Eksistensi Pekerja (Perempuan) Rumah Tangga

pekerja rumah tangga

Pembedaan antara pekerja formal dan informal menimbulkan diskriminasi. Agaknya harus memepertimbangkan kembali apa makna dari profesi, yang berikutnya melahirkan pekerja (subjek). Ada pun pekerja menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Adapun ‘formal’ dan ‘informal’, atau ‘pekerja kerah biru’ dan ‘pekerja … Read more

Indonesia Menuju Satu Abad (2045); Merespon Tantangan, Revitalisasi Pancasila dan Akselerasi Menjadi Indonesia

satu abad indonesia

Sungguh kabar duka yang menyayat hati atas kepergian Prof. Azyumardi Azra, CBE, yang merupakan guru dan dosen teladan bagi mahasiswanya. Pada tulisan kali ini, saya ingin menghormati kepergian guru tercinta dengan mengenang karyanya yang pernah saya ringkas sebagai tugas mata kuliah History of Islamic Civilization yang ia bimbing pada 2020. Tulisan ini, ia tulis untuk … Read more

Energi Feminin yang Tepat: Jodoh Mendarat dengan Selamat

energi feminin

Pernahkah Rahmania mendengar, ujaran yang bernada saran tapi sangat menukik tajam di sanubari terdalam perempuan? “Jangan terlalu sukses, nanti laki-laki tidak berani mendekat” Hal ini memicu dilema dan ketakutan yang tak mendasar bagi sebagian perempuan. Akankah kesuksesan karirnya yang menjadi penyebab laki-laki insecure bahkan akan menghambat jodoh. Tulisan ini dilatarbelakangi dari obrolan dengan teman, dia … Read more

Dehumanisasi Perempuan dan Tajusalatin Industrialisme

perempuan

Dari beberapa tulisan saya yang pernah Rahma.id publikasikan, khususnya yang membahas terkait keperempuanan, saya hanya ingin menjelaskan lebih radikal lagi bahwa sebetulnya dalam hal merefleksikan eksploitasi perempuan. Yang kita butuhkan bukanlah diskusi untuk merumuskan kenapa sedemikian jauh kaum perempuan ini dieksploitasi (dan mengeksploitasi) keperempuanannya serta direduksi (dan mereduksi) hakikat kemakhlukannya oleh dinamika industrialisme. Di Indonesia, … Read more

Memutus Mata Rantai Kekerasan di Pesantren

kekerasan di pesantren

Tata kelola pesantren kian hari kian diterpa tantangan hebat. Manajerial pesantren yang sedari dulu baik-baik saja seolah tak semujarab sewaktu dipraktikan di masa dulu, rupanya perlu pembenahan dan penyesuaian aturan yang semakin ketat, mengingat tantangan zaman dengan situasi dan kondisi pendidikan yang tak lagi sama. Jauh sebelum isu kekerasan terjadi di Pesantren, di lingkungan sekolah … Read more

Lebih Baik Membaca atau Mendengar?

membaca

Berkembangnya teknologi saat ini menyebabkan beragam informasi bisa diterima dengan mudah. Begitu juga dengan media penyalur informasi. Dulu, informasi bisa diakses melalui koran, buku, radio, dan TV. Namun sekarang muncul media baru yang dianggap lebih praktis seperti podcast dan audiobook. Media tersebut dianggap praktis karena mudah diakses dimanapun dan kapanpun. Apalagi jika dibandingkan dengan membaca … Read more

Perkataan Kasar; Penyakit Mahasiswa di Ruang Domestik dan Publik

perkataan kasar

Perkataan kasar atau kotor merupakan kata-kata yang tidak baik, tidak patut, tidak sopan, jorok, caci-maki, tidak senonoh; atau ungkapan bahasa yang secara sosial bersifat ofensif atau menyerang, menghina, menistakan, atau merendahkan orang lain maupun kelompok. Di Indonesia bentuk dari perkataan ini bermacam-macam, ada yang seri binatang, alat kelamin, kebodohan, psikologi, atau seri umum. Kata-kata kotor/kasar … Read more

Apa Benar IMM Telah Mati?

IMM

Sepanjang semakin rapatnya pergerakan mahasiswa akan semakin matang pula mahasiswa menghadapi krisis yang melanda. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan suatu organisasi besar yang dalam pergerakannya di kalangan mahasiswa Muhammadiyah menjalankan dakwah Islam amar ma’ruf nahi mungkar[1]. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sendiri dalam sejarahnya dipelopori oleh Mohammad Djazman Al-Kindi, Rosyad Sholeh, Amin Rais, Marzuki Usman, Ummi Kalsum, … Read more