f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pola asuh

Efektifkah Penerapan Pola Asuh Macan pada Anak?

Banyak yang menganggap bahwa pola asuh ada hubungannya dengan pembentuk potensi, sifat, perilaku, kecerdasan emosi maupun intelegensi, dan prestasi.

Kemudian, apa sih gaya pengasuhan itu? Baumrind (dalam Fauziyah, 2002) menjelaskan bahwa pola asuh atau gaya pengasuhan adalah serangkaian sikap yang ditampilkan dari orang tua kepada anaknya untuk meningkatkan ikatan emosional yang di dalamnya terdapat interaksi orang tua dengan anak.

Berdasarkan penjelasan tersebut, pola asuh adalah sikap yang orang tua tunjukkan kepada anak-anak dalam berinteraksi. Penerapannya pada semasa pertumbuhan anak; sehingga dapat membentuk emosi pada anak yang merupakan kecenderungan untuk melakukan sesuatu dari pengalaman dan budaya.

Kesalahan Memaknai Pola Asuh

Namun, masih banyak kesalahan pola asuh yang sering kita jumpai di sekitar kita atau mungkin kita alami sendiri. Apakah kamu salah satu korbannya? Lalu apa saja kesalahannya?

Menurut Amida (2020) terdapat beberapa kesalahan pola asuh yang dapat merusak mental anak; yaitu menyepelekan perasaan anak. Di mana orang tua cenderung menganggap bahwa mengekspresikan dan mengatakan emosi anak tidak terlalu penting.

Selain itu, mereka menganggap bahwa mengungkapkan ekspresi emosi pada anak bernilai tidak wajar. Dampaknya, orang tua cenderung menolak emosi anak, selalu menyelamatkan mereka dari kegagalan, terlalu memanjakan anak, mengharapkan kesempurnaan, memastikan mereka selalu nyaman, dan tidak mengatur batas (boundaring) antara orang tua dan anak.

Maka dari pada itu, pola asuh memiki tiga jenis, yaitu gaya pengasuhan otoriter, demokratis, dan permisif. Gaya pengasuhan otoriter dominan dalam mengasuh anak dengan keras dan anak dilarang mengungkapkan isi hatinya.

Gaya pola pengasuhan demokratis cenderung memberi kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan pendapatnya. Kemudian, pola asuh permisifyaitu pola asuh cenderung mengabaikan maupun membebaskan anak dalam bertindak dan berekspresi.

Baca Juga  Pendidikan Rokok Untuk Anak
Mengenal Tiger Parenting

Selain tiga jenis gaya pengasuhan yang disebutkan di atas, ada salah satu pola asuh yang dikenalkan oleh seorang Profesor Hukum dari Universitas Yale bernama Amy Chua. Ia berkebangsaan China dan juga penulis buku “Battle Hymn of Tiger Mother” yaitu tiger parenting atau disebut juga tiger mom.

Apa sih itu tiger mom atau pola asuh tiger parenting? Menurut Fauziyah & Maemonah (2002), tiger parenting digambarkan sebagai gabungan dari pola asuh otoriter dan pola asuh otoritatif klasik karena mendapat niai pola asuh yang negatif dan juga positif. Dalam bukunya juga,  Amy menuliskan bahwa pola asuh tiger parenting ini cenderung ekstrem untuk diterapkan.

Sebab, orang tua akan mendidik dengan memberikan tuntutan yang keras kepada anak. Selain itu, mereka juga cenderung mengabaikan efek psikologis dan emosional anak. Orang tua cenderung otoriter dan paham apa yang terbaik bagi anaknya serta cenderung memaksa anak untuk mati-matian mendapatkan nilai A.

Pola yang Ganas

Amy Chua yang mempopulerkan istilah ini; menggambarkan ibu sebagai sosok yang keras dan menuntut harapan tinggi demi keberhasilaan pencapaian akademik anak. Tiger parenting ini, oleh Chua memiliki arti pola asuh yang ganas mendisiplinkan anak-anak dan menuntut kewajiban serta kepatuhan, terutama dalam akademik.

Akibatnya, hak anak seperti waktu luang, waktu bermain, dan kegiatan menyenangkan bagi anak lainnya kehilangan begitu saja. Orang tua seakan memaksakan tujuan mereka kepada anak, biasanya dibarengi dengan mengancam, membandingkan, berteriak, menghina, membujuk, atau memaksa tanpa menyerah (Chua, 2011).

Dilansir dari laman resmi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka; tiger parenting juga tidak menerima alasan apapun kepada sang anak hanya demi anaknya beprestasi. Orang tua yang menerapkan tiger parenting selalu menganggap bahwa dengan menerapkan disiplin pola asuh ala macan ini mampu membuat anak mengejar dan mencapai masa depan yang gemilang. Lalu, apa dampak dari penerapan tiger parenting bagi perkembangan psikologis anak?

Baca Juga  Pentingnya Character Building Anak Sejak Dini

Dampak negatif dari tiger parenting adalah emosi positif yang kurang berkembang dan lebih berkembang emosi negatif seperti marah, sedih, dan takut. Emosi negatif ini bisa jadi muncul karena tuntutan dan tekanan yang oleh orang tua begitu besar dan kurangnya ruang untuk mengungkapkan keinginan mereka. Selain itu, tekanan emosi negatif juga muncul karena kurangnya ruang bermain bagi mereka, baik bermain secara individu maupun berinteraksi sosial.

Itulah kenapa emosi positif anak kurang berkembang, karena mereka kurang merasa bahagia dan mengungkapkan keinginan hidup secara bebas. Parahnya, efek negatif dari tiger parenting menjadikan anak depresi karena orang tua selalu menekan si anak agar sesuai dengan harapan mereka. Namun, di balik dampak negatif dari pola asuh ala macan ini terdapat juga dampak positif dari tiger parenting.

Sepotong Dampak Positif

Apa saja dampak positif dari tiger parenting? Yang pertama, orang tua dinilai bertanggung jawab terhadap masa depan anaknya. Hal ini karena orang tua mampu mengatur sedemikian rupa agar masa depan anaknya menjadi lebih baik. Efeknya, sang anak akan lebih patuh dan cenderung disiplin; mengajari anak untuk pantang menyerah demi mendapatkan hasil akademik yang memuaskan.

Namun, tetap saja menekan anak dalam belajar tidak baik bagi mereka. Apalagi itu bersamaan dengan tindakan kekerasan verbal yang sangat berpengaruh kepada self-esteem anak. Anak cenderung tidak bahagia dalam menjalani kehidupan karena tidak ada ruang untuk bermain dan mengeksplor dunia mereka.

Bagikan
Post a Comment