Perkenalan Diri : Aku adalah Jamak
Sadarkku membabi buta akan makna,
Makna yang menjadi simbol keterikatan
Aku menjadi seorang yang menjijikan
Melihat sebuah dosa dengan senang tanpa beban,
walau rasa pun tak mau seperti itu
Aku menjadi seorang yang taat beribadah
Bertaubat dari segala dosa yang dilaku,
dengan janji yang terus diulang
Aku menjadi seorang yang bijak
Menyemai nalar menggunakan toleransi,
untuk kepentingan yang sia-sia dilaku
Aku menjadi seorang pemarah
Marah yang terus menyalahkan diri tanpa henti,
sampai kapasitas fikirku muak dengannya
Aku menjadi seorang Penyayang
Diri yang selalu paham akan situasi dan kondisi seseorang,
walau mereka tak seperti itu kepada diri dan bebas bersikap
Teriakan di telinga kanan,
Menuntun akan bijak yang harus kulakukan dengan tentram dan tabah
Mana bisa aku begitu, sedang Teriakan ditelinga kiri
Menjadikanku selalu bersikap buas dan menekan
Agar menelan air liur kembali yang sudah kubuang
Memang kesadaran sedang merayu akan diri,
Memaknainya untuk berdamai, menjadi kehendak yang absolut
Dengan sadar aku adalah jamak dari segala keterikatan diri,
yang menjadi simbol akan makna hidup dari sebuah perjalanan
Seorang Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Lahir di Bandung, 31 Mei 1999. Pegiat Komunitas Sastra Adiwangsa
