mengakui bahwa kita adalah makhluk lemah yang bahkan membuat keputusan saja kita butuh melibatkan Allah untuk mendapatkan hasil yang baik.

Dalam pelaksanaanya, istikharah dapat dilakukan setiap saat. Hanya saja ada waktu-waktu yang diyakini banyak ulama sebagai waktu terbaik untuk melakukan istikharah ini; yakni pada waktu sepertiga malam terakhir, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw. :

يَنزِلُ رَبُّنَا تَبَاَرَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدَنيَا حِينَ يَبقَى ثُلُثُ اللّيلِ لأَخِرُ يَقُولٌ مَن يَدعُونِى فَأَستَجِيبَ لَهٌ مَن يَسأَلُنِي فَأُعطِيَهُ مَن يَستَغفِرُنِى فَأَغَفِرَ لَه

Yang artinya : “Allah Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malamnya hingga tersisa sepertiga malam yang terakhir. Allah berfirman : siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, akan Aku ampuni.” (H.R. Muslim. No 758)

Istikharah dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yakni dengan Al-Qur’an. Istikharah dengan Al-Qur’an sendiri ini memiliki beberapa cara, yang akan penulis sebutkan di bawah ini :

Cara Pertama
  1. Pastikan kita dalam keadaan suci baik dari hadats kecil maupun besar, suci yang saya maksud di sini termasuk sudah dalam keadaan berwudu.
  2. Pegang Al-Qur’an dan membaca surat al-Fatihah dengan menyertakan perkara yang membuat kita bimbang; dan minta dalam hati agar Allah memberi kita petunjuk.
  3. Buka Al-Qur’an dari mana saja dengan random (depan, belakang, atau bahkan langsung dari tengah tidak apa-apa)
  4. Hasilnya terdapat pada halaman yang kita buka dengan random tersebut, di lampiran bagian kanan.
Baca Juga  Batang Gandum Terbaik Pilihan Allah

Di halaman yang berhasil kita buka inilah nanti kita lihat dan kita hitung lebih banyak mana antara  huruf kho’ (خير = خ) atau syin (ش= شرّ). Jika lebih banyak huruf Kho’ maka hasilnya baik dan jika hasilnya terdapat banyak huruf Syin  maka itu berarti hasilnya kurang baik.

Cara Kedua
  1. Pastikan kita dalam keadaan suci baik dari hadats kecil maupun besar, suci yang saya maksud di sini termasuk sudah dalam keadaan berwudu.
  2. Pegang Al-Qur’an dan membaca surat al-Fatihah dengan menyertakan perkara yang membuat kita bimbang; dan minta dalam hati agar Allah memberi kita petunjuk.
  3. Buka Al-Qur’an dari mana saja dengan random (depan, belakang, atau bahkan langsung dari tengah tidak apa-apa)
  4. Dan hasilnya ada di ayat terakhir pada lampiran bagian kanan.

Baca ayat terakhir tersebut dan juga maknanya, apabila ayat menunjukkan makna yang baik maka arti istikharah kita baik; dan apabila arti dari ayat tersebut tidak baik maka arti dari istikharah kita juga kurang baik.

Cara Ketiga
  1. Pastikan kita dalam keadaan suci baik dari hadats kecil maupun besar, suci yang saya maksud disini termasuk sudah dalam keadaan berwudu.
  2. Pegang Al-Qur’an dan membaca surat al-Fatihah dengan menyertakan perkara yang membuat kita bimbang; dan minta dalam hati agar Allah memberi kita petunjuk.
  3. Buka Al-Qur’an dari mana saja dengan random (depan, belakang, atau bahkan langsung dari tengah tidak apa-apa)
  4. Dalam cara yang ketiga ini hasilnya terletak pada baris ketujuh (dihitung dari atas ke bawah) yang terdapat pada lampiran Al-Qur’an bagian kanan.

Hampir mirip dengan cara kedua, kita harus membaca ayatnya dan membaca maknanya; jika ayat menunjukkan makna yang baik maka arti dari istikharah kita baik dan apabila makna dari ayat menunjukkan makna yang tidak baik maka berarti hasil dari istikharah kita kurang baik.

Baca Juga  Ketentuan Masa Iddah dalam Islam

Semakin banyak seorang hamba melibatkan Allah dalam urusannya, baik itu urusan kecil maupun urusan besar. Maka semakin senang pula Allah memenuhi hajat dari hamba tersebut. Dampaknya, semua urusannya menjadi lancar dan jalannya dipermudah. Urusan lancar bukan berarti tanpa masalah sama sekali, namun jika urusan tersebut mendapat masalah akan ada saja jalan keluar yang mudah ditemui.

Demikian uraian cara-cara beristikharah menggunakan Al-Qur’an yang penulis dapat dari Syarifah Sania Muthahar; beliau adalah seorang ustazah yang telah menyelesaikan studi keagamaan di Pesantren Daar Azzahra, Tarim-Yaman. Pesantren yang diasuh oleh al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Bagikan
Comments
  • Ananda Putri

    Masyaallah bermaanfaat sekali

    Juni 18, 2022
  • Ananda Putri

    Masyaallah bermanfaat sekali

    Juni 18, 2022
  • Sumiyang

    MasyaAllah terimakasih ilmunya bermanfaat sekali

    Desember 27, 2022
Post a Comment