f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
LGBT menurut islam

LGBT Menurut Pandangan Islam

Allah menciptakan manusia sebagai wakilNya dalam rangka menyelenggarakan kehidupan di bumi. Seperti halnya tujuan penciptaan manusia yang terdapat Q.S. Adz-Dzariyat ayat 56 yang artinya

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” Maksud dari ayat tersebut bahwasanya manusia adalah hamba Allah

Dalam perspektif filsafat manusia, Allah menciptakan manusia dalam bentuk penegakan wujud terbaik yang tergambar pada penciptaan Nabi Adam As., sebagaimana yang terdapat dalam Q.S. Al Baqarah ayat 30-38.

Penjelasan di atas disampaikan Ustaz Dr. Hamim Ilyas Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam serioal pengajian Indahnya Cahaya Islam.

LGBT Melawan Kodrat Manusia

Dalam Surat Al Baqarah ayat 30-38 dijelaskan bagwa kodrat manusia terbagi menjadi tiga, yakni kodrat wujud, kodrat eksistensi dan kodrat potensi. Kodrat wujud sendiri meliputi raga, jiwa dan sukma. Kemudian kodrat eksistensi meliputi makhluk yang dinamis, tidak statis, dan bisa berubah. Dan terakhir adalah kodrat potensi yang meliputi mahluk berpengetahuan, makhluk beragama, makhluk tata aturan, ekonomi dan lain-lain.

Penciptaan manusia dalam Al-Qur’an disebutkan tidak hanya memiliki kodrat saja melainkan manusia juga memiliki shakilah. Hal ini sebagaimana terdapat dalam Q.S. Al-Isra’ ayat 86 yang menunujukan bahwa shakilah merupakan bentuk kedirian (wujud) manusia. Bentuk kedirian manusia ini di miliki melalui beberapa proses tahapan, yakni biologis, psikologis, dan sosial.

Menjadi permasalahan ketika persepsi LGBT ini penyelesaiannya hanya dengan ilmu psikologis, seperti mengutip kongres ahli psikologi dari Amerika, bahwa LGBT bukan penyakit, maka dipandang sebagai normal itulah yang melatarbelakangi mengapa di negara barat melegalkan perkawinan sejenis.

Alasan yang selalu dikemukakan sebagian penganut paham ini adalah karena rasa suka terhadap sesama jenis merupakan hal yang disebabkan faktor biologis (susunan hormon atau anatomi yang berbeda) dan psikologis, juga karena merupakan bagian dari hak asasi manusia (HAM). Setiap manusia berhak untuk mendapatkan hak-haknya sesuai dengan keinginannya dan harus dihargai.

Baca Juga  Ibadah Kurban Sebagai Implementasi Tauhid Sosial

Melihat realita dan penjelasan yang ada di dalam Al Qur’an, Hamim mengatakan bahwa orientasi seksual LGBT itu bukan takdir. Hal ini disebabkan ada campur tangan manusia sehingga bisa dikatakan melawan kodrat. Hamim juga menegaskan bahwa perilaku LGBT tidak bertanggung jawab pada kelangsungan hidup manusia.

Orientasi Seksual Menurut Agama Islam

Dalam pandangan Islam perilaku atau orientasi seksual Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) adalah orientasi menyimpang.  Melihat orientasi seksual LGBT melalui kerangka Ahsani Taqwim dalam Q.S. At-Tin ayat 4 menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dalam bentuk terbaik, harapannya menjadi manusia seutuhnya. Orientasi seksual yang benar menurut agama adalah heteroseksual.

Kemudian merujuk pada fikih, dalam penyelesaian menentukan gender (laki-laki ataupun perempuan) yaitu berdasarkan alat kelamin. Apabila alat kelaminnya laki-laki maka menjadi laki-laki begitupun sebaliknya. Seiring perkembangan zaman, dalam penentuan orientasi seksual dapat menggunakan ilmu pengetahuan untuk menentukan gender dengan cara mengetahui kromosom dan hormon.

Langkah yang bisa ditempuh dalam Islam terhadap para pelaku LGBT dengan cara pendekatan dakwah agar mereka bisa muncul kesadaran dalam dirinya terhadap gendernya masing-masing.

Selain itu terdapat langkah lain yang bisa dilakukan, di antaranya :

Pertama, pelayanan. Memberikan pelayanan terhadap kelompok minoritas, termasuk LGBT. Bukan hal yang baru bagi Muhammadiyah dalam melakukan pelayanan terhadap orang dengan kelainan. Hamim memberikan contoh bahwa di Jogja, Pemuda Muhammadiyah memberikan pelayanan hipnoterapi kepada waria yang selalu merasa cemas akan terciduk oleh aparat.

Kedua, mengadvokasi agar negara mau membantu LGBT melakukan operasi jenis kelamin dengan menggunakan pertimbangan ilmiah.

Semoga nantinya Rahmania semua dapat selalu memahami dan menghindari dari orientasi seksual yang menyimpang serta melakukan pendekatan perspektif islam terhadap para pelaku LGBT.

Baca Juga  Akikah Perempuan Setengah Laki-Laki, Bukti Islam Menghargai Perempuan

Reporter : Najmi Ilham Dzikrillah

Bagikan
Post a Comment