f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
toilet training

5 Tips Agar Anak Lulus Toilet Training

Salah satu PR terbesar bagi ibu saat membersamai tumbuh kembang si kecil adalah toilet training, yaitu proses belajar anak untuk mampu buang air sendiri di toilet seperti orang dewasa. Tujuan dari toilet training adalah untuk menyiapkan agar anak bisa mandiri dan melatih supaya bisa mengontrol keinginan untuk buang air dengan benar dan teratur.

Proses toilet training tidak instan, butuh waktu dan percobaan berulang kali. Jadi anda harus benar-benar fokus, konsisten dan disiplin ketika sudah berniat untuk mengajari anak buang air secara benar.

Waktu yang tepat untuk memulai toilet training adalah ketika anak anda sudah bisa di ajak komunikasi dua arah. Anak usia 2 tahun, idealnya sudah bisa mengucapkan kata, dan mengerti instruksi sederhana. Apabila anak anda belum lancar dalam berbicara, tetapi sudah bisa memahami instruksi, maka toilet training sudah bisa di lakukan.

Oleh karena itu, berikut saya rangkumkan langkah-langkah yang bisa di lakukan agar anak bisa segera lulus toilet training.

1. Siapkan mental

Pada saat berniat untuk melatih anak toilet training, yang utama adalah kesiapan mental ibu. Karena proses ini benar-benar melelahkan dan melatih kesabaran ibu. Oleh karena itu, harus di mulai dengan niat agar tetap sabar ketika membersamai si kecil.

Apabila anda masih ragu-ragu atau merasa tidak siap saat akan melatih anak, maka prosesnya akan semakin lama. Ketika anak ngompol, anda sudah panik dan uring-uringan. Hal tersebut akan membuat anak takut dan tidak akhirnya tidak  belajar mengenai toilet training.

2. Kenalkan anak untuk buang air di toilet

Beberapa hari sebelum anda mulai melakukan toilet training, ajak anak berkomunikasi, mengobrol dan bercerita, bahwa si kecil sekarang sudah saatnya belajar untuk buang air di toilet seperti ayah dan ibu.

Baca Juga  Ayah Bunda, Letakkan HPMu, Aku Rindu Sentuhan Hangatmu

Kenalkan  toilet yang ada di dalam kamar mandi. Ajak anak bermain-main di kamar mandi, dengan menyiram toilet atau memencet tombol untuk flush. Bisa juga dengan mengajak anak melihat gambar atau membaca buku tentang toilet training.

Kenalkan si kecil tentang kebersihan. Bisa dengan bercerita, bahwa buang air di celana membuat badan menjadi bau tidak sedap. Jadi harus buang air di toilet.

3. Lepas diapers, ganti dengan celana dalam

Jangan ragu-ragu untuk melepas diapers, ketika sudah berniat mengajari anak buang air secara mandiri.

Apabila anda masih ragu-ragu dengan tetap memakaikan diapers, anak tidak akan bisa belajar mengenali tanda-tanda dia ingin buang air. Untuk mengawali, bisa dilakukan dengan memakai celana dalam di siang hari. Sedangkan malam hari tetap menggunakan diapers.

Sekarang ini sudah ada celana dalam khusus untuk toilet training atau disebut training pants.  Tetapi saya sendiri lebih memilih menggunakan celana dalam biasa, yang tipis dan nyaman. Karena lebih cepat untuk dicuci, kering, dan pakai kembali.

Meskipun apabila menggunakan celana dalam kain biasa, lebih tinggi risiko bocor saat pipis. Tiba-tiba anak ngompol di karpet, sofa atau kasur. Apabila hal itu terjadi, yang pertama harus anda lakukan adalah tarik nafas panjang, kemudian segera bereskan kekacauan.

Sedangkan apabila menggunakan training pants, pipis anak tidak akan sampai bocor, tetapi tetap basah. Ketika anak merasakan celananya basah, tentu merasa tidak nyaman, kemudian mengenali tanda bahwa dia sudah pipis. Tetapi, celana jenis ini lebih tebal, sehingga harus segera dicuci agar tidak meninggalkan bau yang tidak sedap. Dan tentu saja ketika di jemur butuh waktu lebih lama untuk kering.

Baca Juga  Cegah Anak Tantrum dengan The Pause dan Delay Gratification
4. Ajak anak buang air kecil secara berkala

Pada saat memulai toilet training, setiap 10 menit saya ajak anak ke toilet untuk buang air kecil. Saya harus benar-benar mengingat tiap 10 menit. Melelahkan memang, tapi hal ini untuk menghindari anak tiba-tiba pipis di tempat yang tidak kita inginkan.

Lambat laun, kita akan semakin mengenali, tiap berapa menit anak merasa ingin buang air. Dan juga perhatikan gesture anak. Apabila terlihat anak mulai menjepit kedua kakinya seperti ingin pipis. Segera ajak anak ke toilet.

Selama proses toilet training, saya hindari perjalanan atau bepergian. Lebih banyak waktu yang saya habiskan di rumah dan sekitarnya, agar mudah ketika mengajak anak buar air kecil.

5. Gunakan pakaian yang nyaman dan mudah dilepas

Untuk menghemat waktu dan tenaga saat proses toilet training, biasakan anak untuk mengenakan baju dan celana yang nyaman dan mudah di lepas. Jadi ketika anak tiba-tiba merasa ingin buang air kecil, tidak butuh waktu yang lama untuk melepas celana. Anak juga lebih mudah untuk belajar melepas celana sendiri.

Untuk anak yang belum lancar berbicara, apabila dia sudah mengenali tanda bahwa dia ingin buang air kecil, biasanya akan berusaha segera ke toilet sambil melepaskan celananya sendiri.

Selama proses toilet training harus benar-benar konsisten dilakukan setiap hari. Apabila baru dilakukan 3 hari, kemudian anak memakai diapers lagi, tentu anak akan kesulitan belajar mengenali tanda-tanda dia ingin buang air.

Proses toilet training tiap anak berbeda. Tantangannya juga pasti berbeda.  Yang pasti, anak harus dilatih dan dibiasakan  agar anak belajar, dan akhirnya mengenali tanda-tanda ingin buang air. Sampai akhirnya anak bisa buang air secara mandiri di toilet, tanpa bantuan orang tua. Semoga bermanfaat.

Bagikan
Post a Comment