f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
zulhijah

Prestisius 10 Hari Pertama Zulhijah

Sebagaimana yang kita tahu, dalam kalender Hijriah umat muslim memiliki 4 bulan yang istimewa. Di antara bulan-bulan tersebut kita telah memasuki pintu awal dari salah satu bulan prestisius yang memiliki banyak sekali keistimewaan di dalamnya, yakni bulan Zulhijah.

Suhail bin Abi Sholih dalam Rumaysho ia berkata, “Allah telah memilih waktu dan waktu yang paling Allah cintai adalah syahrul harom (bulan haram: Muharram, Rajab, Dzulqo’dah dan Dzulhijjah). Bulan haram yang paling Allah cintai adalah bulan Dzulhijjah. Hari-hari Dzulhijjah yang paling Allah cintai adalah 10 hari pertama Dzulhijjah.”

Pendapat Ulama

Terjadi khilaf di antara para ulama’ dalam memandang 10 hari pertama Bulan Zulhijah. Ada yang mengatakan setara atau sama baiknya dengan 10 hari terakhir Bulan Ramadan. Jika kita bertanya, lebih baik mana 10 hari terakhir Ramadan atau 10 hari pertama Zulhijah?

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zaadul Ma’ad memberikan penjelasan yang baik dalam menanggapi masalah ini dan menyampaikan bahwa, “Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan lebih utama dari sepuluh malam pertama dari bulan Dzulhijjah. Dan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama dari sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dari penjelasan keutamaan seperti ini, hilanglah kerancuan yang ada. Jelaslah bahwa sepuluh hari terakhir Ramadhan lebih utama ditinjau dari malamnya. Sedangkan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama ditinjau dari hari (siangnya) karena di dalamnya terdapat hari nahr (qurban).

Dari keterangan tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa waktu pagi sampai magrib adalah waktu prestisius yang dimiliki oleh 10 hari pertama Zulhijah. Sedang dari bakda Magrib sampai Subuh adalah waktu prestisius yang dimiliki oleh 10 hari terakhir Ramadan. Terlepas dari semua itu, alangkah lebih baik jika kita fokus memaksimalkan amal ibadah kita dalam waktu apa pun dan kapan pun terutama di amalan wajib.

Baca Juga  Kurban: Pengorbanan Tiada Berkesudahan

Dalam hadis qudsi Allah menyampaikan bahwa “Tidak ada satu pun amalan yang dikerjakan oleh hambaku dalam rangka bertaqarrub kepada diriku yang lebih aku cintai dibandingkan amalan-amalan yang aku wajibkan kepada dirinya atau yang hukumnya wajib.” Alangkah indahnya jika hari terbaik atau hari-hari yang Allah cintai disandingkan dengan amalan-amalan terbaik yang Allah cintai juga. Berikut beberapa amalan prestisius yang bisa kita dilakukan di Bulan Zulhijah.

Jaga Diri dari Maksiat

Sebagaimana yang kita tahu, Zulhijah merupakan salah satu dari empat bulan haram. Dari empat bulan haram tersebut, bulan Zulhijah merupakan puncak dari empat bulan istimewa. Pada 10 hari pertama bulan Zulhijah usahakan untuk menjaga diri kita untuk menjauhi maksiat dan melakukan banyak kebaikan. Hal tersebut karena dosa yang kita lakukan di waktu dan tempat yang mulia akan Allah Swt. lipat gandakan sebagaimana pahala yang juga Allah Swt. lipat gandakan.

Pada awal bulan Zulhijah kita usahakan untuk menghindari diri dari berbagai dosa.  Dosa mata dengan menjaga pandangan dari hal yang Allah Swt. haramkan, telinga dengan menjauhkan diri mendengar hal negatif, lisan dengan tidak gibah/bergosip atau berkata buruk, kaki dengan tidak berjalan menuju tempat maksiat, tangan terutama jempol dengan menahan diri untuk tidak mengetik hal negatif yang bisa menyakiti orang lain. Namun yang paling utama adalah menjaga hati untuk tidak iri, hasad, dan suuzan terhadap Allah atau pun pada orang lain.

