Saudagar Perempuan yang Suka Berderma (2)
Oleh: Juwanti (Jujuk)
Motivasi sebagai Saudagar
Menjadi saudagar, telah diimpikan Pamella sejak empat puluh tahun yang lalu, jauh sebelum dia menikah. Dia bersyukur kemudian bahwa Tuhan memberikannya pasangan yang menginginkan istrinya berdagang. Sebab suaminya adalah seorang dai dan dia ingin membantu tugas dakwah itu bersama-sama hadir untuk umat. Suaminya meminta dia tetap bekerja dan mencari nafkah bersama-sama. Mereka akhirnya bisa punya tabungan zakat, qurban, bahkan haji.
Pamella bercerita bahwa suaminya pula rela menggantikan tugasnya memandikan bayi, mengantar ke dokter, bahkan memasak. Suaminya ingin agar Pamella tetap berkarya dan meraih mimpinya sebagai saudagar perempuan sukses. Dia yakin jika hal ini bukan skenario Tuhan maka tak akan bisa terjadi. Dia diberi anugrah suami yang mendukungnya bekerja.
Selain itu, Pamella memiliki tekad yang kuat, mengingat dulu setelah bapaknya wafat, keluarganya sempat mendapatkan zakat. Mengingat itu Pamella kemudian berdoa pada Tuhan ‘Ya Allah aku besok ingin kerja keras dan ingin bisa membayar zakat’. Dari kejadian itu pula dia menjadi bertekad membantu anak yatim piatu juga orang-orang yang membutuhkan.
Rahasia Sukses
Ada sepuluh kiat sukses ala Pamella, namun yang paling penting semua urusan itu harus diniat ibadah karena Allah. Rahasia sukses Pamella diantaranya kerja keras, jujur, ada visi misi, pandai mencari peluang, hemat, hidup sederhana, amanah, menabung, belajar, dan menjaga kutuhan rumah tangga. Kiat yang terakhir itu yang sangat penting dalam memudahkan rezeki.
Rezeki akan masuk pada keluarga yang tidak pernah bertengkar, itu keyakinan Pamella. Selama 44 tahun berumah tangga, dia merasa bahagia walaupun jalan berumahtangga juga tak selalu mulus. Dengan saling pengertian menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya tentunya dan menjalankan sunah seperti shalat sunah, puasa, dan berusaha tertib dalam menyisihkan hartanya untuk berzakat.
Setelah Menikah
Pamella bercerita bahwa dulu menikah dia tidak memiliki apa-apa, modalnya hanya 75.000 dan meminjam ibunya 175.000. Uang yang dipinjam dari ibunya itu baru bisa dia kembalikan setelah dua tahun. Setelah dua bulan menikah, dia membuat ruang 5mX5m menjadi warung kecil-kecilan.
Warung kecil-kecilan itu menjual layang-layang, gambar, kelereng, buku bekas yang mengikuti kebutuhan orang. Untuk meramaikan warung, maka dijuallah kaset bekas dalam rangka menarik perhtian dengan heboh. Keperluan anak-anak seperti permen cicak dan sejenisnya disajikan. Harapannya anak-anak yang membeli tadi akan cerita dengan orang tuanya, sehingga warung akan diketahui oleh orang tua anak. Rajin menabung, sederhana, dan hemat membuat modal bertambah pelan-pelan dan dapat mengembangkan Pamella sampai delapan outlet di Yogyakarta.
Bisnis yang dijalani Pamella dilakukan dengan santai, semampunya, dan tanpa hutang. Tetapi dalam membangun bisnis harus kerja keras, tidak pernah berhenti mengembangkan bisnis dan kadang refreshing ke luar negeri jika ada yang membiayai.
Harapan Menjadi Saudagar Sukses
Menajadi saudagar sukses adalah harapan Pamella. Pamella ingin menjadi saudagar yang ingin membantu banyak orang dan membayar zakat yang banyak. Maka alasan membuka SPBU manakala tua kelak tetap bisa membantu orang, sehingga Pamella sudah mengkader anak-anaknya dalam berbisnis. Ditambah lagi setelah mendirikan panti asuhan, bermula belum terfikirkan karena suami sudah mengurus sekolah dan pondok pesantren.
Cara Menghilangkan Penat
Strategi Pamella dalam menghilangkan kepenatan dunia yaitu mendatangi kajian tiga kali dalam seminggu. Majelis yang dihadiri biasanya di ‘Aisyiyah Ngadiwinatan, PDHI, dan Muhammadiyah Karangkajen. Selain ngaji juga mendirikan kajian dengan sasaran pendidikan. Sepulang kajian dengan memonitoring supermarket Pamella.
Selain itu, dengan melihat anak-anak panti asuhan akan membuat senang. Bahkan Ia Impor anak-anak Timor-timor yang dibiyayai untuk belajar agama di Indonesia, supaya jika kembali ke Timor-timor akan mengembangkan dakwah di tempat asalnya. Sebab di Timor-timor masih banyak yang belum muslim. Dengan adanya anak-anak impor ini bisa membuat orang memeluk Islam di negerinya.
Meneropong Masa Depan
Setiap langkah dan nafas adalah ibadah. Maka apa yang dilakukan terutama bisnis yang dikembangkan Pamella harus bisa membantu banyak orang. Sebagai orang beriman harus selalu mengharap ridho-Nya. Apa yang dilakukan harus bisa bermanfaat buat orang banyak meski hal itu kecil. Dengan berharap, anak-anak sebagai kader harapan harus memiliki jiwa wirausaha dengan banyak berzakat dan membantu banyak orang.
