Ironi Di Bawah Lelaki
Oleh: Destita Mutiara*
Di cermin yang megah
Tepat menggambarkan jauh sampai antah berantah
Iya, jauh sekali
Dihadapnya ada seorang diri
Berdiri layu, bermuka lesu, tidak ada senyum menghampiri
Ditelisiknya mulai kaki hingga kepala
Perlahan sorot tajam terhenti
Sejajar tepat dengan wajah
Terbesit kata Sok Hok Gie
Perempuan akan selalu dibawah laki-laki
Kalau yang diurusi, hanya baju dan kecantikan
Seketika batinnya bergejolak
Meronta tak ingin bersedih
Seolah api sedang disulut gelora
Terbayang lagi ironi diri,
yang terseok-seok
Mengadang pilu, menebas sepi
Bekerja tiada henti
Demi kehidupan kemudian hari
Terbesit harap
Tertulis kisah yang menjadi api
Perlahan hasil manis dituai lagi
Kembali ia pandangi
Senyum mulai merekah
Untuk apa memuram durja
Apa yang harus disesali
Tuhan sudah sangat baik memberi
Tekad yang dicerca harap terkumpul kembali
Hingga akhirnya utuh dan pulih
*Penulis adalah Alumni Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2020
