f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
ayah pulang ke rumah

Perasaan Gembira Anak Saat Ayah Pulang ke Rumah

Ketika berbicara tentang ayah memang tidak ada akhirnya, banyak sekali momentum yang sulit untuk dilupakan ketika bersama ayah. Entah itu pengalaman yang bahagia sampai pengalaman sedih dalam kehidupan. Jasa ayah dalam keluarga begitu penting, selain menjadi pemimpin di keluarga. Sosok ayah sangat dikagumi oleh setiap anak.

Tugas dan tanggung jawab seorang ayah begitu besar dalam keluarga di samping berkewajiban dalam menafkahi istri dan anak, seorang ayah wajib memberikan Pendidikan dan teladan yang baik bagi keluarga. Tidak heran jika anak anak kagum dan menjadikan ayahnya sebagai pahlawan dalam keluarga, kemudian termotivasi dirinya untuk membanggakan kedua orang tua terkhusus ayahnya.

Walaupun seorang ayah dibebani tanggung jawab untuk menafkahi keluarga seperti memenuhi kebutuhan primer sandang, pangan dan papan. Bukan berarti seorang ayah selalu mementingkan pekerjaan di kantor  dari pada menjalin kedekatan dengan keluarga sendiri.

Kalo kata lagu armada “Ku rela pagi pulang pagi hanya untuk mencari rezeki”. Lantas kemudian pertanyaannya kapan waktu untuk keluarga ? waktu bermain bersama anak anak, memberikan nasihat, mendengarkan keluh kesah istri dan anak dan pendekatan secara emosional lainnya.

Oleh karena itu diperlukan sekali, seorang ayah untuk menyempatkan dan mengatur waktunya untuk keluarga khususnya anak. Karena banyak sekali berita di media tentang kasus perundungan, insecure terhadap diri sendiri, kehilangan semangat seorang anak dalam belajar salah satu faktornya yaitu kurangnya peran ayah terhadap anaknya.

Sesibuk sibuknya seorang ayah dalam bekerja tolong sisihkan waktu liburan seperti Sabtu dan Minggu untuk anak anaknya.

Ayah Sebagai Tempat Mengadu Segala Keluh Kesah

Setiap anak pasti memiliki permasalahan dalam kehidupannya, entah di ruang lingkup keluarga, sekolah, dan masyarakat. Saya mau tanya temen-temen, Pernah tidak kalian Ketika masa kecil punya pengalaman berkelahi dengan teman main entah alasannya berebut mainan, ga diajak main sama teman atau saling membangga banggakan pekerjaan keluarga misal.

Baca Juga  Child Grooming dan Fungsi Ayah Bagi Anak Perempuan

 “Semuanya abangku polisi ! abangku polisi, diam kan loe ” ujar aku terlhat sombong. Kemudian salah temen perempuanku ga mau kalah “Sok atuh aku panggilin allah, takut ga ?” dengan nada tinggi. Kemudian teman laki-laki memakai topi biru ga mau kalah juga “bapak ku PLN mau apa lu !!!”.

Biasanya konflik receh ini sering terjadi saat kita kecil dan pada akhirnya kita mengadu kepada ayah kita. “Ayah barusan temanku jahat, dia katanya bisa manggil Allah” ujar seorang anak dengan polosnya. Nah di sinilah tugas ayah untuk mendengarkan dan memahami perasaan seorang anak dengan baik.

Jangan dipotong pembicaraannya biarlah ia berbicara sesuai perasaannya sendiri. Setelah semua disampaikan, barulah kita memberikan nasihat dengan bijaksana.

Penerapan budaya curhat di dalam keluarga antara anak dan orang tua akan menciptakan keharmonisan itu sendiri. Anak akan mendapatkan jalan keluar dari persoalan yang mereka hadapi dalam proses Pendidikan baik itu disekolah atau lingkungan bermain anak.

Ayah sebagai Pelaksana Liburan Keluarga

Aktivitas seorang ayah yang paling disenangi oleh anak yaitu pergi liburan bersama-sama. Tidak ada acara yang lebih baik dalam menghabiskan waktu Bersama anak selain berpergian ke tempat baru atau sekedar mengelilingi lingkungan sekitar. Itulah momentum biasanya yang paling berkesan bagi setiap anak sekaligus menciptakan ikatan khusus yang special dengan ayah.

Silahkan dicoba saja, ajaklah istri dan anak pergi liburan ke pantai, camping di wisata alam atau di sekitar rumah, bersepeda mengelilingi kompleks, mengunjungi situs situs bersejarah dan masih banyak lagi.

Dengan melakukan kegiatan tersebut Bersama anak, Ayah tentu dapat menjadi lebih dekat dengannya dan juga lebih mengenal si anak. Selain itu, Ayah juga dapat mengajarkan hal-hal yang mungkin belum diketahui si anak selama ini, seperti tentang dunia laut, alam bebas dan lainnya. 

Baca Juga  Tantangan dan Peluang Organisasi Perempuan Muda Berkemajuan
Menantikan Buah Tangan dari Ayah

Terakhir yang dinantikan oleh anak ketika ayah pulang ke rumah yaitu buah tangan/oleh oleh/ barang bawaan entah itu makanan, barang kesukaan anak dan lain lain. Mungkin pernah dari kalian Ketika ayah kita pulang kemudian dibawakannya satu bungkus sate dan itu kita makan bersama-sama.

Setiap orang mendapatkan 3 tusuk sate plus bumbu sate. Supaya makanan terbagi rata tidak berebutan biasanya makanan dibagikan oleh ibu, yaa kadang ibu sampai ga dapat jatah demi anak anak nya.

Meskipun makan sederhana makan apa yang ada, tapi rasa nikmat begitu luar biasa tidak hanya sebatas  nikmat merasakan makanan saja, tapi ada kenikmatan yang lain seperti kebersamaan, pengajaran dan kepedulian dan masih banyak lagi nilai nilai yang terkandung di dalamnya.

Itulah tiga hal yang dinantikan seorang anak Ketika ayahnya pulang ke rumah. Memang berat menjadi seorang ayah yang dapat meluangkan waktu melakukan semua hal di atas saat pekerjaan kantor terlalu padat. Namun bagaimanapun dengan hal hal yang dilakukan di atas menjadi salah satu urgensi seorang ayah untuk mendukung pertumbuhan anak baik jasmani dan rohani.

Bagikan
Post a Comment