Ganti Tahun Semangat Baru, Perubahan Baru
Perlu kita sadari bahwa pergantian tahun akan selalu ada, namun apakah kita sadar bahwa selama 365 hari sudah terlewati. 365 hari yang dibulatkan menjadi 12 bulan, disingkat dengan 1 tahun Cuma berlalu dengan biasa-biasa aja jika kita tidak berubah. Meskipun masih ada harapan dan suatu kebanggan yang kita capai. Tetap saja merefleksi diri sebenarnya masih diperlukan baik secara dukungan maupun semangat dalam diri.
Sangat begitu menyakitkan jika merefleksi diri terkadang hanya dilakukan selama akhir tahun dan diawal tahun. Namun dalam realita yang nyata akumulasi 1 tahun memanglah sangat lama. Seharusnya merefleksi diri harus dilakukan paling tidak satu buan sekali atau satu pekan sekali. Hal tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi dalam diri kita, sudah sejauh mana perjalanan kita sampai saat ini.
Sudah berubah ataukah hanya masih seperti biasa ataupun malah mengalami kemunduran. Berkaca pada sebuah kondisi masalah yang ada di Indonesia bahkan di dunia tentang pandemic covid-19, kurang lebih sudah setahun virus corona berada di dunia.
Nah, dengan adanya pandemic tersebut pemerintah selalu mengupdate data dan merefleksi sudah berapa orang yang terjangkit?, sudah berapa orang yang meninggal akibat virus ini? berapa orang yang positif namun keadaan OTG (Orang Tanpa Gejala)? sudah berapa yang reaktif? dan jumlah orang yang negative?.
Usaha yang Dilakukan
Kasus-kasus tersebut setiap hari diinfokan dan selalu di update karena biar kita tahu bahwa sampai mana usaha pencegahan yang kita lakukan dansejauh mana kesehatan yang sudah kita terapkan. Dengan jubir yang selalu bicara untuk melaporkan data dan masih ada aplikasi yang membantu mendeteksi dengan cepat, semua itu adalah usaha untuk menuju kebaikan bersama.
Sama halnya dengan pembelajaran yang berlaku di Indonesia, setiap 1 bulan ataupun 3 bulan bahkan 6 bulan pasti diadakan yang namanya ujian. Baik itu ulangan harian, ulangan tengah semester maupun ulangan akhir semester. Nah poin disini dalam setiap ulangan adalah melihat hasil pencapaian selama waktu pembelajaran diberikan.
Setelah ulangan selesai dilakukan para siswa melakukan refleksi dari nilainya apakah sudah memahami penuh materi yang diberikan masih dalam kebingungan. Apa mereka merefleksi dari hasil ujian tentunya para siswa mulai melakukan perbaikan baik secara langsung maupun tak langsung. Setelah itu mereka mulai menumbuhkan sifat kesadaran diri untuk belajar.
Mencapai Sesuatu Perlu Proses
Dari kedua contoh realita tersebut kita bisa mengambil kesimpulan mencapai sesuatu yang lebih baik kita harus melalui beberapa proses. Entah proses itu berlika-liku maupun lurus. Mengahadapi pergantian tahun ini kita perlu menambah semangat dalam diri untuk mencapai resolusi yang telah kita pasang di tahun lalu namun belum terlaksana sampai sekarang.
Sebuah hasil tentunya tidak semuanya berhasil. Terkadang kita juga bertemu dengan sebuah kegagalan yang pastinya akan membuat kecewa, namun jangan menjadikan sebuah kegagalan adalah akhir dari segalanya. Kita harus bersyukur masih bisa merasakan kegagalan. Begitupun firman Allah dalam Q.S Al-Insyiroh ayat : 5-6, sudah dijelaskan dengan begitu detail terkait kebimbangan dan kesulitan dalam menghadapi ujian yang diberikan oleh Allah.
Setiap kesulitan pasti ada kemudahan begitupun yang sudah ditulis dalam alquran sampai diulang-ulang. Jadi kita selaku manusia jangan takut jika menghadapi sebuah masalah maupun ujian. Karena dibalik masalah yang ada pada kita masih ada Allah yang akan membantu segalanya. Allah tidak akan membebani suatu hamba melainkan sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya. Terlihat dalam kondisi sulit kita harus banyak-banyak berikhtiar dan berfikir positif.
Menjunjung Tinggi Kemanusiaan
Meskipun dalam tahun ini masih banyak ujian yang kita hadapi baik masalah pandemic maupun masalah pemerintahan, kita selaku manusia yang beragama harus berpegang teguh pada prinsip dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Akhir2 ini diberitakan kasus tentang menteri social yang melakukan pelanggaran besar yaitu korupsi, hal tersebut sebenarnya sudah mengurangi kodratnya sebagai manusia karena sudah melanggar sumpah-sumpah yang pernah diucapnya.
Perbuatan tersebut serasa bukan tabu jika diketahui oleh orang lain. Namun apakah mereka yang melakukan hal yang sama seperti itu berfikir panjang tentang anak, istri dan keluarganya di mata orang-orang lain?. Jika mereka berfikir sampai itu pastinya mereka tidak akan pernah melakukan tindakan yang sangat merugikan pemerintahan bahkan masyarakat kecil yang haknya diambil. Sungguh tidak perlu banyak bicara untuk mengatasi hal tersebut.
Bukan hanya tindakan tersebut yang menimpa di Indonesia, namun masih ada bencana yang nyata kelihatannya. Seperti terjadinya banjir dan lonsor, letusan gunung merapi dll. Memang bencana tersebut sudah sering terjadi di Indonesia. Bahkan setiap tahun hal tersebut pasti terjadi. Alasannya karena berkembang dan bergantinya struktur tanah. Namun, juga ulah manusia yang kurang bersyukur dengan kondisi yang ada sehingga mengambil hak orang lain.
Berganti Tahun = Perbaikan
Kehidupan yang tatanannya selalu berubah-ubah sesuai zamannya perlu kita manfaatkan sector yang ada. Dengan bergantinya tahun tentunya kita harus berbuat lebih baik lagi dari pada tahun sebelumnya. Tentunya semangat baru perlu kita tanamkan agar pondasi berjuang dalam mewujudkan impian semakin kuat. Jika kita merasa gagal, lelah dan putus asa ingat prinsip awal yang kita tanam dan impian yang dituju.
Muhasabah dan refleksi perlu dilakukan sesering mungkin agar kita tidak mudah terlena dengan kegiatan yang tidak positif. Dengan bergantinya tahun juga harapan-harapan mulai tertulis dan semoga terealisasikan. Membawa perubahan bagi diri jadi lebih baik lagi. Aamiin
Penulis: Amanat Solikah

Perempuan yang lahir di Bojonegoro sekaligus mahasiswa Pendidikan Matematika UM Surabaya.
