f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
Hukum Mengenai Khitan Perempuan

Mengenai Hukum Khitan Perempuan (1)

Sahabat inspirasi, beberapa dari kita mungkin awam dengan istilah ‘khitan perempuan’, sebab sebagian dari kita tidak mengalami itu, sebagiannya lagi mengalami namun tidak mengetahui pernah atau tidaknya mengalami itu.

Namun, tidakkah kalian ketahui, masih terdapat beberapa kebudayaan dan tradisi yang melaksanakan khitan tidak hanya berlaku bagi anak laki-laki, tetapi juga berlaku bagi anak perempuan. Lalu bagaimana hukumnya? Nah, mari kita baca dengan santai ulasan berikut,

Khitan secara etimologis dimaknai sebagai memotong. Dalam istilah fikih, khitan dimaknai sebagai memotong sebagian anggota tubuh tertentu yang pada laki-laki berbeda dengan perempuan.

Melalui buku Tanya-Jawab Agama Jilid 2 Cet. Ke-6, halaman 48-50 dan Draf Materi Fikih Perempuan Musyawarah Nasional Tarjih ke-27 tahun 2010 di Malang Jawa Timur, Khitan laki-laki didefinisikan oleh ahli fikih sebagai “pemotongan kulit yang menutup hasyafah atau kepala penis.

Sedangkan khitan perempuan dilakukan dengan “pemotongan bagian atas (kelentit/klitoris) dari kemaluan perempuan pada bagian tempat masuk penis yang berbentuk seperti biji atau seperti jengger ayam jago”.

Khitan dilakukan dengan cara memotong sebagian atau sedikit dari organ kelamin. Untuk laki-laki, pelaksanaan khitan nyaris sama di setiap tempat, yaitu dengan pemotongan kulit yang menutup (kulup) penis laki-laki.

Tujuan khitan bagi anak laki-laki agar bagian yang dikhitan tidak menyimpan kotoran, mudah dibersihkan ketika buang air kecil dan untuk merasakan kenikmatan saat melakukan hubungan suami isteri.

Menurut para ahli, kulup laki-laki jika tidak dikhitan dapat menyebabkan pemancaran dini karena kepala penis yang berkulup lebih sensitif daripada yang tidak berkulup.

Oleh karena itu, khitan untuk laki-laki secara medis sehat dan secara biologis akan menambah kenikmatan dan memperlama hubungan suami isteri yang karenanya seorang suami dapat mendapatkan pemenuhan kebutuhan biologisnya secara optimal.

Sedangkan untuk perempuan terdapat beberapa cara, ada yang sebatas pembuangan sebagian kecil dari kelentit/klitoris, ada juga yang sampai memotong bibir kecil vagina (labia mayora). Khitan untuk perempuan tidak diketahui pasti apa tujuannya, bahkan semata-mata hanya mengikuti tradisi kuno saja.

Perlu sahabat inspirasi ketahui, ternyata banyak konsekuensi atau akibat yang dapat ditimbulkan dari pelaksanaan yang khitan bagi wanita, baik yang terjadi segera maupun kemudian harinya.

Apa konsekuensinya? Bagi perempuan dapat menimbulkan pendarahan, rasa nyeri yang hebat dan juga infeksi, yang dapat mendatangkan bahaya bagi kesehatan.

Konsekuensi yang datang kemudian lainnya seperti kesulitan buang air akibat penyembuhan luka yang tidak sempurna, dan menimbulkan pengurangan rangsangan sehingga gairah perempuan melemah dan susah meraih orgasme sehingga kebutuhan biologisnya tidak dapat terpenuhi secara optimal.

Khitan, sering juga diistilahkan dengan sunat, ini merupakan praktik yang sudah lama dikenal dalam peradaban manusia dan diakui oleh agama-agama di dunia. Dalam pelaksanaannya peristiwa khitan sering dinilai sebagai peristiwa sakral yang nyaris disamakan dengan peristiwa pernikahan.

Dalam ajaran Islam praktik khitan dikaitkan dengan ajaran Nabi Ibrahim as. Umat Islam diajarkan untuk melaksanakan ajaran khitan ini, antara lain dengan merujuk pada dalil-dalil berikut:

1.            Surat an-Nahl (16) ayat 123;

ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ .

“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.”.

2.            Surat an-Nisa’ ayat 125:

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا .

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari orang yang menyerahkan dirinya dengan ikhlas kepada Allah, sedang ia pun mengerjakan kebaikan, dan ia pun mengikuti agama Ibrahim yang lurus. Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangannya.”

3.            Nabi Ibrahim as., seperti disebutkan dalam hadis antara lain riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, beliau melakukan khitan.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلى اللهُ عَلَيهِ وَسَلمَ اخْتَتَنَ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَهْوَ ابْنُ ثَمَانِينَ سَنَةً بِالْقَدُّومِ . ]رواه البخارى و مسلم[

“Dari Abu Hurairah ra. ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda: Ibrahim As. berkhitan ketika berumur 80 tahun dengan kapak.”

Agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. adalah agama yang mengikuti agama Ibrahim, maka agama Islam mensyari’atkan khitan. Nabi Muhammad saw. dikhitan pada usia tujuh hari, demikian menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya, Zaadul Ma’aad.

4.            Menurut riwayat Abu Hurairah, diperintahkan berkhitan kalau masuk Islam.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ  رضى الله عنه سَمِعْتُ النَّبِىَّ  صلى الله عليه وسلم  يَقُولُ الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ ، وَالاِسْتِحْدَادُ ، وَقَصُّ الشَّارِبِ ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ ، وَنَتْفُ الآبَاطِ. ]رواه البخارى ومسلم[

“Dari Abu Hurairah ra., aku mendengar Nabi saw. sedang bersabda: fitrah itu ada lima, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabuti bulu ketiak.” [HR al-Bukhari dan Muslim].

Mengenai dasar hukum pelaksanaan khitan bagi perempuan didasarkan pada dasar penetapan khitan bagi pria. Hadis-hadis yang sering digunakan sebagai dasar khitan bagi perempuan, antara lain adalah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Aisyah dan Ibnu Amr yang berbunyi:

إِذَا الْتَقَى الْخِتَانَانِ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ

“Apabila bertemu dua kelamin yang dikhitankan maka wajiblah mandi.”

Bersambung…(redaksi)

Bagikan
Post a Comment