f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
krisis iklim perempuan kurban

Khutbah Iduladha : Kurban, Perempuan, dan Tanggung Jawab Mengatasi Krisis Iklim

اَلْحَمْدُ للهِ  الَّذِي هَدَانَا إِلَـى اْلإِيْمَانِ وَ اْلإِسْلاَمِ، وَ أَمَرَناَ بِشَرِيْعَةِ نُسُكِ الْحَجِّ إِلَـى الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ.  أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ذُو الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ الْهَـادِي إِلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ. وَ الصَّلاَةُ  وَ السَّلاَمُ عَلَي النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ – مُحَمَّدٍ –  وَ عَلَي آلِهِ وَ صَحْبِهِ الْمُتَمَسِّكِيْنَ بِالدِّيْنِ الْقَوِيْـمِ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ وَ الْمُسْلِمَاتُ رَحِمَكُمُ اللهِ، أُوْصِي بِنَفْسِي وَ إِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ لِتَـفُوْزُوْا بِالْجَنَّةِ النَّـعِيْمِ، وَ السَّلاَمَةِ مِنَ الْعَذَابِ اْلأَلِيْـمِ. قَالَ اللهُ تَعَالَي فِي كِتَابِهِ اْلكَرِيْمِ: (إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (*) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَ انْحَرْ (*)  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ اْلأَبْتَرُ).

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ  أَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt, yang telah memberikan nikmat-Nya kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di sini dalam suasana sukacita menyambut Hari Raya Iduladha. Di momen yang berbahagia ini, saya ingin mengajak kita untuk merenungkan makna dari kurban. Serta mengaitkannya dengan peran perempuan dalam mengatasi krisis iklim yang sedang melanda dunia saat ini.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Iduladha adalah momen di mana kita mengenang perbuatan mulia Nabi Ibrahim as., yang bersedia mengorbankan yang tercinta dalam rangka menaati perintah Allah Swt. Tindakan beliau mengajarkan kita nilai-nilai seperti pengorbanan, ketaatan, dan kepercayaan kepada Allah. Namun, dalam kisah ini, ada satu figur yang sering kali dilupakan, yaitu Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, yang memberikan contoh inspiratif tentang ketabahan dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan.

Siti Hajar adalah sosok perempuan yang tulus menerima ujian hidup yang diberikan Allah Swt. Ketika ditinggalkan di tengah lembah tandus di Makkah bersama anaknya, Ismail as., dalam kondisi yang sangat sulit, ia tidak menyerah pada keadaan. Dengan keyakinan dan harapan yang teguh, Siti Hajar mencari air untuk kelangsungan hidup mereka berdua. Dan dengan keajaiban yang Allah berikan, terbitlah mata air zamzam yang menjadi sumber kehidupan di Makkah hingga saat ini.

Baca Juga  Menjadi Teman Anak Berinternet

Kisah Siti Hajar mengajarkan kepada kita tentang ketabahan, kepasrahan, dan kekuatan perempuan dalam menghadapi cobaan hidup. Dan saat ini, kita juga dihadapkan pada cobaan besar yang melanda umat manusia, yaitu krisis iklim. Perubahan iklim menyebabkan dampak yang serius bagi kehidupan kita dan bumi yang kita tinggali. Fenomena seperti pemanasan global, peningkatan suhu, perubahan pola cuaca, dan kerusakan lingkungan merupakan isyarat bahwa alam semesta ini membutuhkan perlindungan dan kepedulian kita.

Dalam konteks krisis iklim, perempuan memainkan peran yang sangat penting. Mereka berada di garda terdepan dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Dalam banyak komunitas, perempuan juga bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, seperti air, pangan, dan energi. Ketika bencana terjadi akibat perubahan iklim, seperti banjir atau kekeringan, perempuan sering kali menjadi korban utama. Oleh karena itu, kita harus memberikan perhatian khusus kepada perempuan dan mendukung peran mereka dalam menghadapi krisis ini.

Jamaah kaum Muslimin yang berbahagia, rahimakumullah.

Sebagai umat Muslim, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara bumi ini. Allah Swt. telah menjadikan kita sebagai khalifah-Nya di muka bumi, yang bertugas untuk menjaga kelestarian alam dan mewujudkan keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, marilah kita melakukan langkah-langkah nyata dalam menjaga alam dan mengatasi krisis iklim ini. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari, seperti menghemat energi, menggunakan air dengan bijak, dan mengurangi sampah plastik.

Selain itu, penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang isu-isu lingkungan ini. Termasuk melibatkan perempuan dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam dan upaya mitigasi perubahan iklim. Perempuan memiliki kemampuan dan potensi yang luar biasa untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan, dan kita juga harus memberikan dukungan penuh kepada mereka.

Baca Juga  Bukan Islam yang Buat Perempuan Jadi Terkekang

Dalam momen Iduladha yang penuh berkah ini, marilah kita mengambil pelajaran dari perjuangan Siti Hajar. Yaitu ketabahan, kepasrahan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Marilah kita menjadikan qurban sebagai momentum untuk berintrospeksi diri, mengorbankan yang kita cintai dalam rangka taat kepada Allah, serta berkomitmen dalam menjaga bumi ini agar tetap lestari.

Terakhir, marilah kita berdoa kepada Allah Swt agar memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Semoga Allah Swt memberikan petunjuk solusi atas krisis iklim yang kita hadapi saat ini, dan semoga kurban yang kita lakukan diterima-Nya sebagai amal ibadah yang ikhlas dan berkah bagi kita.

Akhir kata, marilah kita saling mendukung, bersatu, dan berkolaborasi dalam mengatasi krisis iklim ini. Dengan bersama-sama, kita dapat menjaga bumi ini sebagai warisan yang indah bagi generasi mendatang.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَـمِيْنَ،.   رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْـتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّـا وَ اغْفِرْ لَنَا وَ ارْحَمْنَا، أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ . رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ .  سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِـزَّةِ عَمَّا يَصِـفُوْنَ، وَ سَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِـيْنَ،  وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bagikan
Post a Comment