Tumbuh suburnya ruang-ruang diskusi menjadi salah satu hal yang memantik kalangan anak muda dalam menggelorakan minat writerpreneur. Apa itu writerpreneur? Writerpreneur merupakan sapaan profesi dari penulis yang mendedikasikan keterampilan yang ia miliki melalui tulisan. Adapula yang menyebut writerpreneur sebagai seorang wirausahawan/enterpreneur yang bergerak dalam bidang menulis/penulisan.
Adapun ruang-ruang diskusi yang penulis maksud dapat berupa kegiatan yang mengeliatkan minat bersama terkait kepenulisan. Salah satu medianya adalah komunitas. Komunitas menjadi salah satu kekuatan yang menggerakan individu dalam mengekspresikan kreasi maupun kreativitasnya. Salah satu keterampilan hidup yang anak muda miliki ialah pengembangan ruang minat dan bakat. Semakin tergali potensi yang anak muda miliki, akan memberikan ruang aktualisasi nyata yang ia butuhkan. Penguatan ini sangat perlu dibangun di manapun anak muda berada.
Hadirnya komunitas Ruang Imajinasi Sastra contohnya, menjadi ruang belajar bersama mahasiswa yang menyatupadukan kreativitas yang mereka miliki melalui narasi. Narasi yang dikembangkan bukan hanya sastra berupa puisi, cerpen, maupun prosa. Namun ada pula ragam narasi berupa esai yang muncul dari ide dan gagasan ketika diskusi tematik, termasuk isu-is strategis yang berkembang di sekitar anak muda. Lantas, bagaiamana kontribusi komunitas dalam pengembangan ketrampilan hidup anak muda?
***
Bicara tentang komunitas, pastinya sangat luas terbayang dalam alam pikiran setiap orang. Sebab, komunitas itu lahir dan hadir dari adanya kebutuhan akan ruang kebersamaan. Hadirnya komunitas bagi anak muda tentunya membawa perubahan dalam kesiapan mereka untuk ikut aktif memberi untuk sesama. Maksudnya di sini adalah bagaimana secara nyata anak muda mendapat ruang positif dalam menggali kemampuan untuk terus ia kembangkan.
Membaca dan menulis menjadi dua hal penting yang akan mengasah, melatih dan membiasakan anak muda untuk mendapatkan ide; gagasan; pengalaman; bahkan guru terbaik dalam sekolah kehidupan. Komunitas Ruang Imajinasi Sastra menjadi rintisan awal dari bertemunya ragam anak muda yang siap untuk belajar bersama tentang sastra dan ruang lingkup narasi ilmu lainnya. Pembelajaran ini memiliki tujuan untuk terus menggali potensi yang mereka miliki serta melatih untuk berani membuat karya sendiri dan karya bersama. Penulis sendiri tergugah untuk membuka afirmasi positif dalam diri anak muda yang masih kuat dengan identitas. Berikut ini beberapa poin penting berkaitan dengan komunitas:
Pertama, merintis suatu komunitas tidak harus menunggu, namun harus dijemput. Artinya kebutuhan akan hadirnya komunitas menjadi bagian penting dari proses pembelajaran dan mengasah keterampilan hidup.
Kedua, buatlah aktivitas-aktivitas dari langkah sederhana untuk menemukan tujuan bersama yang dicita-citakan.
Ketiga, tetapkan secara prioritas aktivitas yang sudah berjalan untuk membuat karya bersama.
***
Keempat, penguatan branding kolektif adalah kebutuhan dan sudah sepatutnya seorang individu perjuangkan dalam kebersamaan.
Kelima, upayakan untuk terus mengikuti atau membuat kegiatan dalam komunitas.
Keenam, jadikan program komunitas sebagai laboratorium mini bagi individu untuk terus berkarya.
Ketujuh, libatkan seluruh anggota dalam ragam kegiatan komunitas untuk membangun kebersamaan, beri kepercayaan dan loyalitas dalam komunitas.
Beberapa poin penting di atas menjadi starting point akan hadirnya komunitas bagi anak muda. Tumbuh suburnya komunitas di lingkungan anak muda seperti di kampus misalnya, akan mengasah ketrampilan hidup sesungguhnya. Anak muda yang biasa diskusi di ruang kelas akan membiasakan pola diskusinya dalam ragam yang lebih berwarna. Bersama komunitas, anak muda akan menemukan banyak teman dari lingkungan dan karakter yang berbeda. Semakin banyak cara belajar yang dapat mereka pilih dan semakin terbuka ruang keberagaman yang akan memperkaya pengetahuan serta keterampilan hidup anak muda.
***
Komunitas Ruang Imajinasi Sastra sebagai contoh rintisan dari adanya sekolah atau pelatihan menulis di kalangan mahasiswa, kini menguat menjadi komunitas penulis-penulis muda yang memiliki karya. Komunitas ini menjadi laboratorium mini dalam melatih, mengasah dan menguji potensi anak muda dalam melahirkan karya. Ragam ketertarikan bergabung bersama komunitas menjadi satu alasan kuat bagi siapapun untuk hadirnya sense of belonging terhadap komunitasnya. Komunitas Ruang Imajinasi Sastra menjadi satu ruang ilmu bagi anak muda pecinta sastra. Anak muda yang mencari ruang belajar tentang budaya dan lingkupnya. Termasuk dalam hal yang kontemporer/kekinian dengan terus menggali budaya lokal dari lintas generasi.
Pastinya, banyak harapan yang tertuju dari hadirnya komunitas anak muda di tengah-tengah masyarakat. Komunitas anak muda ini sendiri sangat dibutuhkan di manapun keberadaannya. Termasuk ketika muncul berbagai fenomena yang hadir di tengah masyarakat, yang perlu upaya untuk menyikapi dan mencari solusi. Hadirnya komunitas anak muda mampu memberi kontribusi nyata, meski dalam narasi sederhana. Sebab dari narasi inilah nantinya mampu menggetarkan banyak pihak yang membuat kebijakan. Mereka yang tersentuh dari adanya saran dan pertimbangan, untuk selanjutnya membuat draf keputusan.
Langkah sederhana yang anak muda sampaikan melalui narasi inilah yang akan membuahkan langkah besar dalam merumuskan suatu tatanan. Inilah peran strategis hadirnya komunitas anak muda yang visioner, terampil dan berkemajuan. Komunitas yang lahir dari suatu cita-cita bersama dalam kepenulisan. Semoga!!!
