f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
anugerah

Setiap Anak adalah Anugerah

Anak adalah anugerah yang diberi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Tidak ada yang tau kita akan diberikan anak dengan jenis kelamin apa. Baik laki-laki ataupun perempuan, dimata sebagian orang itu sama saja. Tetapi berbeda lagi dimata orang yang lainnya. Sebagian besar orang tua menginginkan mempunyai seorang anak laki-laki. Mereka merasa bahwa anak laki-laki lebih kuat untuk menanggung beban keluarga jika mereka sudah tiada, juga sebagai penerus usaha keluarganya.

Sehingga, banyak sekali yang memandang sebelah mata anak perempuan. Dengan alasan, jika anak perempuan itu milik suaminya kelak. Sedangkan anak laki-laki merupakan milik orang tuanya meskipun telah menikah.

Menjadi Anak Perempuan

Orang tua saya hanya memiliki dua anak yang dua-duanya berjenis kelamin perempuan. Saya sebagai anak sulung perempuan, dan adik saya sebagai anak bungsu perempuan. Keluarga kami bisa dikategorikan keluarga yang berkecukupan. Ayah saya bekerja sebagai wiraswasta bengkel motor. Bagi orang lain kekurangan keluarga saya hanya satu, yaitu tidak mempunyai anak laki-laki. Banyak yang menyayangkan hal itu. Termasuk keluarga dari pihak ayah saya sendiri.

“Melas emen si Tama beli duwe anak lanang,” ujar nenek yang berbicara menggunakan bahasa Cirebon. Nenek saya merasa kasihan kepada ayah saya karena tidak ada yang melanjutkan usahanya nanti. Dalam sekejap saya merasa sedih, sebenarnya apa kekurangan seorang anak perempuan? Apakah salah jika tidak punya seorang anak laki-laki? Bukankah setiap anak adalah rezeki?

Jika berbicara mengenai penerus usaha keluarga, bukankah jenis kelamin tidak merupakan suatu hal yang menjadi permasalahan. Karena dalam konteks kewirausahaan tidak memandang laki-laki atau perempuan yang menjalankan usaha itu sendiri. Tetapi melihat siapa yang paling pandai dalam menjalankan usahanya.

Baca Juga  Mari Hapus Kebencian dan Tebarkan Cinta

Sudah terlalu basi memang, jika membicarakan masalah kesetaraan antara perempuan dan laki-laki di zaman modern ini. Tetapi sebagian orang masih banyak yang berpikiran tradisional dan memandang sebelah mata kaum perempuan. Padahal sudah banyak bukti yang membuktikan bahwa perempuan juga bisa bahkan mampu melakukan banyak hal layaknya seorang laki-laki.

Suami dan Istri, Milik Siapa?

“Anak laki-laki adalah milik ibunya,” begitu ucapan yang biasa saya dengar di kalangan masyarakat.

Pada kenyataannya tidak semua anak laki-laki itu milik orang tuanya, dan tidak semua anak perempuan itu milik suaminya. Kita mempunyai dasar agama dalam hal  menghormati dan menghargai orang tua; dan dalam menghormati kesetaraan dalam keluarga.

Anak perempuan juga tidak sepenuhnya milik suaminya. Karena, jika seorang anak perempuan sudah menikah dan memiliki suami yang mengerti dasar agama, suami tersebut pasti mengizinkan bahkan meminta istrinya untuk lebih dekat dengan orang tuanya.

Jika anak laki-laki sudah menikah, maka ia berkewajiban untuk menafkahi keluarganya. Ia juga pasti lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja. Jika hari libur tiba, ia pasti akan menghabiskan waktu dengan keluarga kecilnya.

Baik anak laki-laki ataupun perempuan, semua tergantung kepada kepribadian anak tersebut. Kita tidak bisa memutuskan mana yang lebih baik di antara keduanya. Karena semua anak itu merupakan sebuah anugerah yang telah Tuhan berikan. Kita harus syukuri apa yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita. Yang terpenting adalah baik anak laki-laki ataupun perempuan, ia sayang dengan keluarganya, orang tuanya, dan sholeh atau sholehah. Sehingga akan bermanfaat bagi orang tuanya di dunia maupun di akhirat kelak.

Bagikan
Post a Comment