f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
silsilah keluarga

Membaca Watak Manusia dalam Silsilah Keluarga

Menurut sebuah artikel ilmiah yang saya baca, selingkuh adalah watak yang diwariskan dari pohon keluarga. Artinya dalam silsilah keluarganya turun temurun melakukan hal demikian. Waduh kok bisa gitu?

Kita semua tahu bahwa gen menurunkan potensi kelainan atau suatu gangguan kesehatan. Misalnya diabetes, darah tinggi dsb. Tapi apa iya sifat tidak setia juga diwariskan?

***

Mari kita tengok dari sudut pandang Sejarah.  Sejarah memiliki akar kata Syajarotun. Artinya pohon. Pohon yang dimaksud adalah silsilah keluarga. Secara harafiah peta silsilah memang mirip pohon besar.

Akar sejarah adalah masa lalu, pohon dan buahnya ada di masa depan. Tak heran dalam tradisi bangsa Arab silsilah sangatlah dijaga.

Tradisi menjaga silsilah juga ada pada keluarga kerajaan atau bangsawan Eropa. Silsilah dipelajari karena diyakini sifat kita sebagiannya adalah diturunkan dari leluhur. Seorang pakar silsilah adalah profesi langka yang bahkan dibayar sangat mahal.

Silsilah menghimpun seluruh sifat baik manusia. Peristiwa penghimpunan itu dilakukan dalam upacara sakral pernikahan. Maka tak heran dalam pernikahan kesetaraan/sekufu itu penting. Tujuannya agar kebaikannya saling melengkapi ketidaksempurnaannya saling menutupi.

Lihatlah doa pernikahan bahkan menyebutkan bahwa pernikahan menyatukan kebaikan yang berserakan pada diri pasangan. Semua dikumpulkan dan dihimpun dalam pohon besar silsilah keluarga.

Masuk akal orang Jawa memperhatikan calon menantu berdasar bobot (kualitas) bibit ( latar belakang keluarga) dan bebet (cara seseorang mencitrakan dirinya di hadapan orang lain). Ini meliputi konsep diri, cita-cita dana harapan.

Kedudukan seseorang dapat dilihat berdasar keseluruhan sejarah keluarganya. Oleh karena itulah mengapa silsilah harus dijaga. Ia ibarat sistem koding tentang masa depan seseorang.

***

Dalam beberapa sistem sosial tertentu bahkan silsilah ditutup peluang dinamikanya dengan sistem kasta. Secara sosiologis kasta akan menutup perpindahan peran dan status sosial. Di sisi lain menjamin keberlangsungan peran sosial secara profesional.

Baca Juga  Mewujudkan Spirit Kesetaraan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Peran kenabian adalah contohnya. Kita bisa melacak nasab Rasulallah saw hingga ke nabi Ibrahim alaihisalam. Lebih jauh lagi bahkan sampe pada Nabi Adam alaihisalam adalah keluarga besar para nabi.

Tak heran dalam diri Rasul terdapat paduan mozaik kemuliaan dari leluhurnya yang juga nabi. Bahasa sosiologisnya silsilah  Rasulallah Saw adalah kisah profesi kenabian, suluhnya umat.

Jika leluhur kita adalah seorang prajurit maka mental ksatria sedikit banyak akan menurun dalam garis keturunannya. Kentalnya sikap rela berkorban dan jiwa pemberani lumrah ada dalam pribadi anak keturunannya.

Tidak heran orang shalih mewariskan alim ulama. Pejuang mewariskan jiwa perjuangannya pada anak cucunya. Raja menurunkan raja-raja pula.

Menurut Gus Baha seorang alim dari Jepara, tradisi ulama  untuk menjaga anak cucunya adalah dengan menjalani tirakat. Maka tirakat adalah sejenis lelaku (ibadah) pendekatan pada pemilik semesta.

Tirakat dapat dimaknai sebagai upaya mewariskan peran sosial yang diestafetkan dari generasi ke generasi. Hal ini dapat dilakukan untuk mengurangi peluang penyimpangan gen sosial.

***

Contoh lainnya, Bu Susi pengusaha yang pernah menjabat menteri kelautan dan perikanan. Beliau ternyata cucu dari tuan tanah terkenal, Haji Ireng.  Orangtua Bu Susi sendiri adalah juragan ternak. Keberanian mengambil resiko besar adalah gen sosial yang dimiliki keluarga Bu Susi dalam semangat kewirausahaan. Jika orangtuanya hanya mensuplai ternak antar provinsi, Bu Susi lebih jauh membawa bisnisnya ke kancah internasional.

Taukah anda ketika kelas 2 SMU Bu Susi dikeluarkan dari sekolah? Sebuah sumber menyebutkan beliau berani mendukung aksi golput hingga dikeluarkan dari sekolahnya di Jogjakarta. Pantang menyerah dan sangat berprinsip bukan?

Seperti halnya kebaikan, sifat tidak baik juga diturunkan. Nah, mungkin inilah yang dimaksud artikel ilmiah tentang sifat peselingkuh adalah sifat yang dturunkan.

Baca Juga  Lalat

Yah, mungkin bukan perselingkuhannya tapi mentalitas tidak baik di balik perilaku ini. Semisal kurang teguh pada prinsip, mudah mendua, bermain curang dsb.

Duh gimana dong kalo ada riwayat keluarga kita tukang selingkuh atau berpembawaan tidak baik? Kasian dong anak turunnya.

Begini, misal ada keluarga kita yang kena diabetes maka kita menjaga betul pola makan kita lebih ekstra. Maka begitu pula menyikapi catatan hal tidak baik dalam sejarah keluarga. Tahu sejarah riwayat penyakit keluarga lebih membantu kita hidup sehat.

Abu Lahab yang namanya dipatenkan Al-Qur’an sebagai ahli neraka memiliki anak yang menjadi muslimah pendukung perjuangan Rasulallah saw. Durroh namanya.  Ikrimah putra Abu Jahal pun bahkan menjadi sahabat setia Rasulullah saw.

Sebuah ketidaksempurnaan dalam silsilah keluarga justru bisa mewarnai pola hidup dan cita-cita untuk lebih baik.

***

Mengeja sejarah adalah kesadaran untuk mengetahui cela kita. Membuat kita waspada.  Menjaga perilaku kita sekarang adalah lelaku menjaga anak cucu kita di masa depannya.

Sejarah kita adalah aset. Membantu mengoptimalkan potensi yang memang sudah ada dan terasah sejak jaman dahulu kala. Berkah masa lalu.

Kebaikannya menjadi inspirasi. Kekeliruannya menjadikan kewaspadaan. Seluruh perjuangannya adalah catatan refleksi dan motivasi. Penghiburan dan panduan menyusun masa depan.

Begitupun dengan Sejarah Indonesia. Pertumpahan darah, intrik politik dan kediktatoran adalah warna hitam dalam kisah Indonesia. Kita tak bisa menghapusnya. Tapi kita akan melanjutkan lukisannya lebih indah tanpa mengulangi kesalahan serupa.

Bagikan
Comments
  • Ane Susilawati

    Masya Allah.
    Barakallah
    Kerennn

    Maret 25, 2021
  • Tulisan nya kerennn banget bu..nanti bikin lagi yaa bu artikel² seperti ini biar saya bisa bacaa lagii

    Desember 26, 2023
Post a Comment