Cegah Keputihan Abnormal pada Remaja
Masa di mana terjadi peralihan antara masa anak-anak menuju masa dewasa disebut juga dengan masa remaja. Masa remaja ini terdiri dari tiga tahapan yaitu masa remaja awal dengan usia 11-14 tahun, masa remaja pertengahan dengan usia 15-17 tahun, dan masa remaja akhir dengan usia 18-20 tahun. Pada masa remaja, pasti seorang remaja akan mengalami pubertas, seorang remaja laki-laki maupun remaja perempuan akan mengalami perubahan fisik dan psikis pada dirinya.
Kali ini kita akan membahas tentang masalah yang lazim terjadi pada kaum perempuan sobat. Kira-kira apa ya?
Remaja perempuan banyak mengalami yang namanya keputihan. Akan tetapi, saat ini masih banyak dari perempuan mengeluhkan keputihan yang tidak normal. Sebenarnya keputihan itu apa sih? Keputihan adalah keluarnya suatu cairan dari alat reproduksi perempuan, selain keluarnya darah yang disebut dengan darah menstruasi. Keputihan biasanya terjadi karena adanya infeksi jamur pada daerah kewanitaan perempuan, jadi terdapat organisme yaitu candida albicans.
Ada dua jenis keputihan, yaitu keputihan normal dan keputihan abnormal. Dalam keadaan normal, keputihan disebabkan oleh faktor hormon. Keputihan yang normal terjadi ketika masa subur, masa menjelang menstruasi, sesudah menstruasi, dan terjadi karena adanya rangsangan seksual. Pada kondisi ini biasanya keputihan encer, tidak berbau, tidak lengket, berwarna bening, tidak disertai gatal, dan jumlahnya tidak berlebihan. Sedangkan pada keputihan abnormal dapat mengindikasikan bahwa terjadi suatu penyakit reproduksi tertentu.
Faktor penyebab keputihan abnormal yang sering terjadi adalah infeksi jamur, infeksi bakteri, dan infeksi parasit. Gejala yang terjadi adalah adanya peningkatan jumlah lendir, perubahan warna menjadi warna putih, kuning bahkan berwarna hijau, perubahan kekentalan lendir, disertai rasa gatal dan berbau serta nyeri pada perut.
Dari pembahasan keputihan pada remaja, kita bisa menambah ilmu mengenai pengertian keputihan, gejala keputihan normal maupun abnormal, faktor penyebab keputihan bahkan perbedaan antara keputihan normal maupun abnormal pada remaja perempuan.
Sekarang, kita paham mengenai keputihan abnormal yang menjadi faktor indikasi adanya penyakit reproduksi sehingga kita sebagai perempuan harus bisa menjaga kebersihan daerah kewanitaan kita agar terhindar dari penyakit reproduksi. Lebih baik kita mencegah dari sekarang daripada mengobati ke depannya. Gimana ya cara mencegah keputihan yang benar? Yuk kita lanjut ke paragraf berikutnya.
Sebenarnya keputihan dapat dihindari dengan banyak cara antara lain menghindari stres dan selalu menjaga kebersihan daerah kewanitaan. Cara menjaga kebersihan daerah kewanitaam perempuan di antaranya :
- Menggunakan pakaian dalam berbahan katun atau mudah menyerap keringat. Hal ini dilakukan agar sirkulasi udara daerah kewanitaan baik sehingga tidak menyebabkan lembab. Daerah kewanitaan yang lembab akan memicu banyaknya bakteri yang timbul sehingga menyebabkan keputihan.
- Membersihkan alat kelamin dari depan ke belakang dengan menggunakan air bersih dan dikeringkan dengan handuk kering atau tisu. Hal ini dilakukan agar kuman yang ada pada anus tidak masuk ke vagina dan harus dalam keadaan kering agar tidak lembab dengan begitu mencegah bakteri untuk berkembang.
- Tidak perlu membersihkan vagina dengan cairan pembersih vagina terlalu sering. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ph daerah kewanitaan perempuan agar selalu asam. Dengan cairan pembersih vagina yang bersifat basa akan mengganggu keseimbangan ph daerah kewanitaan perempuan.
- Mengganti pembalut maksimal 4 jam sekali. Hal ini dilakukan agar pembalut yang terkena darah menstruasi tidak menyebabkan timbulnya banyak bakteri. Dengan mengganti pembalut sesering mungkin lebih terjaga dari adanya infeksi jamur.
- Mengganti celana dalam minimal 2 kali dalam sehari. Hal ini dilakukan agar kebersihan daerah kewanitaan perempuan terjaga serta menghindari infeksi bakteri.
*
Sedangkan untuk pengobatan keputihan yang abnormal, apabila seseorang mulai merasakan adanya keluhan dapat melakukan konsultasi ke dokter kandungan di rumah sakit terdekat. Dengan begitu yang bersangkutan akan diberikan penanganan yang terbaik dari pihak kesehatan terkait dengan sistem reproduksi perempuan. Bagaimana sikap kita kalau ternyata mengalami salah satu penyakit sistem reproduksi? Kita tidak perlu khawatir, kita bisa segera mendapatkan perawatan dari pihak rumah sakit sebaik mungkin; kita sebisa mungkin harus memiliki motivasi untuk sembuh dan ikhlas meminta petunjuk dari Yang Maha Kuasa agar diberi kesembuhan serta tidak mengganggu aktivitas sehari-hari dalam kehidupan dunia.
Dengan adanya topik pembahasan mengenai keputihan di atas, kita bisa menerapkan dalam kehidupan mengenai pentingnya menghindari stres dan cara menjaga daerah kewanitaan agar terhindar dari keputihan, dan cara mencegah keputihan yang abnormal. Bagi remaja perempuan yang mengalami keputihan tidak perlu khawatir karena keputihan bukan merupakan penyakit melainkan salah satu tanda dan gejala dari suatu penyakit organ reproduksi perempuan. Maka dari itu, marilah kita menjaga kebersihan daerah kewanitaan kita. Jangan sampai kita mengabaikan dan merasakan akibatnya di akhir nanti. Salam sehat!
Daftar Pustaka
Wong, D. (2009). Buku Ajar Keperawatan Pediatrik (Wong’s Essential of Pediatric Nursing). Edisi 6. Jakarta: EGC
Mahasiswa Aktif Kebidanan Universitas Sebelas Maret. Instagram : @peti_apriliani22.
