f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
berzina

Kisah Seorang Ahli Ibadah yang Berzina

Kisah seorang ahli ibadah  berikut ini patut diambil hikmah dan pelajarannya bagi kita semua. Wahb bin munabbih radhiallahu’anhu menukilkan kisah sorang ahli ibadah di kalangan Bani Israil. Dia adalah orang yang paling tekun beribadah pada zamannya. Pada saat itu ada tiga orang laki-laki bersaudara yang memiliki satu saudara perempuan. Kakak beradik itu tidak mempunyai kedua orang tua dan mereka harus bertanggung jawab untuk melindungi adik perempuan satu-satunya.

Saat itu ada panggilan untuk pergi berperang, kemudian  kedua saudara laki-laki itu hendak pergi untuk ikut dalam pengiriman suatu pasukan.  Mereka bingung, jika mereka pergi untu berperang siapa yang akan menjaga dan melindungi adik perempuan mereka, dan kepada siapa ia akan dititipkan.  Sampai akhirnya mereka  memutuskan untuk menitipkan adik perempuannya kepada seorang ahli ibadah di kalangan Bani Israil.

Dengan penuh keyakinan, mereka mendatangi ahli ibadah itu dan memintanya untuk bersedia dititipi saudari perempuan mereka, yang berarti saudari perempuan mereka itu harus menetap di tempat ahli ibadah dan dalam lindungannya, hingga mereka kembali dari peperangan. Namun ahli ibadah menolak permintaan mereka untuk dititipi adik perempuannya. Akan tetapi, mereka terus  mendesak untuk bersedia dititipi adik perempuannya. Ahli ibadah itu hingga akhirnya berkenan dan kemudian Ia berkata ; “Suruhlah ia menginap di sebuah kamar di lantai bawah biaraku.”

***

Maka kedua saudara laki-lakinya segera menempatkan adik perempuannya itu di kamar yang dimaksud, kemudian meninggalkannya. Dengan begitu gadis itu berada di tempat ahli ibadah untuk sekian lama, yang selama itu pula ahli ibadah turun ke tempat gadis itu menetap untuk sekedar memberikan makan. Ahli ibadah itu meletakan makanannya di dekat pintu tempat biara itu tinggal dan segera kembali ke atas. Kemudian sang gadis mengambil makanan yang sudah diletakan oleh ahli ibadah.

Baca Juga  Pandemi yang Kembali Menghubungkan Anak dengan Alam

Setan cukup sabar menghadapi ahi ibadah, dan senantiasa membuatnya senang melakukan kebaikan, sambil membesarkan masalah jika gadis itu keluar pada siang hari, dan menakut-nakutinya, andaikan ada orang yang melihat keberadaan gadis itu berada di biaranya. Maka setan menambahi tipu muslihatnya dengan berkata, “Andaikan engkau mau berjalan ketika membawa makanannya, dan meletakannya di depan kamarnya, maka tentu pahalamu akan bertambah besar.”

Setan terus menerus membujuknya, hingga ahli ibadah itu berjalan mendekati kamar gadis itu, dan meletakan makananya di depan pintunya, tanpa berbicara sedikitpun. Ini terjadi hingga beberapa lama. Kemudian Iblis mendatangi ahli ibadah dan menganjurkannya untuk melakukan suatu kebaikan, seraya berkata, “Andaikan engkau mau berjalan membawa makanannya dan meletakannya kedalam kamarnya, tentu pahalamu akan semakin besar.” Iblis senantiasa membujuk ahli ibadah,h ingga dia mau membawa makanan dan meletakannya ke dalam kamar seorang gadis. Kemudian hal ini terjadi beberapa lama.

***

Iblis menyuruh ahli ibadah kepada kebaikan dan menganjurkannya, seraya berkata, “Andaikata engkau mau berbicara dan mengobrol dengannya, tentu engkau akan bisa menjaganya.” Iblis senantiasa membujuknya, hingga ahli ibadah itu mau berbincang-bincang dari lantai atas, dan hal ini terjadi sampai beberapa lama. Kemudian sejak setelah saat itu, Iblis terus  mendatangi dan membujuk ahli ibadah untuk masuk ke dalam kamarnya dan berbincang bincang dengannya, agar tidak diketahui seorangpun, maka itu akan lebih baik baik. Maka ahli ibadah itu pun menemani sang gadis hingga senja, dan setelah itu kembali lagi ke tempat ahli ibadah yang berada di lantai atas.

