f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
daging halal

Ceruk Daging Sapi Halal

Siang itu kami berjalan melewati sebuah restauran teppanyaki yang berlokasi di Jakarta Pusat. Kebetulan lokasinya tidak jauh dari kantor tempat saya mengabdi dan bersenang-senang. Saya pun mengungkapkan keinginan saya untuk mencoba menu di restauran itu kepada sahabat saya.

Bayangan desisan daging sapi yang kecoklatan digongso dengan minyak sedikit dalam wajan yang datar, menerbitkan air liur yang kemudian saya teguk dengan cepat. Tetapi respon sahabat saya kemudian membuyarkan lamunan merasakan enaknya daging yang konon lumer di lidah. “Memangnya dagingnya halal? ” tanyanya. 

Sebagai kaum omnivora yang sangat doyan daging baik sapi ataupun kambing, selama hidup di Indonesia ini saya jarang sekali memikirkan apakah daging yang digunakan warung ataupun restauran itu halal atau tidak. Karena kita mayoritas beragama Islam, Insyaallah semua daging ayam, sapi atau kambing yang beredar tentulah halal. Tapi tentu berbeda dengan daging yang berasal dari luar negeri. Daging Wagyu grade A5 contohnya, yang sapinya hanya ditumbuhkembangkan di Jepang.

***

Untuk masalah daging halal ini, saya bertanya kepada mesin pencari jawaban, google, saya tanyakan kepadanya apakah daging wagyu yang beredar di Indonesia adalah daging yang halal?

Ternyata pada 2015 MUI mengeluarkan sertifikat halal untuk wagyu pada Rumah Penyembelihan Hewan (RPH) Zenkai Meat. Apakah sertifikat itu menjawab pertanyaan? Tentu iya, tapi tidak semua. Pertanyaan berikutnya yang perlu juga jawaban adalah apakah semua daging wagyu yang beredar di Indonesia berasal dari RPH tersebut? Dan dari mana konsumen tahu bahwa daging tersebut berasal dari RPH tersebut? Hal ini saya kira harus ada penjelasan oleh Pemerintah atau pihak yang menangani import daging wagyu.

Karena pertanyaan lanjutan tentang kehalalan daging tersebut tidak saya temukan jawabannya. Dengan amat terpaksa saya coret rencana wisata kuliner saya ke restauran teppanyaki tadi untuk waktu yang tidak terbatas. Untuk menghindari perasaan was-was terhadap kehalalan daging yang kita konsumsi; tentu lebih aman sebagai seorang konsumen muslim menengah kebawah (kantong cekak) seperti saya, untuk membeli daging sapi lokal dari toko daging lokal. Tapi ketika kita berbicara mengenai kualitas daging seperti wagyu misalnya, hal tersebut masih belum bisa terpenuhi oleh toko daging biasa. 

Baca Juga  Kehalalan Pangan dari Tinjauan Kesehatan Masyarakat

Mungkin jika peternak Indonesia mau melakukan inovasi dan penelitian terhadap kualitas daging sapi; hingga ditemukan ras sapi Indonesia yang paling unggul lalu direkayasa DNAnya; hingga memiliki daging yang mirip seperti wagyu, lalu dikembangbiakan sedemikian rupa sehingga Indonesia mampu swasembada daging sapi. Dengan begitu, mimpi membeli daging sapi ras Indonesia dengan kualitas tinggi seperti wagyu di toko daging lokal dapat terwujud.

Lalu konsumen yang punya lidah petualang namun terhalang kehalalan daging dapat terakomodir kebutuhannya. Atau cara tercepatnya para penjual daging wagyu ataupun restaurant yang menyediakan menu tersebut dapat memberikan pernyataan sikap terkait kehalalan dagingnya. 

***

Soal toko daging lokal yang sebagian besar berada di pasar tradisional; saya sering berangan-angan kapan toko daging sapi lokal yang sudah pasti halal itu mau meningkatkan skill penjagalannya dengan mengusai teknik penjagalan sapi ala barat sehingga outputnya bisa seperti etalase daging di super market?

Sebab ada beberapa keunggulan dengan melakukan hal tersebut. Satu, para konsumen tidak khawatir terkait halalnya daging sapi. Kedua, kualitas dagingnya tidak jauh berbeda dengan daging dari luar negeri, dan bonus tambahannya, Ibu-ibu yang sering bingung memasak menu apa hari ini, menjadi punya banyak pilihan menu yang terbuat dari daging hanya dengan mampir ke toko daging. Seperti layaknya etalase di super market, daging sapi sudah di kemas berdasarkan jenis masakannya seperti oseng, rawon, rendang, empal, daging giling (bakso) atau steak. Jadi bagaimana pendapat ibu-ibu sekalian, atas ide saya tersebut?

Bagikan
Post a Comment