f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
harmonis

Membangun Rumah Tangga dengan Harmonis

Ajaran Islam memerintahkan kita untuk senantiasa menjaga keutuhan keluarga; dan menjauhi segala hal yang dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan serta menciptakan suasana yang tidak harmonis; bahkan berdampak pada ketengganan di dalam keluarga. Sebagaimana ayat yang sudah tidak asing didengar, Allah menjadikan pernikahan sebagai sarana mendapatkan ketentraman.

”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.’’ (Ar-Rum :21)

Buya Hamka menafsirkan di dalam kitab Al Azhar Jilid 7 Juz 21 ayat ini berkenaan dengan penciptaan Hawa dari tulang rusuk nabi adam ‘’Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri’’. Adapun potongan ayat,‘’supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang’’ artinya hidup manusia akan gelisah tatkala seorang diri karena kesepian, tidak memiliki teman.

Quraish Shihab menafsirkan ‘’dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang’’ ; bahwa dalam mengarungi bahtera rumah tangga harus memiliki rasa saling memiliki, saling mengasihi, saling menyayangi, saling menghargai, saling membantu, tidak berbuat kasar, saling memaafkan kesalahan dan tidak saling menyakiti antara anggota keluarga. Membina rumah tangga yang harmonis dan damai adalah keharusan; mengingat keluarga merupakan wilayah hot spot, titik panas rawan konflik jika tidak dikelola dengan benar.

Surga untuk Keluarga

Jalaludin Rakhmat di dalam bukunya Memaknai Kematian menjelaskan di akhirat kelak ada reuni keluarga Surga. Di dalam surat Ar Rad ayat 23 Allah mengisahkan di hari kiamat ada hamba-hambanya yang mendapat anugerah masuk surga Adn beserta seluruh keluarganya. Orang tua, sanak saudara, dan semua keturunannya dipersilahkan masuk oleh malaikat dengan ucapan salam kedamaian. ‘’(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu’’

‘’ (sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.’’ (Ar-Rad : 23-24)

Baca Juga  Keluarga Berkah Bukan Berarti Tanpa Masalah

Salah satu kunci keluarga yang masuk ke dalam surga Adn ialah tertera di dalam ayat sebelumnya; ’dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan. ‘’  (Ar Rad : 21).  Karena di dunia mereka senang menyambung tali kekeluargaan, maka Allah sambungkan kembali tali kekeluargaannya di akhirat.

Di dalam Al Quran silaturahmi merupakan perintah kedua setelah takwa. ‘’Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. (An-nisa : 1)’’, ‘’Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.’’(Al Hujrat : 10).

Perintah takwa selalu disandingkan dengan silaturahmi, artinya jika seseorang mengaku bertakwa kepada Allah hendaknya menjaga tali silaturahmi dengan saudaranya. Bahkan silaturahmi ini dianjurkan bukan hanya bersama saudara di alam dunia; di lain tempat semisal akhirat pun Allah perintahkan untuk menjaga tali persaudaraan dengan cara mendoakannya.

Said Hawa menulis kitab Intisari Ihya Ulumudin Imam Al Ghazali mengatakan pada bab Hak Mendoakan; seyogyanya mendoakan saudara yang masih hidup dan meninggal akan bertautan kembali padanya. ‘’ Apabila seseorang mendoakan saudaranya dari jauh maka malaikat berkata, ‘Dan bagimu seperti itu juga.’’ (HR.Muslim).

Pentingnya Harmonis

Muhammad bin Yusuf al-Ashfahani mengajak kita refleksi atas urgensi silaturahim melalui doa. Dia berkata ‘’ Manakah orang yang seperti saudara shahih ? Keluargamu membagi warisanmu dan menikmati apa yang kamu tinggalkan, sedang dia ikut merasakan kesedihanmu, memperhatikan apa yang telah kamu lakukan dan bagaimana nasib yang kamu alami, ia mendoakanmu di kegelapan malam sedangkan kamu berada di bawah timbunan tanah’’

Ibnu Qoyyim di kitab Ar Ruh berpendapat kelak di alam barzah ada roh yang diberikan Allah kenikmatan. Roh yang memperoleh kenikmatan dapat bebas saling bertemu antar sesama. Saling bercerita dan mengingat tentang apa yang terjadi di dunia, tentang apa yang sedang dialami oleh manusia masih hidup, juga berhubungan dengan kawan-kawan terdahulunya.

Baca Juga  Hustle Culture: Normalisasi Kultur Grinding

‘’Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.’’ (An-Nisa : 69)

Menjaga keharmonisan anggota keluarga menjadi point penting di dalam agama Islam. Giat Silaturahmi, menghindari perselisihan, senantiasa berperilaku shaleh modal utama agar kita kelak bisa bertemu di alam barzakh dan surganya bersama keluarga. Allah menganugerahkan keluarga memori yang tidak pernah terlupakan hingga di dalam beberapa ayat melibatkan urusan dunia, alam barzakh dan akhirat. Semoga allah senantiasa membimbing kita semua menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin…

Wallahu a’lam bishawab

Bagikan
Post a Comment