f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
literasi perempuan

Kesetaraan dalam Literasi Digital

Teknologi dan komunikasi telah membawa kita pada era baru dalam sejarah. Beberapa ahli bahkan mengatakan bahwa internet telah mengubah kehidupan kita. Meskipun telah terjadi peningkatan dalam penggunaan internet di berbagai negara selama beberapa dekade terakhir. Menurut pelaporan Dedy Permadi staf khusus MENKOMINFO menunjukkan hasil bahwa kondisi akses internet secara global 58% laki-laki dan 42% sisanya adalah perempuan (Kominfo,2020). Pada Webinar Literasi Digital untuk perempuan Indonesia (30/06/2020); head of government affairs & Public Policy Google Indonesia memaparkan hasil data riset sebelumnya yang dilakukan oleh Google pada tahun 2019 pada beberapa negara termasuk Indonesia; dengan tajuk Toward Gender Equality Online menunjukkan akses internet yang semakin terjangkau namun masih terdapat kesenjangan antara laki-laki dan perempuan yang sangat timpang.

Kesenjangan Digital Gender di Indonesia

Ada faktor yang membuat penggunaan media digital maupun internet tidak merata, salah satunya adalah kesenjangan gender. Kesenjangan ini membuat perempuan hanya memiliki akses yang terbatas ke media digital dan lebih sedikit perempuan yang tergabung dalam komunitas pengembang teknologi dibandingkan laki-laki.

Di beberapa perusahaanpun kualifikasi untuk pekerja pengembang teknologi kebanyakan menjadikan laki-laki sebagai salah satu syaratnya. Pandangan ini didukung oleh beberapa stereotip yang menyatakan bahwa perempuan adalah teknofobia (ketakutan atau ketidaksukaan terhadap teknologi dan perkembanganya).

Banyak riset menunjukkan bahwa terjadi kesenjangan penggunaan Internet di Indonesia. Kesenjangan gender ini dipicu dengan banyak perempuan Indonesia masih tidak tahu bagaimana cara efektif menggunakan media digital atau internet. Penelitian yang dilakukan oleh Intel menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) global akan meningkat sebesar 13-18 Juta USD, jika jumlah wanita yang menggunakan internet meningkat 600 Juta orang (Intel,2011).

Baca Juga  Santri, Literasi, dan Arus Deras Media Informasi

Namun penelitian lain yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute (MGI) tentang inklusi keuangan dan digital; menunjukkan bahwa 2,2 milyar perempuan (52%) masih belum melek teknologi. Jiika wanita memiliki kesetaraan digital di era ekspansi internet ini, maka akan berdampak cukup signifikan pada kesetaraan gender. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa internet sangat penting dalam mendukung pembangunan ekonomi.

Internet mampu memberi peluang pada perempuan untuk membangun ekonomi. Mmisalnya perempuan mampu membuka usaha untuk bekerja dan menciptakan toko online dari rumah. Namun perkembangan teknologi dan informasi belum terjadi secara otomatis dengan peluang penggunaan internet oleh perempuan. Kurangnya literasi media digital dapat menciptakan kesenjangan digital yang lebih luas.  

Kesenjangan digital yang ada di Indonesia disebabkan oleh infrastruktur fasilitas dan peralatan yang masih kurang memadai, terutama di daerah pedesaan. Perempuan Indonesia masih memiliki keterbatasan dalam menggunakan, mengoperasikan, dan mengakses media digital berbasis Internet. Selain itu, kemampuan untuk mencari informasi online yang bermanfaat bagi banyak wanita masih rendah. Mereka tidak benar-benar mengerti cara menggunakan, memilih, dan mengakses informasi yang baik di Internet atau media sosial.

Penggunaan media digital dapat memungkinkan perempuan untuk mendapatkan peluang baru di ruang publik, khususnya di perusahaan atau bisnis. Selain itu, bahwa jika wanita dilengkapi dengan alat digital, mereka bisa mendapatkan peluang untuk menantang ketidaksetaraan gender; misalnya, akses ke pekerjaan, pendapatan, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Literasi Digital

Literasi digital mulai popular pada tahun 2005, konsep yang memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Kemampuan untuk bisa mengakses informasi di era digital merupakan hal yang terpenting termasuk bagi perempuan. Literasi digital mampu membawa perubahan besar pada pemberdayaan ekonomi, politik, dan sosial serta mampu mensosialisasikan kesetaraan gender. Literasi digital tidak hanya pengembangan ketrampilan yang sederhana. Namun melibatkan serangkaian produksi digital yang mencakup kemampuan membuat, menjadi kritis berkontribusi serta mengkonsumsi konten digital.

Baca Juga  Air, Politik, Kebudayaan dan Kehidupan

Pemberian literasi media digital di Indonesia untuk perempuan lebih dilakukan oleh perempuan juga. Mereka dapat berkomunikasi lebih efektif dan efisien dengan perempuan lain dan dapat memahami atau mendukung satu sama lain. Selain itu, perempuan menjadi termotivasi dan tidak merasa rendah diri karena mereka dapat melihat contoh yang baik bahwa perempuan dapat memiliki keterampilan dalam literasi digital.

Internet adalah media yang kuat untuk memberdayakan ekonomi perempuan Indonesia. Misalnya ibu rumah tangga dapat menggunakan media digital untuk kegiatan ekonomi, pencarian informasi, dan meningkatkan wawasan untuk kesejahteraan keluarga menjadi lebih baik. Selain itu, perempuan dapat menemukan informasi dari sumber yang baik, tentang kesehatan, nutrisi keluarga dan inspirasi untuk peluang ekonomi seperti bisnis online.

Memperkenalkan kegiatan berbasis internet memberi mereka peluang untuk menjadi wirausaha. Dengan mempromosikan usaha pribadi maupun komunitas mereka di platform digital seperti Instagram, Twitter, e-commerce. Karena platform digital lebih mudah dan efisien dibandingkan dengan yang tradisional. Oleh karena itu, para ibu tidak hanya dapat menghasilkan pendapatan tambahan untuk rumah tangga mereka tetapi juga mereka dapat memotong akses teknologi yang tidak merat.

Solusi ini juga menyangkal stereotip budaya yang menyebutkan bahwa perempuan Indonesia tidak membutuhkan teknologi. Dengan melengkapi konsep kesetaraan dalam hal akses teknologi, para ibu atau ibu rumah tangga dapat mengajar dan mengawasi metode belajar anak-anak mereka sebagai aspek mendasar dari keharmonisan keluarga.

Bagikan
Post a Comment