Puasa Sunnah

Puasa yang prestisius atau istimewa di bulan Zulhijah adalah umat Islam melaksanakan puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah. Rasulullah Saw. bersabda, “Puasa Arafah (9 Zulhijah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (HR Muslim). Alangkah lebih baiknya jika kita sebagai umat muslim tidak meninggalkan puasa sunah Senin-Kamis atau jika ingin lebih afdhol bisa melaksanakan puasa dari tanggal 1 sampai 9 Zulhijah.

Baca Juga  Iduladha: Momentum Konsolidasi Politik Nasional
Perbanyak Dzikir, Takbir, dan Membaca Al-Quran

Pada bulan haram ini kita sebaiknya memperbanyak zikir dan membaca Al-Quran. Terutama memperbanyak takbir di bulan Zulhijah. Takbir yang bisa kita terapkan pada bulan ini ada dua macam takbir, yaitu takbir mutlak yang bebas dan bisa kita lakukan kapan serta di mana saja. Dari tanggal 1-13 Zulhijah magrib. Takbir muqoyyad, yaitu takbir yang bisa kita lakukan di waktu-waktu tertentu seperti setiap selesai salat lima waktu. Waktunya dari bakda subuh tanggal 9 Zulhijah sampai bakda Asar tanggal 13 Zulhijah.

Haji

Ikon atau primadona dari 10 pertama Zulhijah adalah haji. Hal ini karena banyak umat muslim yang melaksanakan haji di bulan ini dan juga Zulhijah adalah bulan yang menjadi saksi pertama kali adanya ibadah haji.

Sedekah

Amalan selanjutnya adalah memperbanyak sedekah. Manusia yang paling Allah cintai di antaranya adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Dan di antara amalan yang paling Allah cintai adalah kegembiraan yang kita masukkan ke dalam hati saudara sesama muslim. Atau kita menyingkirkan kesulitannya, membayarkan utangnya, dan memberikan makanan.

Kurban

Amalan terakhir yang paling terkenal adalah melaksanakan kurban. Bulan Zulhijah sering kita kenal dengan Bulan Kurban karena pada bulan ini mengingatkan kita pada terjadinya penyembelihan yang akan Nabi Ibrahim lakukan terhadap Nabi Ismail untuk membuktikan kecintaannya kepada Allah Swt. Kemudian Allah gantikan nabi Ismail dengan seekor kambing untuk dikurbankan.

Disyariatkan bagi yang mau berkurban untuk tidak mengunting kuku dan rambut yang terdapat pada bagian tubuhnya. Ketika  memasuki tanggal 1 Zulhijah sampai hewan itu dipotong. Hal itu merupakan sunah Rasul. Jika kita melakukannya maka kita akan mendapat pahala.

Baca Juga  Panduan Penyelenggaraan Ibadah Iduladha 1441 H/2020

Bulan Zulhijah sangat terkenal sebagai bulan yang paling prestisius karena di bulan ini banyak memberikan kita kesempatan untuk berlomba-lomba dalam meningkatkan prestasi pada hal ibadah dan ketakwaan. Dengan adanya banyak kesempatan ibadah prestisius yang bisa kita lakukan di bulan ini seperti haji, kurban, Hari Raya Iduladha dan lainnya sehingga momen kebaikan tersebut dapat kita jadikan kesempatan dan momentum untuk menguatkan nilai-nilai islami, ketakwaan, serta meningkatkan rasa kepedulian sosial antar sesama. Alangkah baiknya jika kita menerapkan hal baik tersebut tidak hanya di 10 hari pertama bulan Zulhijjah. Namun mampu menjaga dan menerapkannya dalam keseharian kita setiap harinya pada bulan lainnya, sehingga kita dapat menjadi muslim yang tawadu dan istikamah.

Bagikan
Post a Comment