Pemahaman Siswa dalam Pelajaran Fisika Saat PJJ
Kondisi dunia pada saat ini sedang sangat tidak baik, karena adanya pandemi Covid-19. Menurut data World Health Organization (WHO) tanggal 4 Desember 2020. Kasus terkonfirmasi positif sebesar 65.408.787 jiwa, sedangkan yang meninggal sebanyak 1.509.743 jiwa. Penyakit Covid-19 merupakan wabah yang dapat mudah menular. Belum adanya vaksin dan obat yang legal untuk penyakit ini menjadikan wabah ini semakin sulit untuk dikendalikan penyebarannya. Untuk menghindari penyebaran wabah ini semua kegiatan yang berada di luar rumah atau kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan sangat dibatasi oleh pemerintah. Tentu ini berimbas para pembelajaran para siswa. Semua dilakukan agar kasus reaktif Covid-19 tidak semakin meningkat.
Ada beberapa cara yang di terapkan oleh pemerintah guna memutus penyebaran virus Covid-19, salah satunya dengan membatasi interaksi antar manusia. Kebijakan pembatasan sosial tersebut juga berlaku di berbagai bidang, contohnya ekonomi, sosial, dan pendidikan [1]. Kebijakan pemerintah untuk menerapkan Work From Home (WFH) berdampak juga dalam kegiatan belajar mengajar. Pemerintah memutuskan untuk merubah proses belajar mengajar yang biasanya di lakukan di sekolah menjadi di rumah dengan sistem PJJ atau pembelajaran daring (dalam jaringan).
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan proses belajar mengajar yang di lakukan secara virtual, tanpa tatap muka, tanpa ruang kelas secara fisik. Ada banyak kendala yang dialami dalam penerapan sistem pembelajaran ini. Salah satu kendala terberat dalam pembelajaran daring adalah mengajar mata pelajaran eksak.
Tantangan Mata Pelajaran Eksak Selama PJJ
Mata pelajaran eksak perlu mendapatkan perhatian khusus dalam penerapan pembelajaran daring. Salah satu mata pelajaran eksak adalah fisika. Fisika dianggap sebagian besar siswa di Indonesia sebagai mata pelajaran tersulit dan menantang bagi siswa [2]. Siswa mengalami kesulitan karena hanya memikirkan hasil dan perhitungan matematis tanpa mengetahui persamaan matematisnya. Siswa masih sering menggunakan pendekatan plug and chug dan memory based dalam menyelesaikan soal-soal fisika (Walsh et al(2007)dan Brad A (2011)) [3,4]. Kesulitan dalam memahami mata pelajaran fisika menuntut kreativitas guru mata pelajaran fisika apalagi dalam keadaan pembelajaran daring seperti saat ini.
Guru-guru fisika di Indonesia harus bergerak tepat dan cepat dalam kondisi pembelajaran daring seperti ini. Para guru harus berupaya lebih keras lagi agar siswa mampu memahami materi fisika yang diajarkan. Upaya-upaya tersebut juga harus mendapat dukungan oleh beberapa pihak, seperti keluarga, jika tidak maka semaksimal apapun guru memberikan materi pembelajaran akan tetap tidak efektif.
Penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran daring merupakan salah satu solusi penerapan sistem pembelajaran daring untuk memudahkan guru dan siswa melakukan proses belajar mengajar. Di sini guru dituntut untuk mampu menguasai teknologi yang dibutuhkan untuk pembelajaran daring. Biasanya pengajar menggunakan media digital seperti Youtube, Zoom, Google classroom, Whatsaap, Google meet, dan lain-lain. Akan tetapi ada beberapa guru fisika yang kurang menguasai kemajuan teknologi sehingga mempersulit proses pembelajaran daring.
