Lupakan Mengidealkan Pasangan, Adanya Pasangan yang Saling Mengerti
Setiap pasangan yang ada kadang lupa memikirkan bahwa mereka mempunyai kekurangan. Ketika pertengkaran muncul, barulah ia menyadari pasangannya ternyata menyembunyikan hal-hal penting darinya. Barulah ia mengerti bahwa kehidupan tak semenyenangkan seperti yang ia harapkan.
Banyak dari kita yang belum menemukan pasangan. Dan menganggap bahwa yang terpenting ada pasangan, pemikiran tersebut tidak bisa dibenarkan. Tetapi merasa bahwa pasangan harus ideal, syaratkan harus seperti ini, syaratnya seperti itu, hal tersebut menjadikan kita terlalu idealis. Merasa tidak ada yang mau dengan kita juga hal aneh. Yang ada ialah pikiran kita yang demikian yang justru menghambat kita dari mencari pasangan. Orang yang tidak bekerja bertahun-tahun bukan karena ia tidak bisa bekerja. Tetapi pikirannya yang menghambat mereka untuk bekerja.
Ia merasa sudah bekerja maksimal tetapi selalu gagal. Bisa kita samakan, dengan kita yang sudah lelah mencari pasangan, tetapi selalu tidak berhasil. Lalu mereka memutuskan untuk berhenti, cukup, tidak bekerja. Padahal kalau ia ingin berusaha lebih baik, belajar lebih giat, ingin mencari lebih tekun, lebih sabar memperbaiki diri, maka semua yang tidak mungkin bisa berubah menjadi mungkin.
Beberapa hal ini yang bisa kita jadikan sebagai langkah menciptakan pasangan yang saling mengerti. Bukan hanya mencari pasangan ideal dengan syarat-syarat sulit.
Mampu dan Tabah Menjalankan Kewajiban Agama
Dengan memilih pasangan berarti kita pun perlu berusaha memenuhi kewajiban dan hal-hal lainnya dalam urusan agama. Sebab dengan agama semua hal menjadi lebih indah. Dengan agama seseorang akan menjadi lebih percaya pada diri sendiri, termotivasi untuk bekerja, mencari nafkah bagi keluarganya. Dan tentunya dengan agama terdapat adanya keberkahan.
Agama Islam tentu memiliki nilai-nilai seperti kedisiplinan, kesabaran (istiqamah), kejujuran, dan akhlak yang baik. Hal ini yang kemudian dapat kita jadikan sandaran dalam berperilaku, sehingga ketika berada di tengah-tengah masyarakat kita dapat kemudian beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Nabi Muhammad Saw. sebagai contoh dari berperilaku yang baik dengan pasangan. Beliau mencontohkan dalam berkomunikasi yang baik, serta memiliki akhlak yang lemah lembut. Beliau menekankan pentingnya menjaga agama dengan keteguhan dan istiqamah. Tetapi menjalankan perintah agama belum cukup, perlu ilmu dalam pelaksanaannya. Pasangan, bersama untuk belajar mengenai agama.
Mengerti Satu Sama Lain Tanpa Berusaha Menghakimi
Berusaha untuk saling mengerti, memahami dan mengayomi memang tidak mudah. Meski perbedaan pendapat dan pemikiran tak bisa dielakkan. Berusaha untuk saling mengisi kekurangan. Sebab kesesuaian dan kecocokkan merupakan hal membuat pasangan untuk bisa saling mengerti. Dengan memiliki kesesuaian, pasangan dapat merasa nyaman untuk berkomunikasi.
Kemudian pasangan tidak melakukan kekerasan fisik di antara satu sama lain. Pria tidak main tangan terhadap wanita dan sebaliknya. Wanita yang tidak melemparkan benda kepada pria dan sebaliknya. Kekerasan dan amarah yang tajam merupakan bagian daripada kesombongan. Merasa sombong karena lebih berkuasa, sehingga mampu melampiaskan amarahnya dengan kasar. Hal itu bukanlah pasangan yang berusaha saling mengerti. Sebab enggan mendengarkan penjelasan, tetapi langsung menghakimi.
Memahami dan mengerti lebih banyak hal tentunya melibatkan hati. Dengan hati yang lembut harapannya kita akan mengerti. Sehingga kesalahpahaman yang ada dapat diatasi. Kesalahapahaman menimbulkan kecemburuan. Dan kecemburuan ini dapat berbahaya jika tidak ditangani dengan hati-hati.
Membuat Bahagia Untuk Jangka Waktu yang Lama
Bahagia ialah relatif, tetapi untuk urusan pasangan merupakan hal yang tak patut diremehkan begitu saja. Kebahagiaan masing-masing pasangan ditentukan oleh individu yang berada di dalam pasangan tersebut. Hambatannya tentu saja karena kebahagiaan masing-masing berbeda. Tetapi ketika ada satu jalan yang sama, maka pertemuan dari jalan tersebutlah yang menghasilkan kebahagiaan.
Kemudian mandiri dalam hal keuangan, mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup menjadi salah satu kebahagiaan. Sebab kesulitan ekonomi, seringkali menjadikan pasangan bertengkar. Pasangan yang sering bertengkar mengakibatkan kerusakan sosial dan mental. Pasangan yang menjadi lebih agresif, membuat tetangga sekitar menjadi tidak nyaman.
Memiliki Akhlak yang Baik dan Berusaha Untuk Menyempurnakan
Akhlak yang baik ini merupakan bagian yang melengkapi seluruhnya. Tentu akhlak yang baik saja tidak cukup, perlu kemudian menyempurnakannya dalam sepanjang kehidupannya.
Teladan kita tentu Khatamul Anbiya, Rasulullah Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan bagaimana bersikap terhadap orang-orang yang memusuhi beliau. Bahkan orang-orang Thaif menyediakan hadiah batu terbang ke wajah dan tubuh beliau pun ditanggapi dengan lembut. Mereka merupakan orang yang belum mengerti kata beliau. Hal ini yang patut menjadi contoh. Walau kenyataanya sulit menerima seluruh kebencian yang kita hadapi. Tetapi dengan meneladani beliau, kehidupan kita menjadi lebih baik. Lalu kita mulai perlahan-lahan menerapkan dan bersikap seperti yang dicontohkan beliau.
Pasangan yang telah bertemu sepertinya bahagia sekali, terlihat pada saat raut wajah mereka difoto oleh keluarga. Tapi bukan berarti kemudian pasangan yang bertemu itu hanya untuk pernikahan, lalu selesai. Sebab setelah menikah dan bersama-sama berjalan dalam kehidupan penuh rintangan, di saat itulah perjuangan dari pasangan akan mendapatkan masalah dan beban yang begitu berat. Walau perbedaan terjadi, tetapi kehidupan itulah yang lantas menjadi penguat dalam kebersamaan.
Suka menulis di blog. Senang membaca buku, pergi ke perpustakaan dan berusaha untuk terus belajar. Saat ini sedang mempelajari bahasa Inggris untuk menunjang karirnya.
Instagram: @aldirahman108
