f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pendidikan

Pemantapan Strategi Pemasaran dalam Pengelolaan Badan Usaha Organisasi

Berbicara mengenai pengelolaan badan usaha atau unit bisnis di suatu organisasi manapun yang memiliki potensi luar biasa sebagai salah satu paru-paru organisasi; tidak terlepas dari bagaimana strategi pemasaran yang digeliatkan. Secara umum pada dasanya muatan strategi pemasaran itu adalah upaya perubahan menuju perbaikan menjadi suatu keharusan sebagaimana dalam QS Ar-Ra’du ayat 11; “Sesungguhnya Allah SWT tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.

Kemandirian Badan Usaha Organisasi

Sebagai langkah awal; dalam menyamakan pemahaman adalah pemahaman tentang kemandirian usaha organisasi yang terkait dengan semua hasil potensi kegiatan di semua bidang seperti kesehatan-pendidikan-dan aktualisasinya. Sedangkan badan usaha di sini lebih menekankan pada sisi ekonomis yang dimiliki oleh unit usaha organisasi; seperti koperasi atau kegiatan kewirausahaan lainnya yang menunjang tumbuh kembangnya kesadaran berwirausaha.

Bukan hanya sekedar teori, karena berdasarkan pengalaman; banyak potensi yang dapat dibiasakan oleh sejumlah penggiat organisasi pada badan usaha yang dimiliki. Bukan pula sekedar wacana yang memang harus dibiasakan di lingkungan organisasi dalam mengagendakan muatan lokal atau potensi terpendam dalam organisasi; termasuk bagaimana pengelolaan badan usaha yang di dalamnya memiliki potensi sumber daya kader (pegiat usaha).

Realisasi nyata dalam aktualisasi  dari ilmu amaliah dan amal ilmiah adalah melihat keadaan yang sebenar-benarnya akan hadirnya badan usaha. Begitu juga kondisi yang dimiliki organisasi seperti organisasi Muhammadiyah di mana secara menyeluruh; baik itu potensi sumber daya kader yang bergeliat dalam unit usaha; maupun potensi badan usaha itu sendiri yang telah banyak memberi kontribusi nyata di masyarakat.

Contoh lain misalnya, Nasyiatul Aisyiyah memiliki BUANA (Badan Usaha Dan Amal Nasyiatul ‘Aisyiyah) sebagai bentuk realisasi dalam pemberdayaan ekonomi. Dan masih banyak lagi potensi badan usaha yang dapat dirintis dan dikembangkan potensi  dengan mengoptimalkan SDM secara profesional dan berkemajuan.

Baca Juga  Jenis Kue Kering yang Akan Hits Selama Bulan Ramadhan
Pemasaran dan Kecerdasan Berwirausaha

Untuk mengembangkan strategi pemasaran di lingkungan organisasi diperlukan pemikiran yang menggabungkan antara Entreprenuerial Quotient ; yang dalam bahasanya Daniel Goleman sebagai kecerdasan berwirausaha meliputi kecerdasan emosional (tekad yang akan memacu kreativitas dan inovasi) dan intelektual serta spiritual (jiwa kreatif). Hal tersebut harus terus digali dan untuk kemudian direalisasikan secara mantap menjadi sesuatu kesatuan yang berbeda dan memiliki nilai sendiri (penciri) menuju cita-cita perjuangan organisasi.

Pemasaran sendiri merupakan proses kemasyarakatan yang dilakukan baik individu maupun kelompok untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka inginkan melalui penciptaan penawaran dan pertukaran secara bebas produk dan jasa dengan pihak lain (Kotler and Keler 2009: p.45). Sedangkan manajemen pemasaran sendiri merupakan seni dan ilmu dalam memilih pasar sasaran dan mendapatkan, mempertahankan dan menumbuhkan pelanggan melalu penciptaan, penyampaian dan pengkomunikasian nilai pelanggan superior atau dominan (Kotler and Koler 2009 p45).

Organisasi sendiri untuk kemandiriannya memiliki potensi dari badan usaha yang luar biasa dalam beberapa bidang garap. Seperti pendidikan lewat sekolah, kesehatan lewat rumah sakit, kewirausahaan lewat koperasi dan usaha kecil, jurnalistik lewat media dakwah, edukasi-parenting lewat PAUD dan masih banyak lagi dan ini semua adalah ladang syiar yang berkelanjutan.

