Manajemen Waktu Belajar Para Ulama
Setiap orang memiliki waktu yang berbeda – beda. Anak kecil memiliki waktu luang yang banyak, sementara remaja, waktu luang mulai berkurang. Ketika dewasa, waktu luang sangat sempit. Namun untuk menuntut ilmu, perlulah untuk mencari waktu luang, untuk menambah wawasan dan pemahaman. Dalam pendidikan islam, berkaitan dengan pemanfaatan waktu, telah para ulama kaji. Waktu yang baik untuk belajar, dan mengapa seeseorang perlu meluangkan waktu untuk menuntut ilmu.
Dalam kitab Minhaj al – Muta’allim oleh Imam al – Ghazali terdapat pembahasan dan tips manajerial waktu untuk belajar dengan baik. Pada bab: “Adab penuntut ilmu” dalam sub bab: “Kewajiban penuntut ilmu”. Dengan judul “Ightinam al – Waqti” atau (mempergunakan waktu) dengan kalimat sebagai berikut:
ويجب على المتعلم: أن يكون مستفيدا فى كلّ وقت, حتّى يحصل له الفضل, وأن يكون معه فى كلّ وقت محبرة, حتّى يكتب ما سمعه من الفواعد.
و قيل:”أحسن العلم ما يحفظ من أفواه الرّجال , لأنهم يحفظون أحسن ما يسمعون, ويقولون أحسن ما يحفظون”
Artinya: ”Diwajibkan bagi penuntut ilmu, memanfaatkan dengan baik di setiap waktunya, sehingga menghasilkan baginya suatu keutamaan, dan selalu ada tempat tinta yang membersamai penuntut ilmu disetiap waktunya, sehingga murid menuliskan faedah – faedah dari yang didengarnya.”
Dan ada sebuah pendapat: “sebaik – baiknya ilmu yang dihafal dari permulaan laki – laki, karena mereka (Laki – Laki) itu menghafal baik apa yang mereka dengar dan mengucapkan dengan baik apa yang mereka hafal.” – Minhaj al – Muta’allim: Hal.86.
***
Maka penuntut ilmu bisa memaksimalkan waktunya dengan baik, agar waktu yang ada bermanfaat. Sampai murid bisa menuliskan faedah dari hal – hal yang telah mereka dengar. Adapun waktu yang baik untuk menghafal atau mengulang pelajaran adalah: permulaan malam dan akhir waktunya, dan waktu sahur, karena kedua waktu tersebut waktu yang berkah. – Minhaj al – Muta’allim:Hal.86 –
Tak hanya Imam al – Ghazali. Dalam kitab Tazkiratus Sami’i wal Mutakallimi karya Imam Badruddin bin Jama’ah terdapat pendapat ulama berkaitan dengan manajemen waktu untuk belajar dan tips waktu mengingat pelajaran yang baik. Adapun tips mengingat pelajaran yang menurut Imam Badruddin sebagai berikut:
وينبغى المذاكرة في ذلك عند القيام من مجلسه قبل تفرق أذهانهم, وتشتت خواطرهم, وشذوذ بعض ما سميعوه عن أفهامهم, ثمّ يتذاكرونه في بعض الأوقات.
Artinya:”Para penghafal selayaknya menghafal pada waktu berada di majlisnya sebelum terpecah – pecah pikirannya, bersebaran ide nya dan ilmu yang di dengarnya menyimpang dari yang difahami mereka, kemudian menghafal di sebagian waktu – waktu.” – Tazkiratus Sami’i: 117.
***
Dari paragraf tersebut ada dua tips waktu menghafal yang baik, adalah sebagai berikut:
- Selama waktu pembelajaran atau masih dalam suatu majlis
- Pikiran masih bersih atau tidak terpecah
Pembagian waktu belajar sudah terkandung dalam kitab tersebut, dalam permasalahan ini, terdapat beberapa pendapat Imam, di antaranya sebagai berikut:
قال الخطيب: وأفضل المذاكرة, مذاكرة الليل.
وكان جماعة من السّلف يبتدئون المذاكرة من العشاء فربّما لم يقومو حتّى يسمعوا أذان السّبح.
Artinya:”Imam al – Khatib berkata:”Sebaik – baiknya mengulang pelajaran atau menghafal itu pada malam hari. Sebagian ulama salaf memulai menghafal atau mengulang pelajaran dari waktu Isya dan kemungkinan mereka belum berhenti sampai mereka mendengar waktu azan subuh.”
- Al – Khatibu berkata: “sebaik – baiknya mengulang pelajaran itu pada malam hari.”
- Sebagian dari Ulama Salaf memulai mengulang pelajaran dari Isya dan mereka belum berhenti sampai mereka mendengar adzan subuh.
Maka penuntut ilmu yang baik mampu mengoptimalkan waktunya dengan menghafal dan mengulanginya. Selama mereka masih dalam suatu majelis dan pikirannya masih belum menyebar karena masih fokus. Murid bisa memaksimalkan waktu – waktu yang telah oleh para ulama tuntunkan untuk menghafal dan mengulangi pembelajaran.
Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah
