f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
lanjut usia

Mempersiapkan Diri Menuju Lanjut Usia

“Seiring bertambahnya usia, tiga hal terjadi. Yang pertama adalah ingatanmu menghilang, dan aku tidak bisa mengingat dua lainnya.” Quote yang disampaikan oleh Sir Normab Wisdom membuat saya berfikir bahwa saya telah masuk dalam kelompok jumlah usia yang bertambah karena telah terjadi salah satu hal yang disebutnya, yaitu ingatan yang sering menghilang.

Kelompok usia bertambah dengan kata lain telah menjadi tua adalah sebuah hal yang sangat pasti terjadi. Bertambahnya usia tidak bisa kita tunda sedetik pun. Memahami pemikiran tersebut tentunya membuat kita untuk dapat mempersiapkan masa tua kita menjadi lebih baik daripada masa tua tanpa perencanaan. Masa tua yang tenang, mudah dalam menjalankan keseharian adalah harapan kita semua. Kita tidak menginginkan masa tua yang terlunta-lunta, tidak dapat beribadah dengan tenang dan gangguan lainnya.

Seperti cerita lanjut usia di rumah saya yaitu mamak. Mamak saya telah memasuki usia lanjut, sudah pensiun dari aktivitasnya sebagai  guru. Saya bersyukur mamak masih diberi kesehatan di usianya yang ke enam puluh delapan. Mamak masih sanggup membawa kendaraan roda dua walaupun dalam jarak yang dekat; masih mampu beraktivitas fisik dibuktikan dengan sukanya piknik ke kebun dengan teman-temannya sesama pensiunan. Bahkan tanda yang sangat umum adalah sampai usia sekarang rambut mamak saya masih hitam semua.

Masih mempunyai rambut hitam membuat saya selalu merasa bahwa mamak masih muda dan  berusia seperti saat saya sekolah dulu. Padahal sesekali mamak juga mengeluh tentang sakitnya. Kolesterol dan tekanan darah tinggi, nyeri sendi lutut sehingga untuk shalat pun membutuhkan alat bantu, dan bahkan sakit di dada sehingga beranggapan seperti penderita sakit jantung serta sakit-sakit generatif lainnya.

Baca Juga  Tiga Tahun Mengenang Keperagian Bapak (1): Bapakku Sang Pemimpin

Namun beberapa bulan ini, perilaku mamak telah menunjukkan perilaku lanjut usia lainnya juga. Emosi yang tidak stabil, cepat tersulut jika keinginannya tidak terpenuhi, atau  ketidaksabaran untuk menunggu jika ada yang ia minta tetapi tidak kita laksanakan segera. Dalam agama saja disebutkan bahwa orang yang berusia lanjut akan kembali berlaku apa yang ada pada usia anak-anak. Butuh usaha dua kali lipat untuk memahami mereka.

Bagaimanapun proses menuju tua telah ada dalam Al-Qur’an. Bahwa perilaku-perilaku seperti yang mamak tunjukkan merupakan tanda bagi anak-anaknya bahwa perilaku lanjut usia akan sama dengan perilaku anak-anak. Mereka  cerewet, anak-anak  mulai cerewet karena belajar kosa kata baru sedangkan mereka mulai lupa dengan kesehariannya dan mengulangnya. Mereka menuntut, anak-anak menuntut kesenangannya agar dipenuhi, mereka menuntut karena mereka merasa dulu mampu meraihnya tapi sekarang tidak. Dan mereka juga sensitif, anak-anak cepat menangis dan cengeng, mereka pun sering sedih jika diabaikan.

Dalam surat Yasin ayat 68 berbunyi yang artinya, “Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti? Dan ingatlah wahai anak cucu Adam, barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadiannya.”

Tuhan telah memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depannya baik itu di dunia maupun akhirat. Menjadi lanjut usia adalah masa depan di dunia. Mempersiapkan diri agar saat kita menghadapi masa lanjut usia dengan lebih bermartabat dan bernilai adalah sebuah langkah yang lebih baik. 

Saya pernah mendengar sebuah nasehat bahwa apa yang menjadi perilaku kita saat di usia muda maka begitulah perilaku kita saat telah lanjut usia. Begitulah semesta bergerak. Putaran energi itu akan kembali setelah mencapai titik tiga ratus enam puluh derajat. Hukum tabur tuai berlaku juga untuk usia ini.

Baca Juga  Kemajuan Teknologi Membuat Orang Tua Ibarat Kebo Nusu Gudel

Kita bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi masa tua kita sendiri dengan belajar dari sekitar. Bagaimana contoh perilaku lanjut usia yang membuat nyaman dirinya sendiri dan orang di sekitar dapat ditiru dan dijalankan sejak usia muda. Namun hal ini tentunya tidak mudah, karena sangat erat kaitannya dengan psikologis, sifat dan sikap pribadi tersebut.  

Melihat contoh-contoh perilaku lanjut usia dari sekitar seperti hubungan nenek dan cucunya adalah contoh nyata. Ada nenek dan kakek yang menjadi kesayangan cucu mereka. Ini bukan hanya tentang si nenek selalu memenuhi keinginan  cucunya tetapi rasa aman, nyaman bahkan bahagia yang hadir saat kebersaman tersebut. Tetapi ada juga cucu yang tidak mau dekat dengan nenek atau kakeknya, karena kecerewetannya atau memang tidak ada bonding yang tercipta sejak cucu lahir.  

Oleh sebab itu, tentunya kita dapat belajar dari lingkungan sekitar kita. Dengan belajar yang ada di sekitar lebih memudahkan  kita mempersiapkan diri menjadi lanjut usia yang sehat dan bahagia. Sesuai dengan tema Hari Lanjut Usia Nasional yang jatuh pada 29 Mei 2022, “Lansia Sehat Indonesia Kuat”. Selamat Hari Lanjut Usia bagi keluarga kita yang berusia lanjut, semoga selalu sehat.

Bagikan
Post a Comment