f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
surat kabar

Surat Kabar Untuk Umi

Dengan tergesa, umi membuka aplikasi hijau saat ada notifikasi chat yang masuk dari ustadz si sulung. Selalu merasa deg degan setiap mendapatkan chat dari ustadz tentang keadaan si sulung di sana. Setelah membuka chat, ternyata sebuah foto tulisan di lembar buku, sebuah surat dari si abang kepada umi.

“Assalamualaikum umi, abi, alhamdulillah abang dalam keadaan sehat. Semoga umi dan abi juga selalu berada dalam kesehatan oleh Allah SWT. Abang sebelumnya ada juga menulis surat kabar kepada umi dan abi tetapi tidak sempat dikirimkan karena tidak ada Ustadz Nana, abang membuat surat kabar ini di hari Jumat, ba’da Jumat saat sedang istirahat siang. Sampai sekarang abang belum berani kasih sama umi dan abi, takut umi dan abi marah karena dalam surat kabar tersebut abang meminta maaf kepada umi dan abi.

Umi dan abi, bagaimana kabar di sana? Dek Faris dan Nisa juga sehat-sehat kan. Trus keluarga di Lampulo, Michik, Ibu, Pakwa, Abu dan Bunda semuanya sehat-sehat aja kan. Demikian hendaknya adik-adik juga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Oya umi, abang titip pesan sama umi agar disampaikan kepada Nisa. Semoga Nisa tetap betah dan sabar selama di Ma’had. Kemudian umi sampaikan juga begini, kudu semangat belajarna ya, itu bahasa Bandung lho mi, abang udah mengerti sedikit-sedikit artinya Nisa harus tetap semangat belajarnya. Hehehehehe.. Umi kan lebih ngerti bahasa Sunda daripada abang karena umi pernah lama tinggal di Bandung.

Umi dan abi yang abang hormati, abang meminta doanya agar abang rajin bangun malam untuk melakukan shalat tahajjud. Serta Allah memberikan kemudahan dalam pemahaman selama abang menuntut ilmu di pondok dan jauh dari segala kejelekan (maksiat).

Apalagi abang jauh dari umi, abang belajar mandiri di pondok, umi dan abi tidak bisa mudif setiap minggu seperi dulu saat abang di Ma’had. Butuh pengorbanan umi dan abi yang sangat besar untuk mudif abang di seberang pulau.

Abang juga meminta kepada Allah agar umi dan abi dan semua keluarga kita di Aceh selalu dalam lindungan Allah SWT. Senantiasa berada dalam kesehatan dan kemudahan rezeki, panjang umur dan keberkahan dalam kehidupan. Aamiinn ya rabbal alamin.

Umi, sejak abang masuk ke pondok ini yang sangat jauh dari rumah. Abang bisa membayangkan bagaimana Fihrin dan Zayyan yang jarang dikunjungi oleh Ibu dan Bunda, dibandingkan dulu abang selalu ada umi dan abi jika abang menginginkan makanan atau kebutuhan abang lainnya. Tetapi abang udah dapat memahami bahwa berjauhan dengan orang tua dan keluarga saat sedang menuntut ilmu adalah salah satu bentuk perjuangan dan pengorbanan.

Karena ustadz pernah mengatakan bahwa dalam menuntut ilmu ada pengorbanan yang harus kita berikan yaitu waktu, harta  dan kesenangan. Dan masa bersenang-senang dengan keluarga ditinggalkan sejenak agar dapat menempuh ujian kehidupan berupa merantau dan mencari ilmu.

Hanya ini surat yang abang kirim untuk umi dan abi, insyaAllah besok-besok abang akan kirim surat lagi untuk umi. Semoga surat ini bermanfaat, Abang selalu sayang umi dan abi.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Air Mata Umi

Setitik air bening jatuh di pipi umi. Rasa haru yang berlimpahan di dalam dada tidak dapat menghentikan air mata. Umi membayangkan abang yang dulu di rumah tidak pernah mengungkapkan rasa dan emosi yang ada kepada umi, tetapi sekarang saat dia berjauhan telah mampu menyusun kata-kata yang membuat umi merasa bersyukur memilikinya sebagai buah hati.

Baca Juga  Walang Sangit dan Kantong Semar

Jika dulu suara umi meningkat 10 oktaf hanya gara-gara kenakalan anak-anak yang juga membuat air mata umi jatuh saking marahnya, tetapi sekarang air mata ini jatuh karena perasaan cintai dari anak dengan sangat.

Ternyata beginilah rasanya saat seorang ibu menerima surat dari anaknya. Umi juga jadi ingat dulu nenek menerima surat dari kakak umi yang bersekolah di pondok. Saat ibu menitikkan air matanya umi berkata di dalam hati, kenapa harus menangis itukan hanya sebuah surat.

Umi tidak merasakan bahwa mungkin seorang ibu telah menahan getaran dalam dadanya agar tidak terisak-isak saat mengulang membaca surat dari anaknya yang jauh di rantau. Orang sering mengatakan bahwa cinta yang datang dan terungkapkan dari jauh oleh orang dekat akan lebih terasa daripada orang dekat mengungkapkan cinta. Apalagi jika cintanya tidak terucap setiap hari.

Bahkan dulu sebuah surat adalah lembaran-lembaran cinta yang dapat dipeluk dan dibaca berulang-ulang. Namun sekarang surat berbentuk foto di ponsel dan hanya ponsel yang terpeluk di dalam dada.

Umi mengulang beberapa kali membaca surat dari abang. Merasa bahwa abang berbicara secara langsung di depannya. Umi masih menatap layar handphone dengan mata yang berkabut. Memang cinta seorang ibu tidak pernah berjarak. Jarak fisik hanyalah sementara, selama cinta itu tetap berada di dalam hati.

Editor: Irvan Chaniago

Bagikan
Comments
  • IMelani

    Sukaaa sama ceritanya 🌹

    Desember 16, 2022
Post a Comment