Pentinganya Komunikasi Efektif dalam Keluarga
Komunikasi merupakan kunci penting dalam kehidupan bersosial. Tanpa komunikasi kita tidak akan mampu memahami dan mengerti apa yang kita dan orang lain inginkan. Begitu pula dalam berkeluarga, komunikasi menjadi salah satu hal yang menjaga keutuhan berumah tangga.
Meskipun demikian, sering kali kita mengalami miss komunikasi, baik dengan pasangan, anak, maupun orang lain. Miss komunikasi yang berkepanjangan akan membuat rumah tangga menjadi tidak baik dan membuat lingkungan rumah menjadi tidak sehat bagi keluarga. Oleh karena itu penting untuk kita mulai membangun hubungan yang efektif di dalam keluarga.
Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.
Secara umum, komunikasi menggunakan lisan atau verbal yang kedua belah pihak dapat mengerti satu sama lain. Apabila tidak ada bahasa verbal untuk berkomunikasi, bisa menggunakan komunikasi bahasa nonverbal seperti gerak-gerik tubuh atau menunjukan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, dan mengangkat bahu.
Apa itu Komunikasi?
Komunikasi menurut para ahli Everett M Rogers dan Lawrence Kincaid dalam buku Communication Network: Toward a New Paradigm for Research (1981) menyebutkan komunikasi ialah proses di mana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi antara satu sama lain, yang pada gilirannya terjadi saling pengertian yang mendalam.
Sedangkan menurut C. Shannon dan W. Weaver dalam buku yang berjudul The Mathematical Theory of Communication (1949), komunikasi yakni bentuk interaksi manusia yang saling memengaruhi satu sama lain secara sengaja dan tidak sengaja.
Pengertian Komunikasi Keluarga, Menurut Hasan (2005) istilah komunikasi berasal dari bahasa latin yakni “communication” dan bersumber dari kata “communis” yang berarti “sama makna”. Jadi, jika dua orang atau lebih terlibat dalam suatu hubungan, misalnya dalam bentuk percakapan itu belum tentu menimbulkan kesamaan. Dengan kata lain, mengerti bahasanya saja belum tentu menimbulkan kesamaan makna.
Keluarga merupakan kelompok sosial pertama dalam kehidupan manusia di mana ia belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial, dalam interaksi dengan kelompoknya. Dalam keluarga, membina hubungan merupakan sebuah keharusan, sehingga anggota keluarga merasakan ikatan yang saling membutuhkan.
***
Mahadi (2014) menyatakan hubungan yang efektif merupakan hal yang penting dan mutlak dalam keluarga untuk mewujudkan keharmonisan hubungan dalam keluarga. Dengan terbangunnya komunikasi yang efektif dan komunikatif antara suami dan istri, orang tua dan anak, anak dengan saudaranya, maka persoalan yang dihadapi dalam keluarga dapat terselesaikan. Selain itu, masing-masing pihak dapat saling asah, asih, dan asuh sehingga melahirkan suasana yang akrab dan penuh kehangatan.
Mahadi mempertegas, dengan terbangunnya koneksi dengan anak, orang tua dapat memantau perkembangan dan pergaulan anaknya, menanyakan masalah-masalah yang sedang anak hadapi. Hal ini bertujuan agar anak pun merasa pribadinya mendapatkan perhatian dan perlindungan dari orang tua dan saudaranya.
Kenyataan membuktikan betapa banyak anak dan remaja kita saat ini yang terlibat dalam tawuran, pergaulan bebas, kasus narkoba, pencurian kendaraan bermotor, penjambretan, penodongan, perampokan, pemerkosaan, dan tindak kriminal lainnya. Terjadinya kasus tersebut karena hubungan dalam keluarga tidak terbangun dengan baik. Hasilnya, mereka (anak) merasa kurang perhatian, tidak dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, baik kepada orang tua maupun saudaranya.
Menjalin hubungan yang efektif sangat penting, orang tua dapat selalu bisa hadir dengan sepenuh hati dan sepenuh tubuh saat bersama anak. Sangat penting bagi anak jika orang tuanya mau mendengarkan perasaannya dan penting sekali keterbukaan antar anggota keluarga. Harapannya kita mengetahui apa yang sedang orang tua maupun anak rasakan begitu pula sebaliknya.
Buah dari Komunikasi yang Efektif
Manfaat dengan adanya komunikasi efektif antara orang tua dan anak, antara lain anak dapat belajar bagaimana berkomunikasi efektif karena melihat yang orang tua mereka lakukan. Dengan komunikasi efektif pula, anak merasa didengarkan dan dipahami sehingga dapat menumbuhkan penilaian positif dan penghargaan terhadap anak itu sendiri. Hal ini tentunya dapat menumbuhkan kepercayaan dalam diri anak.
Sebaliknya jika hubungan yang terjalin tidak efektif akan menciptakan perasaan tidak berharga atau tidak penting. Anak-anak pun dapat melihat orang tua mereka sebagai sosok yang tidak dapat membantu dan dipercaya.
Komunikasi dalam perspektif Islam menurut Ariffin dalam artikelnya ialah penekanannya ke atas nilai sosial, agama dan kebudayaan, dan terhadap penyelidikan secara pelibatan. Hasil daripada konsep pendekatan penyelidikan secara pelibatan ialah aspek komunikasi interpersonal yang mungkin merupakan aspek teori komunikasi yang mengarah kepada sosio‐ agama‐budaya.
Komunikasi interpersonal berkaitan dengan ucapan, gaya percakapan, perlakuan sosial serta sains. Berhubungan pula tentang ide pengucapan dan sains tentang gaya yang merupakan sebahagian daripada bidang retorik, adalah perlu untuk mengekalkan satu order sosial yang adil, satu asas penyusunan cara hidup Islam (Imtiaz 1993).
Peranan komunikasi keluarga sangatlah penting demi terciptanya kehidupan generasi penerus yang damai dan sesuai dengan kaidah tuntunan agama Islam. Islam memberikan porsi yang besar dalam menjalin hubungan yang beretika.
Keteladanan dalam Komunikasi yang Harmonis
Beberapa contoh-contoh penerapan kegiatan komunikasi dan interaksi untuk menumbuh kembangkan hubungan yang harmonis ialah, pertama, membiasakan saling menjalin koneksi walaupun hanya dalam beberapa menit di sela-sela kesibukan. Kedua, sering mengadakan kegiatan yang dapat membangun hubungan dan interaksi dapat berjalan dengan baik. Ketiga, saling menunjukkan kata-kata kasih sayang terhadap anggota keluarga yang lain.
Memupuk hubungan efektif dalam keluarga bermaksud sebagai upaya untuk menciptakan keluarga yang saling mengenal dan saling memahami sesama anggota keluarga.
Dengan terjalinnya hubungan yang baik dapat mempererat hubungan keluarga sehingga bisa saling mengenal dengan lebih baik. Selain itu dapat menjadi jembatan untuk dapat mencari solusi terhadap permasalahan yang muncul, membangun kehangatan dan keceriaan dalam keluarga. Dan juga, hubungan yang baik dan efektif pun akan membentuk kepribadian anak menjadi terbuka, luwes, dan bersahabat. Sehingga dari situ dapat tercipta suasana yang harmonis dan sejahtera dalam keluarga seperti yang diidamkan oleh semua orang.
Editor: Ahmad Murtaza MZ
Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan)
