f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
cita-cita

Keutamaan Anak Sholeh dan Baik

Di dalam kehidupan berkeluarga, menginginkan sebuah kehidupan yang nyaman, romantis, tenang, merupakan salah satu tujuan dari rangkaian sebuah pernikahan. Tak lepas dari semua itu, ada hal yang lebih membuat sebuah keluarga terasa lengkap yakni kehadiran seorang anak dalam keluarga, terlebih anak sholeh dan baik. Selain sebagai hasil dari hubungan suami dan istri, seorang juga merupakan sebuah anugerah dari Allah untuk kedua orang tuanya.

Betapa mirisnya realitas saat ini, berapa banyak dari seorang bayi yang baru lahir menjadi sebuah korban dalam konflik rumah tangga. Tidak menutup kemungkinan anak-anak pada dasarnya juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Sehingga anak perlu diperhatikan dan dididik dengan baik dari kedua orang tua.

Tips Mendidik Anak Sholeh dan Baik

Rahmania, sebagai seorang anak sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua dan menjadi anak yang sholeh dan berperilaku baik. Hal ini tidak mempunyai tujuan lain agar bagaimana kita bisa membawa seluruh keluarga kita menuju syurganya Allah Subhanahu Wata’ala. Sehingga perlu beberapa tips yang harus dilakukan dalam menggapai hal itu.

Pertama, sholehkan diri, sholehkan anak.

“Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” perumpaan ini sangatlah pas untuk menggambarkan bagaimana sosok seorang anak nantinya, yang tidak mungkin jauh berbeda dari hasil didikan kedua orang tuanya. Selaku orang tua ketika ingin mengajarkan kebaikan kepada anaknya, hendaklah mereka berbuat yang sedemikian terlebih dahulu. Sebagai seorang anak, sudah sejatinya kita untuk mengikuti yang baik-baik saja yang diperlihatkan oleh kedua orang tua kita, baik prilaku baik dari ibu maupun ayah. Namun, tidak lupa juga bagi kedua orang tua agar senantiasa membekali diri mereka dengan ilmu-limu, baik ilmu modern, teknologi, terlebih utama ilmu keagamaan.

Baca Juga  Cara Menghadapi Amarah Pasangan
Kedua, orang tuaku, tauladanku.

“Like Father, Like Son” ungkapan ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita bahwa seorang anak adalah plagiator ulung. Dalam artian setiap tindak tanduk kedua orang tua akan selalu tertangkap oleh si anak, dan tidak akan hilang dengan mudah begitu saja. Kita semua pasti sudah mengetahui bagaimana daya ingat kita kuat sewaktu masih kecil. Berbeda dengan waktu dewasa, semakin ia tumbuh dan berkembang maka daya ingatnya semakin berkurang. Para orang tua sudah saatnya berbenah diri, bagaimana menyajikan sebuah tingkah-laku yang baik ketika berada di dalam linkungan keluarga. Jangan sampai sang anak melihat sebuah pertengkaran ataupun kekerasan dalam berkeluarga. Hal ini bertujuan meminimalisir agar ke depannya mereka tidak mengikuti keburukan tersebut.

Ketiga, perhatikan linkungan dan senantiasa mendoakannya.

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang sholeh dengan teman yang buruk seperti menjual minyak wangi dan pandai besi. Dalam artian seorang penjual minyak wangi bisa memberimu atau kamu membelinya untuk mendapatkan kewangiannya. Begitu juga dengan si penjual besi, kamu bisa saya terbakar ataupun mencium baunya yang tidak sedap.” (HR. Bukhari). Sebagai orang tua, tentunya tidak akan ada hentinya untuk mendoakan anak-anaknya untuk menjadi anak yang sholeh dan sukses di masa depan. Mereka senantiasa berdoa agar apa yang diinginkan oleh si anak bisa tercapai di kemudian hari.

Keutamaan Memiliki Anak Sholeh dan Baik

Rahmania, muncul pertanyaan di benak kita tentang kenapa dianjurkan menjadi anak yang sholeh? Sebelum membahas itu saya kembali mengingatkan bahwa kita bisa berada di dunia ini karena kehendak dari Allah dan usaha dari kedua orang tua kita. Sehingga sudah sepatutnya kita untuk senantiasa mengabdi dan berbakti kepada keduanya. Anak yang sholeh adalah anak idaman para kedua orang tua, siapa yang senang apabila anaknya berbakti kepada mereka. Hal ini juga tidak terlepas dari beberapa keutamaan atau keistimewaan yang dimiliki oleh anak yang sholeh dibandingkan dengan anak-anak yang lainnya.

Baca Juga  Mewujudkan Rumah Tangga yang Berkah

Pertama, menjadi pintu hidayah bagi kedua orang tua. Artinya adalah memiliki anak yang sholeh selain merupakan karunia dari Allah Swt, melalui anak yang sholeh ini Allah juga menitipkan pintu hidayah bagi kedua orang tuanya, kerabat, maupun orang yang dekat dengannya. Doa anak yang sholeh kepada kedua orang tuanya merupakan salah satu doa yang mustajab. Tak jarang doa-doa itu bisa meluluhkan hati kedua orang tua, yang pada awlnya mengeras seperti batu kemudian meleleh seperti air. Pada akhirnya membuka pintu hidayah bagi keduanya.

Kedua, doa anak sholeh tidak terputus. Ketika manusia telah wafat, semua amalan yang merka lakukan akan berakhir dan tentunya pahala akan terhenti. Setiap manusia akan merasakan yang namanya mati, mati inilah yang akan menjadi gerbang awal dari terputusnya amalan manusia. Sebagaimana Rasulullah bersabda”Apabila manusia mati, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan juga anak-anak yang sholeh yang sanantiasa mendoakan mereka” (HR. Muslim)

Dari paparan diatas, masih banyak sekali keutamaan daripada menjadi anak yang sholeh dan baik. Intinya kita sebagai seorang anak harus senantiasa berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua kita. Sehingga keluarga kita menjadi keluarga yang dirindukan oleh syurganya Allah Swt. Aamin  (Editor : Laeli)

Bagikan
Post a Comment