f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
thaharah

Suci dan Bersih dengan Thaharah

Islam mengajarkan umat muslim untuk selalu menjaga kebersihan dalam kondisi apapun. Bahkan, pada kondisi mendesak atau darurat sekalipun. Konsepsi kesucian tersebut adalah Thaharah.

Bersih dan Suci

Allah telah berfirman dalam Q.S. Al Baqarah ayat 222, yang berbunyi:

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.

Dari sini, allah mengabarkan kepada umat muslim bahwa mereka yang senantiasa bertaubat kemudian mensucikan raga serta jiwanya, adalah mereka yang amat sangat Allah cintai. Taubat dan bersuci menjadi dua dari sekian bentuk perintah allah untuk harus di patuhi, bila kita mendambakan surga dari Nya.

Bersuci yang di maksud dalam ayat ini, yaitu mengenai suci secara jiwa dan secara raga. Bukan tidak mungkin lagi, bahwa umat muslim banyak yang tidak menjaga kesucian diri, kalau dari jiwa saja sudah tidak suci, bagaimana dengan perawatan suci secara raganya. Saking pentingnya kebersihan dan kesucian yang perintahkan ini. Tidak ada konsepsi lain yang bisa mematahkan pentingnya kebersihan dan kesucian dalam islam.

Thaharah

Dalam segala aktifitas, baik di rumah, di luar rumah, atau bahkan saat berpergian. Umat muslim tidak diperbolehkan menghiraukan konsepsi bersih dan suci yang ada dalam agama Islam. Ibaratnya memasak sayur tanpa garam, seperti itulah hidup tanpa kebersihan dan kesucian. Thaharah sendiri adalah suatu aktifitas mensucikan diri dari najis dan hadats yang menghalangi shalat dan ibadah-ibadah sejenisnya dengan air atau tanah, atau batu. 

Penyucian diri di sini tidak terbatas pada badan saja tetapi juga termasuk pakaian dan tempat. Hukum thahârah (bersuci) ini adalah wajib, khususnya bagi orang yang akan melaksanakan shalat. Serta merupakan ibadah mahdoh, yakni sesuai dengan tuntunan Al quran dan hadits.

Baca Juga  Dua Istri Lebih Baik?
Tata Cara Thaharah

Dalam melaksanakan thaharah tetap ada beberapa hal yang perlu di perhatikan karena thaharah ini memiliki batasan, yang patut di pahami oleh siapapun. Sebagai contoh wudhu, mandi wajib/junub yang dilaksanakan ketika seorang muslim mengalami hadas besar, ketika seseorang mualaf. Dalam pelaksanaannya, thaharah mengutamakan penggunaan media air. Akan tetapi, apabila ada kendala dari airnya. Islam mengajarkan untuk menggantinya menggunakan debu, sehingga menciptakan konsepsi kesucian yakni dengan Tayamum. Atau berganti dengan alat-alat padat, seperti batu, tisu atau pun kayu.

Air dalam Thaharah

Sudah sejak dahulu, Islam menjelaskan kepada umat muslim bahwa air terbagi menjadi beberapa jenis secara agama Islam. Di antaranya sebagai berikut,

  1. Air suci dan menyucikan
    Air suci dan menyucikan yakni dzat dari air tersebut suci dan untuk bersuci. Sebagai contoh air hujan, air laut, air sungai, air sumur, air mata air, dan air salju, dan air dari hasil hujan.
  2. Air Musyammas
    Air musyammas sendiri adalah air yang dipanaskan di bawah terik sinar matahari dengan menggunakan wadah yang terbuat dari logam selain emas dan perak, seperti besi atau tembaga. Berhukum suci dan mensucikan.
  3. Air Suci Namun Tidak Menyucikan
    Berdzat suci tetapi tidak bisa untuk bersuci, baik untuk bersuci dari hadats maupun dari najis. 
  4. Air Mutaghayar
    Air Mutaghayar merupakan air yang mengalami perubahan dari salah satu sifatnya yang disebabkan tercampur dengan barang suci yang lain dengan perubahan yang menghilangkan kemutlakan nama air tersebut.
  5. Air Mutanajjis
    Air Mutanajjis merupakan air yang terkena barang najis dan volumenya kurang dari dua qullah atau volumenya mencapai dua qullah atau lebih, tetapi berubah salah satu sifatnya—warna, bau, atau rasa karena terkena najis tersebut
Baca Juga  Rokok dan Muhammadiyah

Dalam Islam kelima jenis air tersebut menjadi hal yang wajib di pahami, sebab setiap harinya melakukan berbagai macam thaharah atau bebersih, terutama saat hendak melakukan ibadah. Apabila air yang digunakan tidak tepat, tentu akan berpengaruh pada sah atau tidaknya ibadah yang dikerjakan. Sehingga dari sini, benahi kembali pamahaman mengenai jenis-jenis air yang ada dalam Islam, kemudian menerapkannya pada kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

Kebersihan dan kesucian menjadi dua hal yang terikat. Allah Swt amat mencitai hambanya yang memperhatikan kedua hal tersebut. Amal yang baik bila tanpa perantaran yang suci atau berish akan ternilai sama kotornya.

Bagikan
Post a Comment