Iblis terus menerus mendatangi ahli ibadah, hingga akhirnya Ia pun berani untuk memegang paha sang gadis dan memeluknya. Iblis terus mengatakan bahwa itu adalah sebuah kebaikan. Hingga akhirnya dia menyetubuhinya dan sang gadis itu pun hamil. Tampaknya Iblis tidak mau berhenti, “Apakah kamu lupa dengan kedua saudara laki-laki perempuan itu?” jika mereka tau pasti dia akan membunuhmu!”. maka hibadah itu pun membunuh sang perempuan dan menguburnya agar kakaknya tidak mengetahuinya. Ahli ibadah itu benar benar mengubur perempuan itu bersama anaknya.

Baca Juga  Aku Ingin Jadi ABK
***

Tidak seberapa lama, saudara laki laki sang perempuan pulang dari peperangan, mereka mendatangi ahli ibadah perihal adik perempuannya. Namun mereka harus menelan kekecewaan karena ahli ibadah berkata bahwa sang gadis telah meninggal karena suatu penyakit.

Pada malam harinya, saat saudara laki-laki sang gadis itu telah tertidur, Iblis mendatangi mereka lewat mimpi seraya berkata, “Ahli ibadah itu tidak jujur tentang saudari kalian. Saudari kalian telah hamil dan melahirkan bayi karena perbuatan ahli ibadah, lalu dia membunuh saudari kalian dan bayinya. Karena merasa takut terhadap kalian, Ia kemudian menguburnya di kamarnya. Pergilah kesana dan buktikan sendiri, tentu kalian akan mendapatinya.”

Pagi harinya mereka bergegas untuk mendatangi kuburannya seperti dalam mimpi. Kemudian membongkarnya. Alangkah terperanjatnya! adik perempuan mereka ternyata bunting dan ada bekas tusukan di lehernya. Itu menandakan adiknya telah dibunuh. Mereka pun menemui ahli ibadah tentang nasib saudarinya, dan tak ada pilihan lain bagi ahli ibadah selain mengakuinya.

Kemudian ahli ibadah pun bersiap untuk disalib, tatkala ahli ibadah itu sedang diikat di papan, Iblis berkata kepadanya, “Hai, kamu ahli ibadah, bersujudlah kepadaku, maka kau akan selamat dari keadaan yang menimpamu ini!” sang ahli ibadah pun bersujud dan menyatakan kufur terhadap Allah.  Namun kemudian setan meninggalkannya begitu saja dan membiarkan orang-orang menyalibnya. Karena peristiwa inilah Allah menurunkan ayat 16 dari surat Al-Hasyr.

***

Pelajaran berharga dari kisah ini, setan dengan strateginya akan senantisa mencari celah, membisiki manusia dengan maksiat-maksiat kecil, dan menjerumuskan manusia agar terjerumus kedalam kemaksiatan secara bertahap. Seperti yang terjadi saat ini, mungkin sudah menjadi hal yang lumrah bagi kita untuk melihat perzinaan terekspos di sosia media. Bahkan kita mendapati tidak secara sembunyi-sembunyi lagi untuk pasangan yang belum menikah mempertontonkan kemesraannya, dan menutup diri akan syari’at yang telah mengharamkan perzinaan.

Baca Juga  Rencana Duel yang Berakhir Ambyar

Seorang ahli ibadah yang terkenal dengan keshalihannya pun bisa terjerumus dalam bisikan syetan kemudian mati dalam keadaan kufur. Lalu bagaimana dengan kita yang ilmu nya masih lupa ingat, dan ibadahnya masih minim?

Maka dari itu,teruslah beramal dengan amalannya ahli surga, karena kita tidak tahu kapan kita akan kembali pada sang pencipta.

Bagikan
Post a Comment