Self Reward : Penghargaan Tanpa Pemborosan
Kesehatan adalah suatu hal yang penting bagi seseorang. Tidak hanya kesehatan jasmani maupun rohani, kesehatan mental juga perlu kita jaga. Karena selain badan, raga kita juga ikut bekerja setiap harinya. Sehingga, supaya tidak mudah stres, kita harus senantiasa memperhatikan kesehatan mental kita.
Banyaknya kegiatan yang kita kerjakan, tentu membuat badan kita kelelahan. Jika vitamin adalah obat yang kita minum untuk memulihkan dan merawat tubuh kita, lalu apa obat yang tepat untuk memelihara kesehatan mental dari kesibukan pekerjaan kita?
Penghargaan adalah Stimulus Kesehatan Mental
Setiap orang memiliki beban dan tanggung jawab pekerjaan yang harus dipenuhi. Tak hanya bertanggung jawab, kita juga dituntut untuk melakukan sesuatu dengan target yang tepat dan baik. Beban target inilah yang membuat seseorang menekankan diri untuk melakukan yang terbaik. Dalam situasi ini, mereka akan melakukan suatu pekerjaan dengan sangat giat. Namun pasca menuntaskan pekerjaan, mereka harus diberi sebuah apresiasi. Bukan sebuah pujian dari orang lain, melainkan penghargaan dari diri sendiri untuk diri sendiri pula.
Istilah keren untuk menyebutnya saat ini yaitu self reward. Self reward adalah penghargaan yang diberikan seseorang untuk dirinya sendiri setelah melakukan sesuatu sesuai target yang ingin dicapai. Pernghargaan terhadap diri sendiri inilah yang menjadi salah satu obat yang dibutuhkan oleh raga kita.
Pentingnya Penghargaan Terhadap Diri Sendiri
Setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan, kita perlu memberi apresiasi kepada diri sendiri. Bukan tanpa dasar, raga kita tentu memerlukan sebuah apresiasi terhadap kerja kerasnya. Tak perlu hal-hal yang mewah, sesuatu sederhana juga bisa kita berikan sebagai penghargaan terhadap diri sendiri.
Selain sebagai apresiasi, self reward adalah sebuah pembuktian bahwa kita mencintai diri sendiri. Penghargaan yang kita beri merupakan tanda kalau kita memiliki hak untuk menikmati hasil jerih payah kita sehingga membuat kita semakin termotivasi untuk bekerja lebih giat lagi.
Self Reward Tidak Identik dengan Pemborosan
Ada banyak cara untuk memberi penghargaan pada diri sendiri, mulai dari yang paling murah hingga yang cukup mahal. Meski self reward bisa berupa sesuatu yang sederhana. Terkadang kita memiliki keinginan untuk memberi penghargaan yang lebih spesial dari pada biasanya yaitu berupa sesuatu yang mewah.
Namun, sebagian orang justru menjadikan self reward sebagai alasan untuk melakukan pemborosan. Mereka memanjakan diri dengan segala hal yang terlalu mewah dengan dalih sebuah penghargaan pada diri sendiri. Padahal, sebenarnya mereka tidak terlalu membutuhkan hal mewah tersebut.
Untuk membentengi diri dari pemberosan berkedok self reward, kita bisa membatasi penghargaan apa saja yang sangat kita butuhkan. Tidak hanya itu, penghargaan yang kita beri haruslah sesuatu yang mudah didapat. Dengan begitu, asupan psikologis kita dapat tercukupi sehingga stres pun lebih cepat hilangnya.
Cara Memberi Self Reward yang Baik
Self reward yang merupakan sebuah penghargaan dapat berupa sesuatu yang sederhana. Bahkan, self reward bisa hanya berupa istirahat penuh dan ucapan selamat kepada diri sendiri. Meski sederhana, hal itu sudah bisa membuat diri kita keluar dari segala bentuk penyebab stres yang melanda.
Self reward yang kita beri seharusnya berupa sesuatu yang dapat meningkatkan motivasi. Sebab, tujuan utama dari self reward itu sendiri adalah untuk membuat kita termotivasi agar bekerja lebih baik dan giat lagi. Oleh karena itu, penghargaan yang kita berikan haruslah sesuatu yang bisa memotivasi diri.
Istirahat penuh setelah melakukan suatu pekerjaan merupakan penghargaan yang dapat kita berikan pada diri sendiri. Selain karena murah, istirahat penuh juga bisa mengembalikan energi tubuh yang sudah terkuras setelah melakukan suatu pekerjaan.
Penghargaanselanjutnya yang mudah kita berikan adalah melakukan aktifitas kesukaan kita yang tertunda. Contohnya, jika kita memiliki kegemaran menonton film, maka self reward yang tepat untuk diri sendiri ialah menonton film. Dan jika kita suka berwisata, maka wisata bisa dijadikan self reward.
Pekerjaan yang banyak tentu menghalangi kita dalam melakukan aktifitas favorit kita. Oleh karena itu, melakukan aktifitas yang kita sukai merupakan salah satu penghargaan yang layak diberikan kepada diri sendiri setelah melakukan pekerjaan yang berat. Namun, dalam melakukan aktifitas favorit, jangan melakukan sesuatu yang berlebihan. Misalnya, kegemaran kita adalah membeli baju baru dan kita ingin memberi self reward berupa berbelanja baju. Ini bukan berarti kita bisa menghabiskan uang kita dengan dalih self reward.
Seperti yang penulis sebelumnya, penghargaan pada diri sendiri jangan sampai membuat diri kita menjadi boros uang. Jika ingin membeli baju sebagai self reward, maka belilah baju yang sangat kita sukai atau yang kita butuhkan. Jangan membeli baju sebanyak mungkin. Dengan ini, tidak akan ada suatu pemborosan.
Mari Memberi Penghargaan pada Diri Sendiri
Self reward dapat kita lakukan secara rutin, misalnya setiap kita selesai ujian atau saat mendapat gaji. Jika dilakukan secara rutin, maka kita bisa mengalokasikan uang kita selama sebulan untuk dimasukkan ke dalam biaya self reward kita.
Dengan seperti itu, ketika kita ingin memberi penghargaan pada diri kita yang membutuhkan dana, maka kita bisa mengambil uang pada tabungan yang telah kita siapkan untuk penghargaan itu. Ini bisa meminimalisir pengeluaran berlebih yang bertujuan untuk memberi self reward.
Self reward sangat penting bagi seseorang yang merasa penat dengan pekerjaannya. Dengan memberi penghargaan, mereka akan merasa bahwa pekerjaan yang mereka lakukan mendapatkan apresiasi. Ini mampu membuat mereka bangkit dari kelelahan dan membuat mereka lebih bersemangat melakukan pekerjaannya lagi. Oleh karena itu, mari beri penghargaan pada diri sendiri karena sudah mampu mencapai titik ini. Jangan biarkan diri kita bekerja terlalu keras tanpa adanya apresiasi. Sebab, kita membutuhkan sebuah apresiasi sebagai motivasi diri dan penyemangat diri untuk melakukan pekerjaan selanjutnya.

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
