f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kartini masa kini

Sosok di Balik Kartini Masa Kini

Di Indonesia, setiap bulan April ramai diberitakan tentang para perempuan hebat di berbagai media sosial maupun media elektronik. Di bulan itu pula gencar diekspose para Srikandi Indonesia sebagai perwujudan Kartini masa kini. Selalu ada sosok baru di setiap tahunnya dan diakui atau tidak, banyak warga yang menunggu berita-berita tentang itu.

Sosok-sosok perempuan hebat yang sering berseliweran beritanya di media antara lain: pilot perempuan, polwan, dirut perusahaan ternama, pemangku pemerintah, atlit, seniwati; dan masih banyak predikat jempolan lainnya yang disandang kaum perempuan. Mereka hebat, berkelas, berprestasi sekaligus berprestise.

Dari sekian sosok para perempuan andal ini, mereka tidak mungkin berjalan sendiri lalu secara otomatis jadi perempuan super. Ada banyak faktor pendukung yang memuluskan jalan menuju ke sana. Karena untuk menjadi hebat tentu ada tahapan yang harus dilalui yakni kemauan, kemampuan, ketekunan, kesabaran, perjuangan dan doa bahkan air mata.

Pernahkah terbersit di pikiran kita, siapa sponsor utama yang mampu mengantarkan para perempuan ini menjadi insan bernilai selain orang tua? Ya, sejak lahir hingga tumbuh berkembangnya seorang anak, orang tua tak pernah bosan maupun berhenti dalam menempa anak-anaknya agar kelak menjadi insan yang berkualitas.

Ada sosok ibu di sana dan dia adalah perempuan. Bukan berarti meremehkan sosok ayah, tapi perempuan yang kita sebut Ibu tidak mungkin dan tidak akan bisa dipandang hanya dengan sebelah mata. Karena bagaimanapun juga secara lahir dan batin, sosok ibulah yang paling dekat dengan anak-anaknya.

Seabad lebih emansipasi wanita digaungkan ke seluruh pelosok negeri. Tidak ada yang tidak mengenal siapa  Raden Ajeng Kartini. Perempuan Jepara, putri seorang Bupati yang memiliki otak cemerlang, mampu dan berani mendobrak tradisi yang tidak memberi kebebasan kepada para perempuan dalam menuntut ilmu maupun beraktifitas di luar rumah.

Baca Juga  Bimbang dalam Hidup? Ya Nggak Lah

Langkah kaki para perempuan pada saat itu terpaksa dibatasi geraknya. Tidak boleh ini tidak boleh itu, sedangkan keinginan untuk menuntut ilmu menggebu-gebu. Kartini muda tak bisa menerima larangan-larangan yang bertentangan dengan hati nuraninya yang menginginkan para perempuan harus maju, cerdas dan berpengetahuan luas.

Meski tak semua perempuan mendapatkan kemerdekaan dan hak yang sama dalam menuntut ilmu; semangat untuk menjadi perempuan maju seperti yang dikehendaki Kartini tetap membara. Oleh Kartini, semangat itu ditanamkan kuat-kuat di hampir setiap perempuan Indonesia agar menjadi manusia yang bermartabat dan terpelajar.

Banyak contoh di sekitar kita yang menunjukkan bahwa semangat Kartini tetap menyala. Ketika tak mampu memenuhi cita-cita Kartini dalam hal menuntut ilmu secara formal dengan beragam alasan; kiprah para perempuan bisa diwujudkan dalam bentuk nyata lainnya. Kini, tidak sedikit para perempuan yang memiliki profesi sederhana tapi justru mampu mendorong putra-putrinya menjadi pribadi yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Tidak salah jika ada yang mengatakan bahwa seorang ibu adalah perempuan terhebat di dunia. Darinya lahir para perempuan handal nan hebat yang nyaris merata berada dalam pusaran berbagai profesi di negeri ini. Walaupun secara akademis kemampuan ibu biasa-biasa saja; tapi memiliki pandangan jauh ke depan dan tak kenal lelah berjuang demi keberhasilan putra-putrinya. Saking gigihnya dalam berjuang, seakan kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala tak ia hiraukan.

Sadar akan keterbatasan gerak di masa lalu sedangkan semangat Kartini masih membara dan melekat erat di dada, seorang ibu rela melakukan apa saja. Dengan kerja keras dan cucuran keringat di setiap detiknya; ia tebus cita-citanya yang tak mampu ia raih dengan mengantarkan putra-putrinya menuntut ilmu setinggi mungkin.

Baca Juga  Setelah Ramadan, Mari Berburu Keajaiban Pagi

Tak semua perempuan hebat Indonesia lahir dari keluarga berada yang serba mapan dan tercukupi segalanya. Meski tak bisa dipungkiri untuk menggapai cita-cita tinggi dibutuhkan materi. Banyak dari mereka yang justru berasal dari keluarga sangat sederhana namun masalah pendidikan sangat diutamakan. Seperti seorang polwan yang sempat penulis jumpai, dia lahir dari ibu penjual kue-kue tradisional dan bapak seorang petani.

Perempuan yang menjadi pemimpin perusahaan ternama, juga lahir dari keluarga sederhana. Sang ibu seorang penjahit di kampung dan bapak bekerja sebagai montir di bengkel sepeda motor. Ada lagi dari ibu yang bekerja sebagai pedagang bumbu dapur di pasar, ternyata putrinya berhasil menjadi atlit yang membawa harum nama bangsa.

Masih banyak perempuan-perempuan muda hebat di negeri ini yang bermunculan dari generasi era Kartini hingga kini. Semua tak luput dari peran tangan besi namun lembut milik perempuan yang kita panggil Ibu. Kendati dirinya tak mampu menjadi pribadi seperti yang diharapkan Ibu Kartini, tapi dengan kemampuan maksimal dan pantang menyerah, ia manifestasikan harapan itu pada putra-putri bahkan cucunya tercinta.

Di balik Kartini-Kartini hebat masa kini, ada sosok perempuan tangguh yang tersembunyi dan nyaris tak tersentuh modernisasi, namun gigih memperjuangkan cita-cita Raden Ajeng Kartini. Dia adalah Ibu.

Bagikan
Post a Comment