f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
diskriminasi

New Normal di Tempat Belajar

Oleh : Hamid Patilima*

Mau tidak mau, jika kondisi dan situasi sudah dinyatakan aman untuk anak, pada waktunya anak-anak akan masuk sekolah. Ada yang belajar di pesantren, ada yang belajar di sekolah negeri, dan ada juga yang belajar di sekolah swasta. Serta ada juga yang harus belajar di sekolah rumahan. Semua tempat belajar ini secara otomatis diperlakukan protokol Covid-19.


Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, begitu juga dengan dinas dan kantor wilayahnya Provinsi maupun kabupaten dan kota bersama organisasi penyelenggara pendidikan seperti Muhammadiyah, NU, beserta organisasi profesi seperti PGRI, IGI, dan lainnya. Mereka semuanya akan mempersiapkan protokol Covid19 dan melengkapi sarana dan prasarana pendukung untuk kelancaran proses belajar dan mengajar di tempat belajar. Itu memang sudah menjadi fungsi dan tanggung jawab mereka demi kelangsungan pendidikan anak negeri.-

Upaya pemerintah semakin terasa pada diri anak, apabila mendapatkan dukungan dan kontribusi para orang tua. Orang tua dapat mempersiapkan, meningkatkan kemampuan penyesuaian diri anak, dan mendisiplinkan anak. Kalau sebelumnya, orang tua sudah mengutamakan dan memperhatikan keamanan dan keselamatan serta kenyamanan anak, maka pada masa New Normal dukungan dan partisipasi orang tua lebih bermakna. Berharap dapat dicatat sebagai wujud cinta pada tanah air. Meskipun kadang tidak dihitung sebagai modal pembangunan.

Masih ingat, masa orientasi siswa baru, bagaimana ayah dan bunda begitu antusiasnya mempersiapkan, mengingatkan anak-anak mengenai kelengkapan ornamen-ornamen sebagai siswa baru. Mungkin anak-anak sekarang sudah tidak merasakan, tetapi, ayah dan bunda sangat menikmatinya baik sebagai panitia atau anak baru. Coba diingat-ingat. Masih ingatkan. Begitu susahnya mencari bahan guna perlengkapan diri. Ada saja kreatif ayah dan bunda bersama anaknya.

Baca Juga  Mengubah Beban Keluarga Menjadi Anugrah Keluarga

Coba saja tidak melengkapi dan memenuhi permintaan senior. Bisa-bisa anak baru jadi bulan-bulanan. Pakai diancam pula.

Momen-momen yang tidak berguna itu, ternyata, sangat dibutuhkan pengalaman romantis untuk melindungi diri anak-anak kita di tempat belajar pada masa New Normal.

Bukankah orang tua dan anak saling bahu-membahu dalam mewujudkan kelengkapan diri pada masa orientasi sekolah. Momen orientasi sekolah seperti itu harus dihidupkan kembali, bukan yang aneh dan unik, tetapi spiritnya, untuk melengkapi diri anak dalam masa New Normal di Tempat Belajar.

Ayah dan bunda ajak anak berdiskusi guna mempersiapkan diri anak di tempat belajar pada masa New Normal. Jelaskan kepada anak-anak bahwa sebelum ditemukan vaksin dan obat serta imunitas tubuh belum terbentuk guna menangkal Covid-19, sedangkan proses belajar harus tetap berlansung. Mereka harus memperhatikan protokol Covid-19.

Proses diskusi ini untuk membangun kesadaran diri anak dalam beradaptasi secara cepat, sebagaimana yang mereka lakukan semasa proses belajar di rumah. Diskusi yang dipandu oleh ayah atau bunda selalu mendengarkan pandangan anak-anak, tidak diskriminasi, serta memperhatikan kepentingan terbaik anak, guna menjaga kelangsungan hidup dan perkembangan mereka.

Topik diskusi New Normal di tempat belajar, antara lain:

Pertama, mintakan anak menceritakan apa yang dia ketahui tentang protokol Covid-19. Kalau dimungkinkan anak mengungkapkan alasan mengapa harus memakai masker? Mengapa harus cuci tangan dengan sabun dan air mengalir? Mengapa harus harus jaga jarak?

Kedua, apa tanggapan anak, kalau protokol Covid19 tetap diterapkan selama dia di tempat belajar? Bagaimana kesiapan dirinya, dan hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan. Bagaimana diri dia memastikan tas sekolah harus steril, membawa bekal dan air minum yang aman dari rumah, tidak jajan sembarang (positif hasil didikan Covid-19 selama di rumah, kalau bisa menjadi gaya hidup baru, bebas jajan), menggunakan topi dengan rumbai-rumbai yang panjangnya 1 meter (seperti siswa Wuhan) (pilihan saja), memakai sarung tangan, dan yang paling penting harus disiplin.

Baca Juga  Tiga Nilai Dasar dalam Pengasuhan Anak

Ketiga, mintakan juga apa tanggapan anak, terkait dengan anak tidak diperkenankan dekat-dekatan atau jaga jarak, anak tidak diperkenankan bersalaman (isyarat saja), tidak diperkenankan menerima pemberian atau memberikan makan dari/ke temannya. Bagaimana juga reaksi dirinya, apa bila sikap serupa dia dapatkan dari temannya. Bagaimana pula kalau teman-temannya tidak memperhatikan anjuran pemerintah atau pihak sekolah.

Keempat, yakinkan pada anak, apa bila dia telah ambil bagian dalam menyelamatkan dirinya, secara otomatis menyelamatkan kehidupan manusia lain, terutama menghindarkan penyebaran virus dari Orang Tanpa Gejala (OTG). Ayah dan bunda dapat menguatkan cerita ini dengan tambahan informasi atau video yang terkonfirmasi kebenarannya. Agar anak-anak semakin percaya dengan cerita ayah dan bunda.

Kelima, jika suatu waktu New Normal di Tempat Belajar diberlakukan, maka ayah dan bandu selalu memastikan dan memantau proses dan kemajuannya setiap hari, terutama untuk memastikan kesiapan anak sebelum berangkat ke sekolah.

Terakhir, upayakan untuk melakukan peninjauan kembali. Ajak anak untuk menceritakan pengalaman anak selama masa NewNormal di tempat belajar. Melalui proses ini, ayah, bunda, dan anak menemukan ada hal yang perlu dilakukan dan ada hal yang tidak perlu dilakukan. Ini juga menjadi proses pembelajaran yang menarik bagi anak. Bagi yang belum terbiasa, upayakan untuk ambil bagian. Jangan biarkan anak belajar sendiri. Bantu mereka.

Tidak ada yang menghendaki New Normal, termasuk ayah dan bunda. Begitu juga dengan anak-anak kita yang harus tetap belajar.

Peran aktif ayah dan bunda ini sangat berkesan dan selalu diingat oleh anak kita, bahwa “Mereka pernah memiliki ayah dan bunda memperhatikan hak anak atas pendidikan. Meskipun pada masa darurat Pandemik Covid19.”

Baca Juga  Optimalisasi Kesehatan Balita di Rumah Selama Adaptasi Kebiasaan Baru

*) Hamid Patilima , aktivis anak dan Tim Ahli Pengembangan KLA di Independen

Bagikan
Comments
  • Trik mendampingi anak yg praktis dan mudah dipraktekkan, terlebih yg anaknya dirumah lebih dari 2 dg jenjang pendidikan yg berbeda

    Juni 2, 2020
Post a Comment