Lagi-Lagi Mereka … Ah,Entahlah!
Lagi-lagi mereka mengumbar banyak kata indah jelita Lagi-lagi mereka menampakkan sikap suci nan bagusnya etos kerja Lagi-lagi mereka membuat keadaan seakan baik-baik saja Dan lagi-lagi mereka menyia-nyiakan titipan para rakyat jelata
Lagi-lagi mereka mengabaikan kebutuhan rakyat Lagi-lagi mereka menyepelekan suara-suara yang menyayat Lagi-lagi mereka membuat segalanya semakin terhambat Dan lagi-lagi mereka merusak pesan-pesan masyarakat yang tersemat
Oh, tunggu! Jangan-jangan mereka memang benar-benar mendengar dan menerima suara masyarakat Tapi masyarakat yang mana? Sedangkan tugas mereka seharusnya mendengarkan semua suara Bukan pilih-pilih suara mana yang mudah dan menguntungkan diri mereka
Lagi-lagi mereka hanya mendengarkan suara masyarakat yang punya kuasa Lagi-lagi mereka hanya mempedulikan kepentingan diri sahaja Lagi-lagi mereka hanya melancarkan apapun yang dapat melancarkan keinginannya Dan lagi-lagi mereka hanya membuat rakyat jelata dan terpinggirkan semakin tertipu dan tertawa
Lagi-lagi mereka mencari alasan ini itu dengan santainya Lagi-lagi mereka mendebat siapapun yang mengevaluasi kinerjanya Lagi-lagi mereka menolak untuk mendengar kritik dan suara Dan lagi-lagi mereka mengecewakan bangsanya
Oh, tunggu! Jangan-jangan mereka memang benar-benar telah mengevaluasi kinerja diri mereka Tapi evaluasi yang bagaimana? Jangan-jangan evaluasi untuk memotong suara-suara yang orang terpinggirkan dan rakyat jelata Tapi, bagaimana bisa mengavaluasi, kursi mereka saja masih banyak kosongnyaSedangkan suara mereka mewakili suara bangsa
Lagi-lagi mereka... Ah, entahlah!
Pulau Pinang, 10 Juli 2020
Untuk negaraku yang semakin carut marut
Mahasiswa Master Sosiologi di Centre for Policy Research and International Studies (CenPRIS), Universiti Sains Malaysia