***
Dari beberapa wawancara dengan siswa SMA yang mengikuti pembelajaran daring mata pelajaran fisika, mengutarakan bahwa guru mereka hanya memberikan video materi yang sudah tersedia di Youtube tanpa menerangkannya kembali, memberikan tugas yang banyak tanpa menerangkannya terlebih dahulu, tidak menggunakan Zoom atau Google meet dalam pembelajarannya, menerangkan yang terlalu cepat, dan banyak keluhan lainnya yang di sampaikan para siswa.
Pemerataan akses internet di Indonesia masih sangat kurang, sinyal yang kurang memadai serta mahalnya paket data bagi siswa yang kurang mampu akan dapat juga mempengaruhi keefektifan pembelajaran fisika selama proses pembelajaran daring. Dengan kondisi seperti ini pemerintah mengupayakan hal terbaik dengan cara memberikan kuota data belajar gratis pada tenaga pendidik, siswa, dan mahasiswa selama empat bulan secara berturut-turut. Walaupun dalam realisasinya ada banyak siswa dan mahasiswa hanya mendapatkan kuota data selama dua bulan. Tapi dengan bantuan tersebut sudah sangat membantu proses pembelajaran daring yang di lakukan dalam masa pandemi seperti saat ini. Namun, kendala sinyal masih menjadi masalah yang cukup berarti bagi siswa karena menghambat mengikuti proses pembelajaran.
Tantangan lain dalam kondisi pembelajaran daring seperti ini guru tidak bisa mengawasi secara langsung bagaimana tingkat pemahaman siswa dan tingkat siswa memperhatikan. Banyak sekali siswa yang mengaku bahwa mereka mengantuk saat mempelajari mata pelajaran fisika secara daring. Tak sedikit juga dari mereka yang tertidur ketika melihat guru menjelaskan materi atau menonton video materi dari Youtube. Karena hal ini guru dituntut untuk sekreatif dan semenarik mungkin dalam menyampaikan materi, khususnya pada saat mata pelajaran fisika agar para siswa memperhatikan dengan saksama, tidak mengantuk apalagi sampai tertidur.
***
Dalam kondisi pembelajaran daring siswa juga cukup banyak mengalami gangguan dari luar yang membuat tidak fokus memperhatikan selama pembelajaran daring. Para siswa mengaku sering teralihkan perhatiannya selama masa pembelajaran daring karena bermain handphone, membuka media sosial, berbalas pesan, bermain game, dan banyak hal lain yang mengganggu konsentrasi mereka. Selain itu, kondisi ketenangan lingkungan di rumah para siswa yang bising dan tidak kondusif, apalagi bagi peserta didik yang masih mempunyai adik kecil juga mempengaruhi tingkat pemahaman siswa menjadikan tingkat keefektifan pembelajaran daring menjadi berkurang.
Demikianlah kondisi pendidikan pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi di Indonesia khususnya pada mata pelajaran fisika. Meninjau dari berbagai aspek di atas, jelas tingkat keefektifan pembelajaran daring pada mata pelajaran fisika masih sangat kurang dan memiliki banyak kendala. Dengan demikian, dibutuhkan kerja sama dari berbagai sumber seperti guru, pemerintah, siswa, orang tua siswa, dan masih banyak lagi. Agar pembelajaran daring pada mata pelajaran fisika dan lainnya memiliki tingkat keefektifan yang tinggi.
Editor: Lailatul Qoderia
Daftar Pustaka
[1]Mustakim, ”EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING MENGGUNAKAN MEDIA ONLINE SELAMA PANDEMI COVID-19 PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA” Al asma: Journal of Islamic Education Vol. 2, No. 1, Mei 2020.
[2] Azizah, Rismatul., Lia Yuliati.. & Eny Latifah. “KESULITAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA PADA SISWA SMA” Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA). Vol 5, No 2, Desember 2015.
[3] Walsh LN, Howard RG, dan Bowe B. Phenomenography Study of Students’ Problem Solving Approach in Physics. Physics Education Research. 2007; 1: 12.
[4] Brad A. A Study of The Problem Solving Activity in High School Student: Strategies and Self-Regulated Learning. Acta Didactica Napocensia. 2011; 21: 30.
