Indonesia Berduka, Saatnya Bermuhasabah
Tidak terasa tahun 2020 sudah berganti menjadi tahun 2021. Tidak terasa hari demi hari telah berlalu. Kita tidak tahu kapan dan di mana Allah akan mencabut nyawa kita. Karena itu, bekal apa saja yang sudah kita siapkan? Sudah cukupkah bekal kita untuk menyambut hari itu? Marilah kita merenung sejenak dengan mengambil hikmah (bermuhasabah) tentang apa yang terjadi di tahun ini.
Semua orang pasti berharap, semoga di tahun ini bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya, semoga di tahun ini tidak terlalu menyedihkan seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya, semoga semoga dan semoga. Saya pun juga demikian. Kita pasti berharap kepada Allah SWT untuk menjadikan tahun ini lebih indah dari tahun sebelumnya.
Namun siapa sangka jika di awal tahun ini justru kita disambut oleh berbagai peristiwa-peristiwa yang sangat memilukan hati. Namanya juga manusia, hanya bisa berharap dan berusaha sedangkan yang menentukan itu hanya Allah SWT. Namun, sebagai hamba Allah yang taat. Kita harus selalu husnudzon kepada Allah atas segala sesuatu apa yang Allah berikan ke dalam hidup kita.
Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182
Di awal tahun kita disambut oleh berita terjadinya kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jurusan Jakarta – Pontianak.
Pesawat ini mengalami hilang kontak pada pukul 14.40 WIB, Sabtu (9/1/2021). Beberapa saat setelah mengudara dari bandara Soekarno-Hatta. Pesawat ini jatuh di perairan Kepulauan Seribu dengan membawa 62 orang yang tediri dari 50 penumpang (40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi), dan 12 kru.
Longsor Sumedang
Di hari yang sama, Sabtu (9/1/2021). Kejadian pilu juga terjadi di Indonesia daerah Sumedang Jawa Barat. 16 Orang masih dalam proses pencarian. Selain itu ada 24 korban meregang nyawa.
Gunung Merapi
Gunung Merapi di Yogyakarta sempat mengeluarkan awan panas sebanyak dua kali. Kejadian itu terjadi pada rentang tanggal 8-14 Januari 2021. Bahkan sampai tanggal 16 Januari 2021 masih ada laporan bahwa awan panas di Gunung Merapi masih terjadi. Sehingga para penduduk yang bertempat tinggal di Gunung Merapi harus tetap waspada terhadap aktivitas Gunung Merapi.
Gempabumi Sulawesi Barat
Pada hari Jumat (15/1/2021) telah terjadi gempabumi di Sulawesi Barat yang berkekuatan magnitudo 6,2. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) total yang meninggal akibat gempabumi ini ada 46 orang. Masing-masing di Kabupaten Majene sebanyak 9 orang, dan Kabupaten Mamuju 37 orang. Sementara total korban luka mencapai 826 jiwa.
Banjir Kalimantan Selatan
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dihimpun pada hari Sabtu (16/1/2021). Ada 7 kabupaten yang terkena banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. Banjir ini sudah terjadi pada hari Selasa (12/1/2021). Puluhan ribu rumah terendam banjir, ratusan ribu warga mengungsi dan terdapat korban meninggal dunia sebanyak 5 orang di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Bermuhasabah dengan Mengambil Sikap
Sabar
Apapun cobaan yang Allah berikan kepada kita, kita harus selalu bersabar. Karena semakin Allah sayang ke hambanya maka Allah akan semakin menguji hamba tersebut. Ibarat kita sedang sekolah, semakin tinggi jenjang sekolah kita semakin sulit pula ujian kita. Jika kita berhasil melawati ujian tersebut, maka kita bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Bisa diartikan dengan derajat kita di hadapan Allah, semakin tinggi derajat kita semakin tinggi pula tingkatan cobaan yang Allah berikan. Jika kita berhasil melewati ujian yang Allah SWT berikan kepada kita, maka derajat kita akan diangkat lebih tinggi oleh Allah SWT.
Saling Peduli Antar Manusia
Manusia merupakan makhluk sosial, pasti membutuhkan orang lain karena tidak bisa hidup sendiri. Karena itu, bantuan kita sangat dibutuhkan oleh mereka yang sekarang terkena musibah. Mari kita buktikan rasa kepedulian kita terhadap sesama manusia dengan menjadi relawan dan menyumbangkan sebagian harta kita untuk para korban bencana. Sehingga terbentuklah wujud saling peduli antar manusia.
Pentingnya Menjaga Lingkungan Kita
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebaian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS Ar-Rum:41). Di balik bencana alam yang menimpa kita, pasti ada faktor dari manusia yang menyebabkan bencana alam itu terjadi. Banjir tidak akan terjadi jika kita menjaga kebersihan lingkungan kita, longsor tidak akan terjadi jika kita tidak menggunduli hutan. Pastinya kita sudah sadar akan pentingnya menjaga dan cara menjaga lingkungan, kitanya saja yang kurang maksimal dalam menjaga lingkungan.
Kematian Datang Kapan Dan Di Mana Saja
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati” (QS Ali Imron:185). Kapanpun dan di manapun kita, kematian akan mendatangi kita. Entah itu kita sedang dalam berkendara, melaksanakan ibadah, bahkan ketika kita bermain gamepun kematian akan menjemput kita. Karena itulah selagi kita diberi waktu oleh Allah untuk hidup, gunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri kita ketika kematian menjemput kita kelak.
Berbaik Sangka Kepada Allah
Apapun yang Allah takdirkan dalam hidup kita, pasti Allah memiliki tujuan baik kepada kita. Ketika kita terkena musibah atau dalam keadaan susah, pasti Allah akan mendatangkan kebaikan dan kemudahan kepada kita. Seperti firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Insyiroh ayat 6, “sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan”.
Muhasabah Diri
Mungkin yang Allah rencanakan dengan memberi kita berbagai cobaan pada awal tahun ini adalah supaya kita muhasabah diri sehingga kita menjalani hari-hari berikutnya dengan versi diri kita yang lebih baik dari sebelumnya.
Sering-seringlah bermuhasabah diri, yang mengetahui diri kita adalah diri kita sendiri dan Allah SWT. Tinggalkan keburukan tingkatkan kebaikan. Yang bisa merubah diri kita ya kita sendiri. Mulailah merubah diri kita dari hal yang kecil dan jangan lupa untuk memberi pengaruh yang baik kepada lingkungan di sekitar kita. Selamat berproses, jangan lengah. Istiqomah itu sulit, kalau mudah itu namanya istirahat. Mulailah dari sekarang, now or never!.
Semoga para korban musibah ini dimatikan oleh Allah dengan keadaan yang baik dan diterima di sisi-Nya, dan untuk keluarga yang sedang tertimpa musibah ditabahkan dan ikhlas dalam menerima takdir ini.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