Tahapan Strategis Pemasaran Badan Usaha Organisasi

Ada beberapa tahapan strategis yang perlu untuk dirintis, digali, ditumbuhkembangkan dan dipertahankan dalam pemasaran badan usaha organisasi; Pertama, memperhatikan kondisi dan kebutuhan lingkungan sekitar yang sekiranya terdapat pemasar dan pelanggan yang potensial. Contohnya rintisan program educare dari setiap agenda kegiatan yang sudah terealisasi di Nasyiatul Aisyiyah. Educare sebagai upaya membantu lbu- Ibu muda tetap berkegiatan tanpa mengesampingkan tugas utamanya sebagai pendamping anak-anak; dan kegiatan inipun tidak terikat hanya pada kegiatan organisasi saja namun juga bisa bermantaat secara umum dengan membuka rintisan PAUD atau kelompok bermain.

Baca Juga  Perempuan dan Enviropreneur: Peluang Besar Berbisnis dan Menjaga Semesta

Kedua, pentingnya konsep 4P atau bauran pemasaran yakni kesesuaian antara produk, harga, tempat dan promosi yang sebisa mungkin dapat menunjang kebutuhan organisasi. Contohnya rintisan koperasi organisasi yang dibangun untuk mempermudah distribusi kebutuhan organisasi dan kelengkapannya ditunjang juga sebagai sarana syiar organisasi.

Ketiga, pentingnya konsep 4 C yakni bagaimana memecahkan masalah pelanggan, biaya, komunikasi dan upaya pemenuhan kepuasan pelanggan. Contohnya program CSR dari organisasi yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggungjawab organisasi terhadap pelanggan-relasi-lingkungan.

Keempat, kebutuhan akan informasi yang sinergis antara pelanggan dan pemasar. Contohnya adalah media komunikasi organisasi seperti Suara ‘Aisyiyah, Suara Muhammadiyah ataupun media organisasi lain baik itu di sekolah, rumah sakit dan lainnya yang menunjang tersampaikannya informasi/ pesan organisasi secara utuh; dan upaya untuk mensosialisasikan semua elemen masyarakat secara umum untuk belajar melalui media / digital.

Menganalisa Pasar Badan Usaha Organisasi

Langkah berikutnya setelah rintisan dan pengembangan, perlunya menganalisa medan garap bagi badan usaha melalui analisa SWOT baik kekuatan, kekurangan, kesempatan dan tantangan ke depan agar berkelanjutan. Pertama, apabila sudah teridentifikasi SWOT maka perlu pembenahan akan hal-hal apa saja. Seperti pemilihan lokasi badan usaha organisasi strategis tidaknya lokasi dan tata letak  ataukah terkait relasi kerjasama ataupun terkait tenaga pengelola dalam mencapai efektifitas dan efisiensi yang belum terdata dengan baik, ini semua terangkai dalam acuan kerangka pembenahan.

Kedua, memahami perbedaan pemilihan model yang diterapkan  dalam pemasaran dan mencoba mencari model baru yang lebih menjanjikan. Seperti merevisi ulang brand / label /merek atau membuat wajah baru yang memuat isi yang ingin ditawarkan dalam badan usaha. Ketiga, menentukan bagaimana sistem operasional (SOP) terkait sumber daya kader (SDI), aturan dan hal pendukung lainnya. Seperti membuat prosedural tata kerja pegawal di lingkungan badan usaha atau keseragaman acuan muatan kurikulum lokal maupun nasional dalam sekolah.

Baca Juga  Jika Han Ji Pyeong Berzakat, Berapa yang Harus Dia Bayarkan?

Keempat, melakukan studi banding, magang, rekreasi, lifeskil sebagai upaya peningkatan ilmu dan ketrampilan yang mendukung. Contohnya kunjungan bagi staf edukatif di lingkungan pendidikan dalam belajar meningkatkan keilmuan dengan mencari referensi pembanding yang lebih baik.

Kelima, mengomunikasikan secara intens dengan relasi seperti dalam badan usaha organisasi diharapkan hubungan antara supplier- pengguna jasa-akan mendukung operasional kerja yang baik. Contohnya adanya agenda pembinaan relasi dan supplier di lingkungan badan usaha.

Keenam, mengembangkan dan melanjutkan ide-ide baru dalam upaya menciptakan custumer satisfaction/ kepuasan pelanggan dan loyalitas; sehingga dinamisasi organisasi tercipta secara harmonis antara fisik, pemikiran dan tekad yang berkemajuan.

*

Setelah upaya-upaya tersebut di atas tergiatkan; maka berikutnya adalah bagaimana evaluasi kerja yang akan melihat seberapa besar potensi kinerja yang sudah dilakukan terkait strategi pemasaran terhadap badan usaha. Dalam evaluasi ini meliputi bagaimana manajemen perintisannya, manajemen pengelolaanya, manajemen pengawasannya dan manajemen pelaporannya. Upaya lain yang perlu dilakukan sebagai bagian penting adalah pembinaan lanjut terhadap evaluasi yang dilakukan; sehingga diharapkan acuan secara teknis badan usaha dapat teroptimalkan dengan baik. Semoga..

Bagikan
Post a Comment