Pentingnya Segala Masalah Diselesaikan Ahlinya
Tiba-tiba gawai yang sudah menemani saya bertahun-tahun lamanya mengalami masalah. Tombol daya yang menonjol di sisi kirinya tenggelam. Sehingga, untuk memanfaatkan fungsinya, saya harus memusatkan tenaga lebih, pada jempol untuk menekan tombol itu.
Sebenarnya kerusahan itu tak terlalu parah, tapi dampaknya cukup mengganggu. Misalnya, mematikan atau menghidupkan layar, serta melakukan tangkapan layar, semuanya bergantung pada tombol mungil itu.
Karena ingin mengakhiri gangguan yang disebabkan oleh merosotnya nilai fungsional tombol itu. Saya kemudian memutuskan untuk membawanya ke tempat service biasa, ketimbang membawanya ke tempat service resminya.
Tidak Memilih yang Ahli
Keputusan itu saya ambil selain karena tempat service biasa menawarkan ongkos yang lebih murah, saya juga menganggap kerusakan hape saya tergolong cukup ringan sehingga, sejam atau dua jam, pasti kelar. Pikirku. Berbeda di tempat service resminya yang harus menunggu tiga sampai empat hari lamanya.
Setelah tukang service biasa ini mengutak-atik perangkat saya, tak lama kemudian akhirnya masalahnya kelar. Seperti yang saya bayangkan, tak sampe sejam, tombol yang semula tenggelam akhirnya nongol kembali dengan fungsi yang normal. Namun, kebahagiaan ini tak bertahan lama. Karena sesampainya di rumah, muncul persoalan yang baru saya sadari.
Kerusakan yang semula berada di tombol daya, akhirnya berpindah ke tombol recent. Tombol yang berada di sisi kiri tombol home ini, tiba-tiba tak berfungsi. Kerusakan baru ini tentu semakin memberikan gangguan pada hape saya. Pasalnya tombol itu memiliki peran krusial untuk berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.
Sekelebat pikiranku menyalahkan si Tukang service yang sebelumnya sempat mengutak-atik gawai milik saya.
Maka, keesokan harinya saya memutuskan menemui tukang service itu, menanyakan masalah yang dihasilkan oleh cara kerjanya yang kurang memuaskan. Ia mengelak. Saya menuntut. Kami saling bertahan, akhirnya mengambil jalan tengah. Ia mengembalikan separuh ongkos perbaikan yang sebelumnya sudah saya berikan kepadanya. Meskipun pada posisi ini, sayalah pihak yang dirugikan. Namun, nasi sudah jadi bubur. Saya hanya bisa pasrah.
Saya menyesali sebab tak dari awal saya membawanya ke tempat service resminya dan menyerahkan mereka yang sudah ahli untuk memperbaiki kerusakan hape saya. Hasil mungkin akan jauh lebih baik. Namun sebaliknya, saya malah menyerahkan masalah ini kepada orang yang tak ahli, alhasil tombol daya yang awalnya rusak kini menciptakan kerusakan lain.
Masalah Baru Muncul saat Ditangani Bukan Ahlinya
Sejak awal saya memang mengambil keputusan yang keliru karena mengadalkan orang yang hanya sekadar tahu, bukan orang yang memang ahli. Tentunya orang yang sekadar tahu memiliki kualitas yang jauh berbeda dengan seorang ahli.
Jika orang sekedar tahu maka, ia hanya mengetahui sesuatu pada tataran permukaan, sedang orang yang ahli mengetahui sesuatu secara mendalam. Sehingga, menyerahkan sesuatu kepada ahlinya tentu hasilnya akan lebih terjamin.
Sebenarnya bukan hanya perkara kecil, perkara besar pun jika tidak diserahkan kepada ahlinya tak akan mengatasi sebuah masalah. Seperti keputusan-keputusan politik yang diambil oleh pejabat negara, sering kali tidak menghasilkan solusi tapi malah-masalah baru yang bikin ruwet.
Salah satu gambaran masalah yang tak dikelola secara ahli seperti kasus penanganan corona yang kian hari terus meningkat. Semua langkah kebijakan yang pemerintah keluarkan belum menampakkan tanda-tanda jika pandemi ini akan berakhir dalam waktu dekat.
Bagaimana tidak, jika sejak awal munculnya corona pemerintah malah meremehkan dan menjadikan bahan guyonan, ketimbang mempersiapkan langkah antisipasi untuk melawan virus ini.
Bahkan di tengah kondisi merebaknya kasus corona pemerintah sempat menggelontorkan program untuk menarik wisatawan masuk ke Indonesia dengan tagline Indonesia bebas corona karena beriklim tropis. Dan sesumbar soal obat tradisional yang bisa buat negeri ini kebal virus, juga kalung anti corona yang kemudian jadi bahan guyonan di Twitter dengan hastag #kalungantigoblok
***
Nah, hasilnya bisa kita saksikan sendiri, pemerintah hingga saat ini dibuat kewalahan untuk menekan penyebaran kasus corona yang terus meningkat. Bahkan beberapa hari yang lalu, angka kasus positif corona di Indonesia memecahkan rekor sebelumnya dengan jumlah 4.634 kasus.
Wajar saja, karena memang dari awal persoalan ini tidak diserahkan pada ahlinya, sehingga penanganannya pun dilakukan secara tak ahli. Berbeda jika sejak awal diserahkan pada ahlinya. Tentu penyebaran virus corona bisa teratasi dengan baik.
Padahal, hal ini sudah diterangkan dalam Hadist Riawayat Al-Bukhari “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu,” tapi namanya manusia, tak sedikit dari mereka mengabaikan amanat ketaatan itu.
Nah, jadi segala persoalan yang tak dikelola oleh ahlinya tentu tak akan menyelesaiakan masalah. Malah sebaliknya, masalah yang berakhir dengan masalah yang lebih ruwet. Sebab itu, serahkanlah semua masalah pada ahlinya agar diselesaikan secara apik.
Menulis suka-suka. Lahir di Takalar, Sulawesi Selatan
